Iwa K di Forestra 2026, Soroti Kerusakan Alam hingga Korban MBG

Bandung, IDN Times - Iwa K menjadi salah satu musisi yang tampil dalam acara utama Forestra 2026 di Orchid Forest Cikole, Bandung, Sabtu (29/8/2026). Penampilannya tak hanya mengajak penonton bernyanyi, tetapi juga menyelipkan pesan tentang lingkungan hingga kritik sosial, lho.
Rapper bernama asli Iwa Kusuma itu muncul ke atas panggung sekitar pukul 19.34 WIB dengan cara unik mengendarai motor listrik. Tak lama kemudian, ia langsung menggebrak panggung dengan menyanyikan lagu “Bebas” yang membuat penonton sontak ikut bernyanyi bersama. Penampilan lagu “Bebas” tersebut pun terdengar semakin megah ketika dipadukan dengan aransemen Erwin Gutawa Orchestra. Gokil, pokoknya!
Tak hanya membawa energi lewat musik, Iwa K juga menyoroti isu kerusakan alam yang belakangan menjadi perhatian publik.
“Kawan-kawan Forestra, yang perlu kita tahu, alam adalah ibu. Setuju? Alam adalah ibu, jangan biarkan tangan-tangan serakah merusak, menjarah dengan nafsu bagaikan air bah, merusak ibu kita dan nafsu nafsu itu bagaikan tikus-tikus yang berkeliaran,” kata Iwa K disambut teriakan penonton.
Setelahnya, Iwa K melanjutkan penampilannya dengan membawakan lagu “Tikus Got”. Saat lagu dimainkan, perhatian penonton tak hanya tertuju pada panggung, tetapi juga teralihkan ke bagian bawah panggung yang menampilkan sejumlah tulisan dan angka-angka bernuansa kritik sosial.
Salah satunya bertuliskan “30.242 KORBAN MBG”, dengan angka yang terus bertambah. Setelahnya, diikuti pula dengan tulisan “PAJAK dan PALAK”. Gak sampai di situ saja, angka-angka, seperti “74 Kg” dan “10+6=17” juga ditampilkan.
Angka-angka tersebut pun sempat membuat penonton kaget sekaligus heboh karena mengingatkan pada sejumlah isu yang sempat menjadi sorotan publik, seperti 74 kilogram emas yang ditemukan dalam kasus dugaan korupsi dan momen ketika Presiden Prabowo menyebut 10+6=17.
Oh ya, tak hanya membawakan dua lagu, Iwa K kembali muncul di panggung sekitar pukul 21.10 WIB. Kali ini, ia membawakan lagu “Malam Indah” bersama Naykilla. Kolaborasi keduanya pun menghangatkan suasana malam yang dingin di tengah hutan Cikole.



















