5 Scene Upin dan Ipin yang Relate dengan Keadaan Sekarang

- Artikel membahas lima adegan dalam kartun Upin dan Ipin yang dianggap mencerminkan perilaku masyarakat masa kini, mulai dari kebiasaan merekam kejadian hingga sikap pamer di media sosial.
- Beberapa contoh adegan menunjukkan fenomena seperti FOMO, prank, dan ucapan spontan yang bisa menyakiti orang lain, menggambarkan dinamika sosial yang sering terjadi di kehidupan nyata.
- Kartun ini dinilai relevan karena menyoroti kebiasaan modern seperti haus perhatian digital, budaya pamer, serta kurangnya empati dalam interaksi sehari-hari.
Setelah ada beberapa film dan serial yang membuat prediksi atau gambaran kejadian fenomena yang akan terjadi beberapa tahun mendatang. Tapi, jangan salah kini ada kartun yang ternyata menggambarkan hal relate yang sedang terjadi pada kebanyakan orang. Salah satunya, kartun Upin dan Ipin.
Kalau kita liat lebih detail ada beberapa scene di Upin dan Ipin yang menggambarkan perilaku yang dilakukan orang saat ini. Bahkan, ada yang terjadi di masyarakat Indonesia juga. Berikut, lima scene di kartun Upin dan Ipin relate dengan kehidupan nyata saat ini!
Table of Content
1. Sibuk untuk mengambil gambar saat ada kejadian

Pada episode, Gerobok Rezeki (2022). Ternyata, pada saat orang mengambil barang sesuai kebutuhan yang disediakan oleh Bang Iz. Ada bapak tua dan ibu tua yang saling berebut beras. Hingga beras tersebut berceceran. Pada saat itu Roy memanfaatkan momen tersebut dengan memvideokan mereka saat rebutan beras.
Apa yang dilakukan Roy ini tentu yang kini dilakukan oleh kebanyakan orang saat ini. Sibuk menonton kejadian tersebut. Bukannya, mencari pertolongan atau ikut membantu. Tapi, sibuk untuk merekam dan mengambil foto saat kejadian. Bahkan, rela dijadikan konten untuk mendapatkan keuntungan dan pastinya bisa viral.
2. FOMO alias tidak mau tertinggal dengan yang lain

Sadar gak sih kalau sebenarnya Upin dan Ipin ini termasuk orang yang FOMO alias tidak mau ketinggalan dengan yang lain. Antara lain, merasa sedih saat mereka ketinggalan pertandingan bola, merasa tertinggal saat yang lain punya mainan mobil yang canggih dan memiliki ikan cupang.
Mereka juga terkesan tidak bersyukur dengan keadaan mereka. Lebih parahnya Opah sampai rela mengambil kerja serabutan ada pada episode, Mainan Baru (2012) . Demi, untuk memenuhi permintaan Upin dan Ipin. Ini juga relate dimana semua orang berlomba untuk tetap update dan tidak mau kalah dengan orang lain. Bahkan, hanya untuk bisa di-upload di media sosial.
3. Adanyanya unsur prank
Ternyata dalam kartun Upin dan Ipin juga ada prank-nya juga. Pertama, yaitu pada saat episode, Ehsan Pindah? (2019), Ehsan yang katanya akan pindah. Ternyata, Ehsan hanya pindah letak rumah saja yang masih di kawasan yang sama. Sontak, teman-temannya yang tadinya sedih berpisah sama Ehsan. Malah, dibuat marah dan kesal karena Ehsan berbohong.
Kedua, hampir sama yang dilakukan Ehsan. Tapi, pada scene Susanti, Jangan Pergi (2022) ini Susanti mengatakan akan pindah ke Indonesia secara permanen. Tapi, ternyata hanya liburan dan tiba-tiba muncul kembali ke Malaysia. Banyak warganet yang menganggap kedua episode tersebut merupakan prank. Relate dengan banyak konten yang berakhir tidak sesuai yang diharapkan serta prank.
4. Pamer kelebihan masing-masing
Ehsan bisa dibilang memiliki sikap pamer. Setiap apa pun yang ia punya pasti selalu memamerkan kepada teman-temanya. Bahkan, sikap Ehsan ini pernah membuat Upin dan Ipin merasa insecure dengan Ehsan. Mei Mei juga kerap memamerkan kecerdasannya. Ini juga menjadi salah satu penyebab Mail tidak suka pada Mei Mei.
Sikap pamer ini banyak dilakukan oleh banyak orang untuk menunjukkan bahwa dirinya memiliki segalanya dan mampu untuk mendapatkannya. Budaya pamer seolah sudah menjadi budaya yang lumrah di masyarakat. Ada juga tujuan pamer sebagai bentuk balas dendam kepada orang yang pernah menyakitinya.
5. Banyak orang yang ngomong "asal jeplak" bahkan menyakiti orang lain
Bisa dibilang tokoh Fizi merupakan salah satu tokoh kalau kadang berbicara seenaknya dan tanpa dipikirkan. Meski, hanya bercanda tapi ada beberapa perkataan Fizi yang menyakiti teman-temannya. Antara lain, Upin dan Ipin yang dimana pernah dikatain botak yang membuat Upin dan Ipin sampai menggunakan obat penumbuh rambut.
Fizi juga pernah membuat Mei-Mei tersinggung karena mengatakan lebih baik menonton bioskop daripada datang ke acara ulang tahun Mei-Mei. Selain itu sudah pasti Ehsan yang selalu menjadi korbannya. Fizi pernah membongkar aib Ehsan kalau datang ke taman hiburan, kerjaannya makan mulu. Parahnya, Fizi terkadang tidak merasa bersalah.
Menurutmu yang paling relate dengan kehidupan nyata kalau dari scene kartun Upin dan Ipin yang mana? Atau justru menggambarkan yang kamu lakukan saat ini?
FAQ seputar scene Upin Ipin yang relate dengan keadaan saat ini
| Adegan apa yang menggambarkan orang terlalu sibuk dengan ponsel saat kejadian? | Dalam episode Gerobok Rezeki (2022), ada adegan orang-orang sibuk merekam kejadian rebutan beras dengan ponsel, bukannya membantu — ini mencerminkan fenomena nyata banyak orang yang merekam dulu sebelum bertindak. |
| Apa maksud FOMO dalam konteks Upin & Ipin? | FOMO (Fear Of Missing Out) muncul dalam cerita ketika karakter merasa tidak mau ketinggalan teman-temannya dalam berbagai kegiatan atau memiliki mainan, mencerminkan fenomena realita sosial saat ini di mana banyak orang ingin selalu “up to date”. |
| Bagaimana Upin & Ipin menggambarkan percakapan yang bisa menyakiti orang lain? | Tokoh Fizi kadang berkata hal yang asal ngomong dan tanpa berpikir, yang bisa membuat teman-temannya merasa tersinggung, menunjukkan fenomena nyata bagaimana komentar tanpa empati bisa menyakiti. |
![[QUIZ] Biar Makin Adem, Ini Lagu Religi yang Cocok Kamu Dengar Selama Ramadan 2026](https://image.idntimes.com/post/20260219/upload_b785e0cfa1967a98857480a5dfc340a2_bfe19ca6-439c-437c-91a5-3a0a273a56ca.png)







![[QUIZ] Dari Bisnis Upin dan Ipin, Mana yang Paling Cocok Untukmu?](https://image.idntimes.com/post/20250525/untitled-design-12-562983c5178e50a291d5512aeeae6236.jpg)









