Reza Arap Kenang Syuting Bareng Lula Lahfah: Setiap Detiknya Itu Indah

- Reza Arap mengenang momen syuting bersama mendiang Lula Lahfah jelang perilisan film Harusnya Horror, menyebut setiap detik kebersamaan mereka sebagai kenangan indah dan penuh makna.
- Dalam konferensi pers di Plaza Senayan, Reza hadir mengenakan kaus bergambar Lula serta menyiapkan bangku kosong dengan buket bunga matahari sebagai bentuk penghormatan untuk sang kekasih.
- Reza berharap setiap bioskop yang menayangkan Harusnya Horror menyediakan spot khusus bagi Lula Lahfah, mengingat film tersebut juga merupakan bagian dari karya dan dedikasi almarhumah.
Jakarta, IDN Times - Reza Arap mengenang kembali momen syuting bersama mendiang kekasihnya, Lula Lahfah, jelang perilisan film Harusnya Horror di bioskop pada 30 Agustus 2026. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengungkapkan bahwa setiap detik yang dilaluinya bersama Lula selama proses syuting merupakan momen yang indah.
Tak hanya itu, dalam press conference perilisan poster terbaru Harusnya Horror di Plaza Senayan, Jakarta, Reza Arap juga memberikan penghormatan menyentuh untuk Lula. Ia hadir mengenakan kaus bergambar mendiang sang kekasih dan menyisakan sebuah bangku kosong di sebelahnya untuk diletakkan sebuah buket bunga matahari.
1. Reza Arap kenang momen syuting bareng mendiang Lula Lahfah

Dalam sesi press conference yang berlangsung selama satu jam, Reza Arap tidak hanya memperkenalkan official poster kedua film Harusnya Horror yang kini turut menampilkan gambar Teguh Prakoso atau Tepe. Ia juga membuat suasana mendadak haru ketika mengenang momen syuting bersama mendiang Lula Lahfah.
Reza Arap mengungkapkan, setiap detik selama syuting bareng Lula Lahfah terasa begitu indah berharga. Bagi Arap, kebersamaan mereka menjadi momen yang penuh apresiasi, mulai dari setiap waktu yang dilalui hingga proses kreatif yang mereka jalani bersama.
“Setiap detiknya itu indah. Setiap detik itu harusnya indah, itu yang pertama. Dan kami berdua benar-benar mengapresiasi, bahasanya tuh pokoknya benar-benar menghargai setiap waktu, setiap detiknya, setiap menitnya, bareng proses syutingnya, semuanya. Jadi kalau memori terindah ya menurutku itu hasilnya ya,” kata Reza Arap dengan mata berkaca-kaca, Senin (20/7/2026).
2. Kenakan kaus bergambar wajah Lula

Selain mengenang mendiang Lula Lahfah lewat cerita selama proses syuting, Reza Arap juga memberikan penghormatan khusus dalam press conference Harusnya Horror tersebut. Ia datang dengan mengenakan kaus bergambar Lula dan menyediakan sebuah bangku kosong di sebelahnya untuk diletakkan sebuah buket bunga matahari.
Bagi Reza Arap, meski Lula sudah tidak dapat lagi hadir secara fisik, ia percaya bahwa mendiang akan selalu hadir dengan caranya sendiri.
“Sejatinya, ada spot sendiri lah. Di mana dia tuh selalu ada di sini dan itu yang gue percaya gitu,” lanjutnya.
3. Berharap akan ada spot khusus untuk Lula di setiap bioskop

Reza Arap juga mengungkapkan keinginannya agar nanti setiap bioskop yang menayangkan film Harusnya Horror dapat menyediakan spot tersendiri untuk Lula sebagai bentuk penghormatan. Menurutnya, Harusnya Horror juga merupakan salah satu karya Lula. Oleh karena itu, ia ingin mendiang kekasihnya tetap memiliki ruang dalam perjalanan film tersebut.
“Ya gue pengin ngasih spot sendiri, di mana ini karya beliau juga dan gue berharap nanti, cita-citanya nanti di setiap bioskop ada spot tersendiri juga untuk almarhumah,” pungkasnya.
Selain mendiang Lula Lahfah dan Reza Arap yang terlibat sebagai sutradara sekaligus pemain, film Harusnya Horror juga dibintangi oleh para member AAA Clan, mulai dari Aloy, Tepe, Bravy, Tierison, Ibot, Garry Ang, Yukatheo, hingga Niko Junius.





















