Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Reza Arap Sebut Adegan Tepe di Harusnya Horror Paling Mahal, kok Bisa?

Reza Arap Sebut Adegan Tepe di Harusnya Horror Paling Mahal, kok Bisa?
press conference film Harusnya Horror di Plaza Senayan, Jakarta, Senin (20/7/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
Intinya Sih
  • Reza Arap mengungkap bahwa adegan yang diperankan Tepe di film debutnya, Harusnya Horror, menjadi bagian dengan bujet produksi paling mahal sepanjang proses pembuatan film tersebut.
  • Tepe menjelaskan biaya besar itu bukan karena honor pemain, melainkan demi kebutuhan sinematik mewah sesuai idealisme Reza Arap, termasuk pengambilan gambar kompleks dari pagi hingga malam.
  • Niko Junius menilai Tepe paling cocok memerankan karakter misterius ciptaan lama Reza Arap, sementara Tepe mengaku adegan tersebut sangat berat dan menguras tenaga selama syuting.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Jelang penayangan film Harusnya Horror pada 20 Agustus 2026, Reza Arap kembali mengungkap fakta menarik di balik proses produksi karya debutnya sebagai sutradara tersebut. Dalam sesi press conference yang digelar di Plaza Senayan, Jakarta, Senin (20/7/2026), ia menyebut, adegan yang diperankan oleh Teguh Prakoso alias Tepe merupakan adegan dengan bujet termahal di sepanjang film, lho.

Tentu saja pernyataan Reza Arap itu langsung memancing rasa penasaran. Lalu, apa yang membuat Reza Arap sampai mengklaim adegan Tepe sebagai adegan paling mahal?

1. Reza Arap sebut scene Tepe jadi yang paling mahal di Harusnya Horror

Tiga pria mengenakan kaus bertuliskan Harusnya Horror berpose di depan poster film saat konferensi pers di Plaza Senayan, Jakarta.
press conference film Harusnya Horror di Plaza Senayan, Jakarta, Senin (20/7/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Pada Senin (20/7/2026), Reza Arap menggelar press conference untuk memperkenalkan poster terbaru film Harusnya Horror. Meski tidak banyak perubahan pada visual poster, kali ini wajah Tepe yang sebelumnya sempat absen, akhirnya resmi ditampilkan.

Dalam sesi press conference yang berlangsung sekitar satu jam tersebut, Reza Arap juga menjelaskan, Tepe sebenarnya memerankan karakter yang sangat penting di film. Walaupun belum bisa membocorkan karakternya dengan lebih detail, sang sutradara menyebut adegan yang melibatkan Tepe menjadi adegan dengan bujet paling besar selama proses produksi Harusnya Horror.

“Fun fact ya, shot atau scene Tepe itu adalah scene termahal. Termahal bujetnya, Tepe tuh termahal,” ungkap Reza Arap.

2. Bujet besar adegan yang melibatkan Tepe ternyata dikeluarkan demi kebutuhan sinematik yang mewah

Seorang pria mengenakan jaket hitam berpose dengan tangan disatukan di depan poster film saat konferensi pers film Harusnya Horror di Jakarta.
press conference film Harusnya Horror di Plaza Senayan, Jakarta, Senin (20/7/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

IDN Times kemudian mengonfirmasi langsung pernyataan Reza Arap tersebut kepada Tepe dalam sesi doorstop interview. Dalam kesempatan itu, Niko Junius yang turut hadir sempat guyon bahwa biaya besar tersebut disebabkan karena honor Tepe yang tinggi. Mendengar guyonan dari rekannya tersebut, Tepe pun langsung membantah.

Menurut Tepe, biaya besar yang dimaksud Reza Arap tersebut tidak berkaitan dengan honor pemain, melainkan demi memenuhi kebutuhan produksi. Ia menjelaskan, Reza Arap memiliki idealisme untuk menghadirkan sebuah adegan dengan penggarapan yang mewah secara sinematik.

“Intinya Arap punya idealisme membuat scene itu cukup mewah aja secara produksi, secara shot itu cukup istimewa,” ungkap Tepe dengan nada antusias.

Tepe melanjutkan, ia bahkan harus menjalani syuting adegan tersebut dari pagi hingga malam hanya untuk menyelesaikan satu rangkaian pengambilan gambar. Durasi syuting yang panjang serta kompleksitas proses produksi itulah yang membuat adegannya menjadi yang paling mahal di film Harusnya Horror.

3. Niko Junius akui karakter tersebut memang cocok diperankan oleh Tepe

Tiga pria mengenakan kaus hitam bertuliskan Harusnya Horror berpose bersama di konferensi pers film di Plaza Senayan, Jakarta.
press conference film Harusnya Horror di Plaza Senayan, Jakarta, Senin (20/7/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Menurut Tepe, proses syuting adegan sinematik tersebut juga menghadirkan tantangan tersendiri baginya. Ia mengaku sempat merasa kewalahan hingga tubuhnya gemetar, karena adegan tersebut memang menguras tenaga.

“Jujur aku sampai gemetar. Scene itu cukup berat, makan tenaga banyak. Tapi waktu itu cukup panik Arap karena gak ada stop dulu,” lanjut Tepe.

Niko pun menilai, Tepe merupakan sosok yang paling tepat untuk memerankan karakter tersebut. Tanpa membocorkan detail peran Tepe, ia merasa karakter itu tidak akan memberikan kesan yang sama kuatnya jika dimainkan oleh aktor lain.

“Menurut kita, memang Tepe yang paling cocok memerankan itu. Kalau orang lain kayaknya gak akan seberkesan itu, memang paling cocok,” puji Niko Junius.

Dalam kesempatan yang sama, Tepe juga menanggapi soal karakternya yang masih misterius dan hanya muncul sekilas dalam trailer Harusnya Horror. Ia mengungkapkan, karakter yang diperankannya tersebut merupakan salah satu ide lama dari Reza Arap.

“Ide gila Arap aja yang memang katanya sih dari dulu ingin, cita-citanya kalau dia punya film, pertama kali dia pengin ada karakter yang seperti itu dan dia akhirnya mencoba idenya itu dimasukkan di film. Bahkan, Arap sudah bilang sebelum filmnya ada namanya, sebelum filmnya ada script-nya,” ungkap Tepe.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More