Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sekuel Barbie Masih Menggantung, Warner Bros. Masih Nego Honor Aktor

Sekuel Barbie Masih Menggantung, Warner Bros. Masih Nego Honor Aktor
cuplikan Barbie (Instagram.com/barbiethemovie)
Share Article

Barbie sukses menjadi fenomena global ketika dirilis pada 2023. Film yang disutradarai oleh Greta Gerwig tersebut berhasil meraup pendapatan lebih dari 1,5 miliar dolar AS di box office dunia hingga melejit menjadi film terlaris sepanjang sejarah Warner Bros., bahkan sukses mengantongi delapan nominasi Oscar.

Meski begitu, tiga tahun setelah kesuksesannya, nasib sekuel Barbie masih belum menemui kepastian. Menurut laporan The New York Times, Warner Bros. kini berpacu dengan waktu untuk mengamankan proyek tersebut. Pasalnya, jika kesepakatan dengan para talenta utama tak kunjung tercapai hingga Desember 2026, maka hak pengembangan sekuel akan kembali ke Mattel.

1. Warner Bros. harus mencapai kesepakatan dengan para talenta utama di balik film Barbie sebelum Desember 2026

Cuplikan adegan film Barbie yang diunggah melalui akun Instagram resmi @barbiethemovie untuk promosi film.
cuplikan Barbie (Instagram.com/barbiethemovie)

Warner Bros. dikabarkan hanya memiliki waktu hingga Desember 2026 untuk merampungkan kesepakatan dengan para talenta utama di balik film Barbie. Jika gagal, hak untuk mengembangkan sekuel film tersebut akan kembali ke Mattel selaku pemilik merek boneka ikonis tersebut. Kabarnya, saat ini studio tersebut masih harus mencapai kesepakatan baru dengan penulis sekaligus sutradara Greta Gerwig, serta para pemeran utama, yakni Margot Robbie dan Ryan Gosling.

Menurut Pamela Abdy dan Michael De Luca selaku pimpinan Warner Bros. Motion Picture Group, mereka telah berulang kali mengajukan penawaran demi merealisasikan film kedua ini.

“Kami telah memiliki kesepakatan hak dengan Mattel dan telah mengajukan serangkaian penawaran besar untuk menyelesaikan kesepakatan demi mewujudkan film Barbie berikutnya. Sayangnya, hingga saat ini kami belum berhasil mencapai kesepakatan,” ujar keduanya dalam pernyataan yang dikutip The New York Time, Sabtu (1/8/2026).

2. Negosiasi dengan para talenta utama masih menemui jalan buntu

Cuplikan adegan dari film Barbie yang diunggah melalui akun Instagram resmi @barbiethemovie.
cuplikan Barbie (Instagram.com/barbiethemovie)

The New York Time menyebut bahwa negosiasi antara Warner Bros. dengan para talenta utama di balik film Barbie sudah berlangsung selama beberapa bulan. Kabarnya, Warner Bros. bahkan telah menawarkan kenaikan bayaran di muka dan skema pembagian keuntungan jika film mencapai target tertentu di box office.

Di sisi lain, sempat beredar kabar bahwa CEO David Zaslav menganggap penawaran tersebut terlalu menguntungkan bagi para talenta. Namun, juru bicara Warner Bros. telah membantahnya. Menurut pihak studio, justru perwakilan para talenta yang menolak penawaran terakhir pada Mei lalu. Hingga kini, mereka disebut belum mengajukan proposal balasan.

Adapun negosiasi tersebut berlangsung pada momen yang krusial bagi Warner Bros. Rencana merger antara Warner Bros. Discovery, perusahaan induk studio tersebut, dan Paramount baru saja tertunda setelah sejumlah jaksa agung negara bagian di Amerika Serikat mengajukan gugatan untuk memblokir kesepakatan itu.

Selama proses merger masih tertunda, Warner Bros. harus tetap beroperasi secara mandiri. Di tengah kondisi tersebut, waralaba Barbie pun menjadi salah satu aset penting dalam strategi bisnis studio.

Di sisi lain, performa Warner Bros. di box office belakangan juga belum memuaskan. Setelah mencatat hasil gemilang sepanjang 2025, studio itu mengalami periode yang kurang menguntungkan. Film Supergirl dan The Bride bahkan dilaporkan belum mampu menutup biaya produksi maupun biaya pemasarannya.

3. Greta Gerwig dikabarkan sudah memiliki ide untuk sekuel

Cuplikan promosi film Barbie dari akun Instagram resmi Barbie dengan tampilan bernuansa merah muda cerah.
cuplikan Barbie (Instagram.com/barbiethemovie)

Meski proses negosiasi belum rampung, Greta Gerwig dan Noah Baumbach yang saat ini tengah menyelesaikan film Narnia: The Magician’s Nephew untuk Netflix dikabarkan telah memiliki ide cerita untuk sekuel Barbie. Keduanya bahkan disebut siap mulai menulis naskah. Namun, mereka belum akan membagikan konsep cerita maupun memulai proses penulisan sebelum kesepakatan dengan Warner Bros. resmi tercapai.

Sementara itu, Mattel menolak memberikan komentar terkait proses negosiasi tersebut. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, di bawah kepemimpinan CEO Ynon Kreiz, perusahaan tersebut dinilai semakin piawai dan agresif dalam menjalin kerja sama di industri Hollywood. Kreiz sebelumnya juga menegaskan bahwa ia ingin menghindari penundaan seperti ini.

“Kami berharap setiap proyek terus bergerak dan berada dalam tahap pengembangan aktif. Kami tidak ingin proyek-proyek itu hanya dibiarkan begitu saja.”

Apabila Mattel memutuskan mengakhiri kerja sama dengan Warner Bros., perusahaan tersebut harus memulai pengembangan sekuel Barbie dari nol. Pasalnya, Mattel tidak dapat membawa konsep cerita yang telah dikembangkan maupun mengalihkan keterlibatan para talenta yang sebelumnya terlibat dalam proyek tersebut ke studio lain.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More