Review Lee Cronin's The Mummy, Horor Misteri Banyak Gore, Bikin Ngilu!

Setelah sukses besar lewat Evil Dead Rise (2023), sutradara sekaligus penulis Lee Cronin kembali dengan gebrakan baru lewat Lee Cronin’s The Mummy (2026). Kali ini, ia tidak sekadar menghidupkan kembali legenda klasik, tetapi membedahnya menjadi sesuatu yang jauh lebih gelap, kejam, dan tidak nyaman ditonton.
Dengan dukungan produser horor kawakan seperti James Wan (Saw, The Conjuring) dan Jason Blum, film ini menjanjikan pengalaman yang bukan hanya menakutkan, tetapi juga terasa "berat" secara emosional. Hasilnya? Simak ulasan di bawah ini!
Table of Content
Sinopsis Lee Cronin's The Mummy (2026)
Kisah dimulai dari tragedi hilangnya Katie, putri jurnalis Charlie Cannon saat berada di Mesir. Selama delapan tahun, keluarganya hidup dalam duka dan ketidakpastian, seolah waktu berhenti di titik kehilangan itu. Namun suatu hari, Katie kembali.
Momen yang seharusnya menjadi reuni penuh haru berubah menjadi awal dari mimpi buruk. Keluarga tersebut mulai menyadari bahwa sosok yang kembali bukanlah anak yang sama. Ada sesuatu yang ikut pulang bersamanya. Sesuatu yang tua, gelap, dan seharusnya tetap terkubur di padang pasir.
Seiring waktu, teror demi teror mulai muncul, menggerogoti kewarasan dan keselamatan keluarga tersebut. Pertanyaannya bukan lagi "apa yang terjadi pada Katie?", melainkan "apa yang sebenarnya kembali bersama Katie?"
| Producer | James Wan, Jason Blum, John Keville |
| Writer | Lee Cronin |
| Age Rating | D17 |
| Genre | Horror, mystery, supernatural |
| Duration | 133 Minutes |
| Release Date | 15 April |
| Theme | Supernatural horror, folk horror, body horror, psychological horror |
| Production House | New Line Cinema, Atomic Monster, Blumhouse Productions, Warner Bros. Pictures |
| Where to Watch | Cinema XXI, CGV, Cinépolis Indonesia |
| Cast | Jack Reynor, Laia Costa, May Calamawy, Natalie Grace, Veronica Falcon, Shylo Molina, Billie Roy |
Trailer Lee Cronin's The Mummy (2026)
Cuplikan film Lee Cronin's The Mummy (2026)
1. Horor slow burn tapi menghantam secara konstan
Kalau kamu berharap petualangan ala The Mummy versi Brendan Fraser, sebaiknya buang ekspektasi itu jauh-jauh. Versi Cronin lebih dekat ke mimpi buruk di siang hari. Sekilas, film ini terasa seperti perkawinan antara Se7en (1995) dan Poltergeist (1982).
Di awal, penonton diajak menyelami misteri layaknya thriller investigatif, mengikuti sang ayah yang mencoba memahami apa yang terjadi pada putrinya. Namun perlahan, suasana berubah menjadi horor supernatural yang menyesakkan. Teror di sini tidak terburu-buru. Ia merayap, lalu tiba-tiba mencakar tepat di wajah penonton.
2. Visual brutal, bikin refleks menoleh ke kursi sebelah
Satu hal yang langsung terasa sejak awal adalah film ini ganas. Tidak hanya mengandalkan jumpscare murahan, Cronin menghadirkan horor visual yang eksplisit dan kadang membuat penonton refleks menutup mata atau memalingkan wajah.
Dalam special screening di XXI Gandaria City (13/4/2026), banyak penonton yang tak hanya berteriak, tapi juga meringis. Gore yang ditampilkan mengingatkan kita pada Evil Dead Rise. Apalagi jika ditonton di IMAX. Setiap detail terasa lebih dekat, lebih nyata, dan sulit untuk diabaikan.
Penampilan Natalie Grace sebagai Katie juga jadi sorotan. Ada nuansa yang mengingatkan pada Linda Blair di The Exorcist (1973), menghadirkan kombinasi antara polos dan mengerikan dalam satu tubuh.
3. Apakah Lee Cronin's The Mummy recommended?
Lee Cronin's The Mummy jelas bukan tontonan santai. Film ini gelap, brutal, dan secara emosional cukup melelahkan. Namun justru di situlah kelebihannya. Cronin berhasil mengubah legenda The Mummy menjadi sesuatu yang lebih personal dan mengganggu, bukan sekadar kisah petualangan atau aksi yang dibintangi Brendan Fraser atau Tom Cruise.
Bagi penggemar horor rumahan, terutama yang menyukai gaya James Wan, film ini bisa jadi "jamuan" yang memuaskan. Tapi kalau kamu tidak tahan dengan adegan gore atau suasana depresif sepanjang film, mungkin Lee Cronin's The Mummy akan terasa terlalu berat dan mengganggu.


















