Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Apa itu Era Regency yang Menjadi Latar di Serial Bridgerton Netflix? Ini 5 Sejarah dan Faktanya!
Dansa Penelope Featherington dan Colin Bridgerton di akhir musim ketiga (foto: Liam Daniel untuk Netflix)
  • Serial Bridgerton menampilkan kemewahan Era Regency Inggris awal 1800-an, periode singkat yang dipimpin Raja George IV dan dikenal sebagai masa transisi penting dalam sejarah sosial serta budaya Inggris.
  • Pernikahan di era ini lebih berorientasi pada status dan ekonomi, perempuan menghadapi batasan hukum ketat, sementara mode busana mulai bergeser ke gaya yang lebih ringan dan modern.
  • Di balik pesta dansa kaum elit, masyarakat umum hidup sulit akibat Perang Napoleon yang memicu inflasi dan pengangguran, memperlihatkan kontras tajam antara kemewahan dan realitas sosial saat itu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Siapa yang tidak mengikuti kisah cinta para anak-anak Bridgerton? Mulai dari Daphne Bridgerton di musim pertama, hingga Benedict Bridgerton di musim terbarunya yang baru saja rilis akhir Januari lalu. Selain kisah cinta mereka yang unik dan menguras emosi, latar Bridgerton dibuat dengan sangat indah dan mewah, mencerminkan Era Regency di Inggris pada tahun 1800-an.

Kepopuleran Bridgerton membuat banyak orang bertanya-tanya apa sebenarnya Era Regency? Benarkah penduduk Inggris kala itu menghabiskan waktunya untuk minum teh di pagi hari, mengepas gaun di siang hari, dan pergi ke pesta di malam hari? Seberapa akurat Bridgerton menggambarkan era yang berlangsung tidak lama itu? Yuk simak 5 sejarah dan fakta Era Regency Inggris!

1. Pernikahan

Adegan pernikahan Francesca Bridgerton pada Bridgerton Season 3 (foto: LIAM DANIEL untuk NETFLIX Bridgerton Season 3)

Di balik pernikahan romantis yang ditampilkan di adegan Bridgerton, pernikahan di Era Regency sering kali bersifat ekonomi dan politik, terutama bagi kaum ningrat. Dalam bukunya yang berjudul Behind Closed Doors, sejarawan Amanda Vickery menyatakan bahwa pernikahan adalah cara untuk mengamankan status sosial serta menjaga dan meningkatkan kekayaan keluarga. Cinta adalah faktor terakhir yang diperhitungkan.

2. Peran Wanita

Penelope Featherington berperan sebagai ibu, istri, dan penulis di Bridgerton Season 3 (foto: LIAM DANIEL untuk NETFLIX Bridgerton Season 3)

Bahkan Bridgerton tidak memoles cerita mengenai perempuan pada Era Regency, seolah membiarkan sejarah itu disaksikan di era modern. The National Archives UK menjelaskan bahwa perempuan Regency memiliki batasan hukum yang sangat ketat. Mereka tidak memiliki hak atas properti sendiri, bahkan tidak memiliki hak atas masa depan mereka sendiri jika tersangkut skandal yang mencoreng reputasi.

3. Mode

Mode pakaian dalam Bridgerton Season 4 mencerminkan Era Regency (foto: LIAM DANIEL untuk NETFLIX Bridgerton Season 4)

Bridgerton juga tidak melebih-lebihkan mode busana yang dikenakan para karakternya. Semua gaun dan tuksedo dalam serial Bridgerton benar-benar akurat mencerminkan gaya berbusana selama Era Regency, kecuali gaya busana Ratu Charlotte yang berasal dari era pra-Regency. Regency menjadi penanda pergeseran mode fashion dari gaun yang berat, kaku, dan tidak nyaman ke arah yang lebih modern.

4. Kehidupan Sosial

Salah satu suasana pesta dalam adegan Bridgerton Season 4 (foto: LIAM DANIEL untuk NETFLIX Bridgerton Season 4)

Berdasarkan catatan The British Library, masyarakat Inggris kala itu memiliki mobilitas sosial yang sangat terbatas dan terstruktur secara kelas. Pesta dansa mewah yang ditampilkan di Bridgerton merupakan acara untuk kepentingan sosial yang hanya diperuntukkan bagi kaum ningrat dan tuan tanah. Sedangkan mayoritas penduduk menengah dan buruh justru hidup dalam kondisi ekonomi sulit akibat perang.

5. Politik dan Perang

Para pelayan dalam Bridgerton Season 4 (foto: LIAM DANIEL untuk NETFLIX Bridgerton Season 4)

Poin ini adalah sisi gelap Era Regency. Di balik gemerlap kehidupan para kaum elit, Inggris sebenarnya sedang mengalami krisis karena terlibat dalam Perang Napoleon dari tahun 1803 hingga 1815. Meski Inggris memenangkan Pertempuran Waterloo yang menjadi akhir dari Perang Napoleonic, Sejarawan David Andress menyebut bahwa kemenangan tersebut menyisakan inflasi, pengangguran, dan ketimpangan ekonomi yang tajam.

Dipimpin oleh Raja George IV yang menggantikan ayahnya karena gangguan mental, Era Regency hanya berlangsung kurang dari satu dekade, mulai dari tahun 1811 hingga 1829. Meski begitu, periode ini memiliki pengaruh besar pada sejarah Inggris, menandai transisi penting dalam politik, budaya, dan struktur sosial Inggris. Apakah kamu tertarik menjalani kehidupan di Era Regency sebagai aristokrat dan menghadiri pesta tiap malam?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team