Seperti Renai Lambert (Rose Byrne) di dua film pertamanya, Amelia Eve menjadi pusat emosional film melalui karakter Gemma. Tantangannya cukup berat karena karakter ini tidak hanya dituntut untuk bereaksi terhadap teror supernatural, tetapi juga harus membawa sisi personal sebagai seorang ibu. Gemma bukan sekadar karakter yang berusaha menyelamatkan diri. Ia memiliki seorang putri yang harus dilindungi.
Ada rasa takut, panik, putus asa, sekaligus dorongan seorang ibu untuk melakukan apa pun agar anaknya tetap aman. Perjalanan Gemma dari seseorang yang tidak memahami kekuatannya hingga menyadari bahwa dirinya mungkin menjadi sumber masalah terbesar menjadi salah satu fondasi emosional film.
Eve juga cukup meyakinkan ketika harus memainkan karakter yang mengalami tekanan psikologis. Ketika batas antara dunia nyata dan The Further semakin kabur, ekspresinya membantu menjaga agar cerita tidak berubah menjadi sekadar parade jumpscare.
Namun, salah satu aktor yang cukup mencuri perhatian adalah Sam Spruell sebagai Cyrus. Spruell memiliki aura yang langsung menarik perhatian setiap kali muncul. Karakter Cyrus terasa seperti seseorang yang menyimpan banyak informasi tentang dunia supernatural yang sedang dihadapi Gemma. Sayangnya, film tidak memberikan cukup banyak waktu maupun ruang kepada Cyrus untuk benar-benar berkembang. Kehadirannya terasa menjanjikan, tetapi kemudian cerita kembali memusatkan perhatian kepada Gemma.
Padahal, dengan karakter dan aktor kawakan seperti Spruell, Cyrus sebenarnya berpotensi menjadi salah satu figur paling menarik dalam mitologi baru Insidious. Namun tenang saja, kisahnya belum akan berakhir di film ini.