Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Serial Queer Eropa Sebagus Heartstopper, Sudah Nonton?
Proud (dok. HBO Max/Proud)
  • Artikel merekomendasikan tujuh serial queer Eropa sebagai alternatif bagi penggemar Heartstopper, mencakup produksi dari Swedia, Norwegia, Denmark, Italia, Spanyol, Britania Raya, dan Polandia.
  • Young Royals, SKAM musim ketiga, One of the Boys, dan Prisma menyoroti pengalaman remaja, termasuk cinta, pencarian identitas, tekanan sosial, kesehatan mental, serta perundungan.
  • Smiley, Lost Boys & Fairies, dan Proud mengeksplorasi kisah queer dewasa melalui komedi romantis, proses adopsi, trauma masa lalu, tanggung jawab keluarga, dan prasangka terhadap orang tua gay.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Siapa, sih, yang gak tahu Heartstopper? Sejak tayang di Netflix pada 2022, serial asal Britania Raya ini berhasil mencuri hati penonton lewat romansa remaja yang hangat dan representasi LGBTQ+ yang solid. Kehadiran film penutupnya, Heartstopper Forever (2026), pun makin mengukuhkan popularitas adaptasi webcomic karya Alice Oseman ini.

Meski Heartstopper tampaknya jadi primadona Eropa dalam genre ini, benua tersebut sebenarnya masih menyimpan sederet serial queer berkualitas dengan kisah yang sama penting dan menariknya. Berikut tujuh serial queer Eropa yang gak kalah apik dari Heartstopper. Sudah nonton salah satunya?

1. Young Royals (2021–2024)

Young Royals (dok. Netflix/Young Royals)

Bicara soal serial queer Eropa yang sebagus Heartstopper, Young Royals tentu layak masuk daftar. Serial asal Swedia ini mengikuti Pangeran Wilhelm (Edvin Ryding) yang harus beradaptasi dengan kehidupan di sekolah asrama setelah terseret ke dalam skandal publik. Di sana, ia jatuh cinta pada Simon (Omar Rudberg), siswa dari keluarga miskin.

Berbeda dari Heartstopper yang hangat, Young Royals menghadirkan romansa dengan konflik yang lebih intens. Kamu akan diajak mengikuti dilema Wilhelm dalam menyeimbangkan hubungan asmara dengan tanggung jawabnya sebagai pewaris takhta.

2. SKAM Season 3 (2016)

SKAM (dok. NRK1/SKAM)

SKAM Season 3 bisa dibilang masterpiece di genrenya. Musim ketiga serial asal Norwegia ini realistis dalam mengangkat isu seksualitas, kesehatan mental, dan tekanan sosial di kalangan remaja. Saking suksesnya, serialnya sampai diadaptasi di berbagai negara Eropa lainnya, seperti Prancis, Italia, dan Jerman.

Ceritanya berfokus pada Isak Valtersen (Tarjei Sandvik Moe), remaja yang mulai mempertanyakan orientasi seksualnya setelah bertemu Even (Henrik Holm). Hubungan keduanya berkembang di tengah pergulatan Isak dalam menerima perasaannya dan menghadapi berbagai hal yang belum ia pahami tentang Even.

3. One of the Boys (2023)

One of the Boys (dok. Viaplay/One of the Boys)

Buat kamu yang suka serial berepisode pendek, One of the Boys bisa jadi pilihan. Serial asal Denmark ini mengikuti Lau (Jonathan Tage Meinert Pedersen), remaja yang kesulitan menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya karena dianggap feminin. Hidupnya berubah ketika ia bertemu dan jatuh cinta pada anak pindahan bernama Aksel (Jacob Spang Olsen) di kamp khusus laki-laki.

Meski keempat episodenya masing-masing hanya berdurasi sekitar 15–20 menit, serial ini mampu mengangkat beragam isu. Ceritanya mencakup perundungan, penerimaan diri, dan dinamika pertemanan remaja.

4. Prisma (2022)

Prisma (dok. Amazon Prime Video/Prisma)

Prisma menghadirkan Mattia Carrano dalam peran ganda sebagai saudara kembar, Andrea dan Marco, yang memiliki kepribadian serta pergulatan hidup berbeda. Secara garis besar, serial asal Italia ini menyoroti proses mereka dalam mengenali diri sendiri di tengah berbagai tuntutan lingkungan. Di sini, tema queer diwakili oleh perjalanan Andrea.

Andrea mulai mengeksplorasi identitas dan seksualitasnya lewat profil anonim di internet. Pengalaman tersebut membawanya menjalin kedekatan dengan Daniele (Lorenzo Zurzolo), remaja yang sedang mencari arah masa depannya.

5. Smiley (2022)

Smiley (dok. Netflix/Smiley)

Heartstopper versi dewasa mungkin adalah istilah yang tepat untuk menggambarkan serial queer asal Spanyol ini. Ceritanya berpusat pada Álex (Carlos Cuevas), bartender yang baru mengalami patah hati setelah di-ghosting oleh pria yang disukainya. Saat mengirim pesan suara untuk meminta penjelasan, ia justru salah mengirimkannya ke seorang arsitek kikuk bernama Bruno (Miki Esparbé).

Diadaptasi dari drama panggung karya Guillem Clua, Smiley menyuguhkan kisah LGBTQ+ dengan sentuhan komedi romantis. Selain romansa Álex dan Bruno, serial ini juga mengikuti kehidupan asmara dan persoalan pribadi teman-teman mereka di Barcelona.

6. Lost Boys & Fairies (2024)

Lost Boys & Fairies (dok. BBC One/Lost Boys & Fairies)

Selanjutnya, ada Lost Boys & Fairies yang mengangkat perjuangan pasangan gay dalam proses adopsi anak. Pada 2025, serial asal Britania Raya ini berhasil memenangkan International Emmy untuk kategori TV Movie/Mini-Series.

Kisahnya berfokus pada Gabriel (Sion Daniel Young), seniman pertunjukan di klub queer, dan pasangannya, Andy (Fra Fee), yang ingin mengadopsi anak setelah menjalin hubungan selama 8 tahun. Proses tersebut mempertemukan mereka dengan Jake (Leo Harris), bocah berusia tujuh tahun yang berpotensi menjadi anak mereka. Masalahnya, trauma masa lalu bikin Gabriel ragu menjadi orang tua.

7. Proud (2026–sekarang)

Proud (dok. HBO Max/Proud)

Proud menutup daftar ini dengan kisah queer yang lebih gritty dan emosional. Serial asal Polandia ini mengikuti Filip Raczyński (Ignacy Liss), model gay yang hidupnya berubah drastis setelah kakaknya meninggal secara tiba-tiba. Ia harus mengambil tanggung jawab untuk merawat Tosia, keponakannya yang masih bayi.

Perkembangan karakter Filip dari sosok yang semula hidup "semau gue" menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab menjadi salah satu daya tarik Proud. Perjuangannya dalam mengadopsi Tosia di tengah hambatan hukum dan prasangka terhadap orang tua gay juga membuat ceritanya makin menyentuh.

Deretan serial queer Eropa ini membuktikan kalau tema LGBTQ+ punya cakupan konflik yang luas, gak melulu soal romansa manis. Beragam isu yang diangkat bikin ceritanya relevan dan membekas di hati penonton. Kalau kamu sudah menamatkan Heartstopper, lanjut nonton tujuh serial di atas, yuk!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article