Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Momen-momen Paling Berkesan di Forestra 2026, Panggung Musik di Hutan

Momen-momen Paling Berkesan di Forestra 2026, Panggung Musik di Hutan
suasana Forestra 2026 (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
  • Forestra 2026 digelar di hutan pinus Orchid Forest Cikole, Lembang, menggabungkan suasana piknik malam dengan penampilan lintas genre berbalut aransemen Erwin Gutawa Orchestra.
  • Iwa K membuka panggung utama pukul 19.15 WIB, sementara .Feast, Hindia, /rif, Mahalini, Naykilla, dan Senyawa tampil; kolaborasi .Feast-Mahalini serta Iwa K-Naykilla menjadi kejutan.
  • Selain musik, musisi menyampaikan isu lingkungan dan sosial; Aldy Amis serta Sukses Lancar Rejeki lebih dulu memanaskan acara melalui penampilan tunggal sejak sore.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN Times - Ini menjadi pengalaman pertama saya meliput Forestra 2026 dan tentu saja saya sangat antusias. Selama ini, saya hanya bisa menyaksikan kemeriahannya melalui media sosial saja. Namun, kali ini saya berkesempatan merasakan langsung perpaduan musik lintas genre dengan aransemen megah Erwin Gutawa Orchestra di tengah suasana hutan pinus Orchid Forest Cikole, Lembang, Sabtu (29/8/2026).

Apalagi, Forestra edisi tahun ini menghadirkan deretan musisi ternama yang berkolaborasi dengan Erwin Gutawa Orchestra, mulai dari /rif, Hindia, .Feast, Iwa K, Mahalini, Naykilla, hingga Senyawa. Gokil, kan?

Acara utama Forestra 2026 ini dimulai sekitar pukul 19.15 WIB dengan penampilan apik Iwa K yang secara tak terduga naik ke atas panggung dengan mengendarai sepeda listrik. Lagu “Bebas” dari sang rapper pun menjadi pembuka yang hangat di tengah suasana malam yang dingin.

Di sepanjang acara, penampilan para musisi semakin terasa istimewa berkat sentuhan aransemen Erwin Gutawa Orchestra yang memberikan warna baru sekaligus membuat setiap lagu terdengar lebih megah. Eits! Gak cuma itu, beberapa musisi juga menghadirkan kejutan lewat kolaborasi tak terduga yang sukses membuat suasana semakin meriah, lho. Nah, berikut highlight momen berkesan di Forestra 2026.

  1. 1. Merasakan magisnya musik di tengah hutan Cikole

    Suasana Forestra 2026 dalam dokumentasi IDN Times yang diabadikan oleh Rani Asnurida di lokasi acara.
    suasana Forestra 2026 (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

    Menurut saya, sepertinya kita perlu menonton Forestra setidaknya sekali seumur hidup untuk merasakan langsung bagaimana musik dan alam berpadu dalam satu pengalaman. Bukan hanya karena aransemen megah Erwin Gutawa Orchestra atau deretan musisi yang tampil, tetapi juga karena konsep Forestra yang membuat penonton bisa menikmati pertunjukan dengan lebih santai di tengah hutan pinus Cikole.

    Pengalaman itu sudah terasa sejak saya tiba di area festival. Sebelum gate utama dibuka, pengunjung bisa bersantai di area Gema sekaligus menikmati berbagai aktivitas yang tersedia. Menariknya, ada pula wellness drink gratis, seperti Wedang Jahe dan Wedang Bandrek yang terasa pas untuk menghangatkan tubuh di tengah udara Lembang yang dingin.

    Saat memasuki area pertunjukan, suasananya pun semakin terasa berbeda. Di sini, penonton bisa menikmati pertunjukan dengan lebih santai, layaknya sedang piknik. Namun, suasana santai itu bukan berarti mengurangi kemeriahan. Ketika para musisi mulai menguasai panggung, penonton pun ikut larut dalam musik.

