Bandung, IDN Times - Panggung Forestra 2026 di Orchid Forest Cikole, Lembang, Sabtu (29/8/2026) tidak hanya menjadi ruang untuk menikmati pertunjukan musik. Senyawa, duo eksperimental yang digawangi oleh Rully Shabara dan Wukir Suryadi turut membawa isu lingkungan dalam penampilannya sebelum /rif mengambil alih panggung.
Sekitar pukul 20.02 WIB, Senyawa muncul ke atas panggung dengan tata lampu yang dramatis. Karakter musik eksperimental mereka berpadu megah dengan aransemen khas Erwin Gutawa Orchestra, sehingga menciptakan warna musik yang magis di tengah suasana hutan Cikole.
Tidak hanya menyuguhkan penampilan ikonik, Senyawa juga menyoroti hutan Indonesia melalui layar di bawah panggung. Visual tersebut menampilkan sejumlah wilayah di Indonesia yang disertai tulisan “Api Hutan”, seperti “Api Hutan Sumsel”, “Api Hutan Jambi”, “Api Hutan Papua Selatan”, “Api Hutan Papua Barat”, “Api Hutan Papua Tengah”, “Api Hutan Jatim”, dan “Api Hutan Sulteng”. Visual tulisan tersebut juga disertai dengan angka yang terus berubah, sebelum ditutup dengan tulisan “Api Hutan Indonesia” yang disertai angka 456.000 ha.
Hingga sekitar pukul 20.15 WIB, /rif pun muncul di hadapan penonton Forestra 2026 dengan membawakan lagu “Dunia” dalam balutan aransemen apik Erwin Gutawa Orchestra. Andy /rif tampak begitu menguasai panggung. Bergerak dari lantai dua hingga turun ke lantai satu, ia pun menyapa penonton sekaligus menyampaikan keresahannya tentang kondisi bumi yang menurutnya sedang tidak baik-baik saja, termasuk juga persoalan kebakaran hutan.
“Bumi sedang tidak baik-baik saja. Kebakaran hutan belum reda, bencana alam di mana-mana, kemarau panjang,” kata sang vokalis.
Ia kemudian mendoakan agar semua persoalan tersebut segera berakhir dengan mengatakan, “Semoga segera berakhir dan dunia kembali tersenyum seperti kita malam ini.”
Selain membawakan “Dunia.” /rif juga sukses mengguncang Forestra 2026 dengan membawakan lagu “Radja” yang membuat para penonton semakin bersemangat untuk ikut bernyanyi bersama.
Pada akhirnya, penampilan Senyawa dan /rif menjadi salah satu momen yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyuarakan kepedulian terhadap kondisi hutan dan alam Indonesia.
