Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[REVIEW] Off Campus, Serial Romansa New Adult yang Segar

[REVIEW] Off Campus, Serial Romansa New Adult yang Segar
cuplikan serial Off Campus (dok. Prime Video/Off Campus)
Intinya Sih
  • Serial Off Campus menghadirkan kisah romansa kampus antara Hannah dan Garrett yang berawal dari kesepakatan pura-pura pacaran, namun berkembang menjadi perjalanan emosional menuju kedewasaan.
  • Dengan menyingkirkan drama toksik khas kehidupan kampus, serial ini fokus pada komunikasi sehat, penyembuhan trauma, serta dinamika karakter yang realistis dan membumi.
  • Hannah dan Garrett sama-sama berjuang mengejar mimpi sambil berdamai dengan masa lalu, didukung karakter pendukung seperti Allie dan Dean yang memperkaya lapisan cerita.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Besarnya hype adaptasi novel new adult fenomenal Off Campus karya Elle Kennedy membuktikan bahwa penonton selalu merindukan romcom kampus yang menghibur sekaligus berbobot. Musim pertamanya berpusat di Briar University, menyoroti kesepakatan nekat antara Hannah Wells (Ella Bright) dan Garrett Graham (Belmont Cameli).

Hannah bersedia menjadi tutor agar nilai akademis Garrett aman dan kapten tim hoki es itu tetap bisa bertanding. Sebagai imbalannya, Garrett harus pura-pura memacari Hannah demi memancing perhatian cowok yang disukainya. Terdengar sangat klise, bukan?

Namun, ini tidak seperti cerita romcom sejenisnya, lho. Alih-alih mendaur ulang drama sosial kampus yang toksik, serial ini menyajikan kedalaman cerita tentang masa transisi menuju kedewasaan secara jujur. Eksekusinya yang solid membuat serial ini wajib masuk ke dalam daftar tontonanmu, terutama jika kamu penggemar setia genre ini.

Penasaran apa saja daya tarik utamanya? Yuk, baca review serial Off Campus berikut ini!

1. Lebih dari sekadar fake dating

still cut serial Off Campus
still cut serial Off Campus (instagram.com/teenvogue)

Penonton mungkin akan skeptis terhadap premis pura-pura pacaran demi menarik perhatian crush. Trope ini memang berisiko membuat penonton kehilangan minat karena terdengar pasaran. Apalagi, ada momen-momen saat Hannah dan Garrett menggunakan cara-cara konyol demi meyakinkan orang bahwa mereka berpacaran. Hal itu bisa saja terlihat norak.

Walau begitu, berkat chemistry mereka, formula yang familiar ini menjadikannya tontonan yang mudah dinikmati. Semakin diikuti, penonton menyadari bahwa ini bukan sekadar romansa kampus biasa, melainkan potret new adult yang matang.

2. Minim drama toksik khas kehidupan kampus

still cut serial Off Campus
still cut serial Off Campus (instagram.com/teenvogue)

Nilai plus lain yang membuat Off Campus terasa fresh adalah keberaniannya membuang trope kehidupan kampus yang gak berlebihan. Dalam Off Campus, penonton tidak akan menemukan konflik klise seperti perundungan, senioritas, atau sistem kasta sosial yang kaku antarmahasiswa.

Serial ini juga tidak membuang waktu dengan menghadirkan mean girls, sabotase murahan demi cinta, pengkhianatan sahabat, atau kesalahpahaman yang berlarut-larut. Sebagai gantinya, konflik dibangun dari pergulatan batin, penyembuhan trauma, dan komunikasi yang sehat. Absennya elemen beracun ini membuat penonton tidak lelah secara emosional dan sepenuhnya fokus menikmati proses pendewasaan karakternya.

3. Perjuangan meraih mimpi

cuplikan serial Off Campus
cuplikan serial Off Campus (dok. Prime Video/Off Campus)

Di tengah-tengah masalah percintaannya, Hannah dan Garrett sebenarnya sedang berjuang mewujudkan mimpi masing-masing. Hannah adalah calon musisi yang sedang berproses untuk membuka diri untuk menulis lagunya sendiri.

Sementara itu, Garrett dihadapkan pada krisis identitas; apakah menjadi atlet hoki es benar-benar panggilan hidupnya, atau ia sebenarnya hanya memikul beban harapan ayahnya?

Ditambah dengan bayang-bayang masa lalunya yang traumatis, Garrett juga harus membuktikan bahwa ia tidak akan menjadi pria yang sama seperti ayahnya. Dinamika love-hate relationship antara ayah dan anak ini juga menambahkan lapisan emosi yang kuat dan nyata.

4. Potret transisi yang jujur

still cut serial Off Campus
still cut serial Off Campus (instagram.com/imdb)

Lapisan emosi tersebut perlahan mengarah pada proses pengenalan diri yang apa adanya. Mulai dari bagaimana mereka belajar memercayai orang lain, berani jujur dengan perasaan sendiri, dan melangkah untuk mewujudkan mimpi.

Tingkah laku dan keputusan Hannah tak jarang membuat penonton tertawa sekaligus merasa malu sendiri. Tapi begitulah realitanya, mungkin Hannah pintar dalam mengartikan makna lirik lagu atau sebuah kutipan, namun pada praktiknya ia tetap harus melewati proses jatuh bangunnya sendiri.

Karakter lainnya, seperti Garrett atau Dean, juga mengalami hal serupa dalam menavigasi arah hidup dan perasaannya. Ketidaktahuan mereka dalam mengenali perasaan dan menetapkan tujuan sering kali harus dibantu oleh dorongan teman-teman terdekat mereka. Seolah-olah, suara hati mereka baru terasa valid jika sudah mendapat persetujuan dari temannya.

5. Pesona karakter pendukung

still cut serial Off Campus
still cut serial Off Campus (instagram.com/imdb)

Berbicara soal peran teman, pesona serial ini tentu tidak hanya bertumpu pada pasangan utamanya. Sahabat Hannah, Allie, juga mencuri perhatian dengan karakter perempuan yang mendambakan kisah cinta yang sempurna. Ia merepresentasikan kompleksitas menjadi seorang hopeless romantic yang salah mengartikan ekspektasi tentang cinta.

Sifat ini membuat Allie terjebak dalam siklus hubungan yang melelahkan dengan kekasih lamanya yang sering putus-nyambung, sebelum akhirnya mengalami hubungan tarik-ulur yang rumit dengan Dean. Kehadiran Allie bukan sekadar pelengkap, melainkan memberi warna tersendiri dalam cerita. Dinamika antara Allie (Mika Abdalla) dan Dean (Stephen Kalyn) yang penuh percikan ini tentu menjadi jembatan cerita yang sangat diantisipasi untuk musim kedua nanti.

Lebih dari sekadar cerita cinta, serial ini adalah potret jujur tentang bagaimana sekumpulan manusia muda menata hidup dan masa depan mereka. Untuk menyaksikan keseruan mereka, kamu bisa menikmati 8 episode musim perdananya yang tayang di Prime Video, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman

Related Articles

See More