    Salah satu momen yang paling berkesan bagi saya adalah ketika .Feast dan Hindia menguasai panggung. Dengan area panggung yang luas, mereka terlihat begitu leluasa mengeksplorasi penampilan. Saat .Feast membawakan “Kami Belum Tentu”, misalnya. Tak hanya mengguncang panggung lewat energi mereka yang membara, .Feast juga mendapatkan sentuhan berbeda dari aransemen Erwin Gutawa Orchestra. Lagu tersebut terdengar semakin megah, sementara aksi panggung seluruh personel .Feast membuat penampilannya terasa bak sebuah pertunjukan musikal.

    Bagi saya, penampilan Hindia saat membawakan “everything u are” juga tak kalah berkesan. Bahkan, saya sampai berulang kali memutar kembali video penampilannya. Aransemen orkestranya terdengar begitu asyik, ditambah lagi, pembawaan Hindia yang terlihat begitu luwes di atas panggung, membuat penampilannya terasa semakin hidup.

    Gak cuma .Feast dan Hindia, musisi lainnya seperti /rif, Mahalini, hingga Senyawa juga berhasil mempersembahkan penampilan apik bersama Erwin Gutawa Orchestra. Meski sempat mengaku deg-degan karena harus tampil bersama Erwin Gutawa, Mahalini tetap mampu memberikan penampilan yang memukau. Sementara itu, penampilan /rif juga terasa semakin meriah dengan riuh sing along dari penonton.

    Senyawa pun juga membawa suasana yang berbeda. Musik mereka mengajak penonton merasakan atmosfer yang lebih magis dan eksperimental di tengah hutan pinus Cikole. Gak ketinggalan juga Naykilla, nih. Ia tampil membawakan lagu “SO ASU” dalam versi orkestrasi yang memberikan warna berbeda pada lagu tersebut.

    Fun fact, udara di Cikole malam itu sebenarnya sangat dingin. Tapi, entah kenapa, setiap musisi muncul di atas panggung, rasa dingin tersebut seolah ikut menghilang.

  2. 2. Kolaborasi tak terduga dari beberapa musisi, ada .Feast x Mahalini

    Suasana acara Forestra 2026 yang didokumentasikan oleh Rani Asnurida untuk IDN Times selama kegiatan berlangsung.
    suasana Forestra 2026 (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

    Selain membawa semangat mempertemukan lagu-lagu yang sudah akrab di telinga dengan aransemen yang belum pernah didengar sebelumnya, Forestra 2026 juga menghadirkan kejutan untuk para penonton lewat kolaborasi tak terduga dari beberapa musisi.

    Nah, salah satu yang paling mencuri perhatian adalah ketika .Feast mulai menguasai panggung dan kemudian membawakan “Nina”. Siapa sangka, Mahalini tiba-tiba muncul di atas panggung dan bergabung bersama .Feast. Sontak, para penonton pun langsung bersorak heboh dan semakin bersemangat untuk ikut sing along sekencang-kencangnya. Perpaduan karakter vokal Mahalini dengan energi .Feast yang membara juga terasa semakin spesial karena aransemen megah Erwin Gutawa Orchestra.

    Eits! Kejutan belum selesai. Tak lama berselang, kejutan kolaborasi pun kembali hadir. Sekitar pukul 21.00 WIB, Iwa K kembali naik ke atas panggung untuk membawakan “Malam Indah” bersama Naykilla, lho.

  3. 3. Ketika panggung musik berubah menjadi ruang bersuara

    Suasana Forestra 2026 dalam dokumentasi IDN Times yang diabadikan fotografer Rani Asnurida pada kegiatan tersebut.
    suasana Forestra 2026 (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

    Forestra 2026 tidak hanya menjadi ruang untuk menikmati musik. Di tengah kemegahan panggung dan aransemen Erwin Gutawa Orchestra, sejumlah musisi juga memanfaatkan penampilan mereka untuk menyampaikan keresahan tentang kondisi Indonesia dan isu lingkungan yang sedang menjadi sorotan publik.

    Pesan tersebut sudah terasa sejak penampilan Iwa K. Sebelum membawakan “Tikus Got”, ia mengingatkan agar alam tidak dibiarkan rusak dan dijarah oleh tangan-tangan serakah. Gak sampai di situ saja, saat “Tikus Got” dimainkan, layar di bawah panggung menampilkan sejumlah angka dan tulisan yang mengarah pada berbagai persoalan sosial. Visual tersebut terus berganti, menampilkan angka-angka yang merujuk pada jumlah korban MBG hingga tulisan “74 Kg” dan “10+6=17” yang sempat viral.

    Ada juga /rif yang turut mengingatkan bahwa kondisi bumi sedang tidak baik-baik saja dan mendoakan agar persoalan ini segera berakhir. Sementara itu, .Feast menghadirkan bentuk keresahan yang berbeda dengan menampilkan ucapan dukacita untuk Bambang Setiawan yang meninggal dunia pada 27 Agustus 2026. Awan .Feast juga sempat menyampaikan pesan sebelum .Feast melanjutkan penampilan membawakan lagu “Peradaban.”

    “Sebagaimana kita tahu, hutan Indonesia tengah terbakar, namun peradaban takkan pernah mati,” kata Awan disambut riuh penonton.

    Pada akhirnya, Forestra 2026 tidak hanya meninggalkan kesan lewat musik, kolaborasi, dan suasana hutan Cikole. Panggungnya juga menjadi ruang bagi para musisi untuk menyuarakan keresahan tentang alam, kondisi sosial, hingga berbagai persoalan yang tengah terjadi di Indonesia.

  4. 4. Dibuka dengan penampilan tunggal Aldy Amis dan Sukses Lancar Rejeki

    Suasana acara Forestra 2026 dalam dokumentasi Rani Asnurida untuk IDN Times saat kegiatan berlangsung.
    suasana Forestra 2026 (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

    Oh ya, sebelum panggung utama Forestra 2026 dipenuhi aransemen megah Erwin Gutawa Orchestra, suasana terlebih dahulu dipanaskan oleh penampilan tunggal Aldy Amis dan Sukses Lancar Rejeki. Saat itu, Aldy Amis membuka rangkaian penampilannya di Forestra 2026 sekitar pukul 16.30 WIB dengan membawakan lagu “Selamat Hari Raya Social Media” yang penuh lirik satir.

    Di sela-sela penampilannya, ia pun sempat menyapa penonton dengan menyinggung soal hutan Kalimantan. “Indonesia negara hukum. Assalamualaikum warga-warga Forestra. Alhamdulillah kita di Bandung banyak pohon. Kalau di Kalimantan jadi sawit,” kata Aldy dari atas panggung.

    Sepanjang penampilannya, Aldy Amis juga membawakan beberapa lagu miliknya, termasuk “Lapor Mas Wapres” dan “Bagaimana Jika Kristen yang Masuk Surga.” Ia pun mengucapkan terima kasih, karena Forestra karena tidak mencoba untuk mencoret setlist—nya.

    “Terima kasih Forestra karena tidak mencoret-coret song list. I love you, Forestra,” kata penyanyi asal Cinere, Jakarta Selatan tersebut.

    Bukan cuma Aldy Amis, penampilan tunggal dari Sukses Lancar Rejeki juga sukses memukau penonton, terutama saat Mahes dan Jalil membawakan lagu hit mereka berjudul “Maling”. Penonton terlihat begitu menikmati lagu tersebut hingga ikut meneriakkan bagian lirik yang ikonik.

    Bahkan, meski Sukses Lancar Rejeki sudah turun dari panggung, gaung “Maling” masih terus terdengar dari tengah kerumunan. Tentunya momen ini seolah menunjukkan bahwa penonton masih terbawa euforia penampilan grup musik pelajar asal Bekasi tersebut. Hihihi~

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More