Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Serial tentang Perburuan Serial Killer yang Bikin Tegang
adegan dalam serial Furious (dok. Hulu/Furious)
  • The Chestnut Man mengikuti dua detektif memburu pelaku bertanda boneka kastanye dan penguntit yang memakai sajak anak-anak, sementara The Hunting Party mengejar napi berbahaya kabur dari fasilitas rahasia.
  • Anime Monster menyoroti Dr. Kenzo Tenma yang memburu Johan Liebert, bocah yang pernah diselamatkannya dan tumbuh menjadi pembunuh manipulatif, melalui konflik psikologis serta moral.
  • Grotesquerie mengusut pembunuhan ritual bernuansa agama dengan plot twist besar, sedangkan Furious mempertemukan agen FBI Alice Black dengan Catherine, pembunuh pria kaya menggunakan fentanil.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Serial thriller kriminal memang punya daya pikat tersendiri yang bikin penontonnya susah berpaling dari layar. Apalagi kalau ceritanya berfokus pada perburuan pembunuh berantai alias serial killer. Aksi kucing-kucingan yang penuh adu tipu, taktik psikologis, hingga petunjuk misterius dijamin bikin bulu kuduk berdiri.

Meski mengangkat tema serupa, tiap serial punya cara berbeda dalam membangun ketegangan. Ada yang mengandalkan proses penyelidikan realistis, tetapi ada juga yang memadukannya dengan horor dan konspirasi. Kalau kamu lagi cari tontonan seru buat akhir pekan, berikut lima serial tentang perburuan serial killer yang wajib masuk watchlist!

1. The Chestnut Man (2021–sekarang)

adegan dalam serial The Chestnut Man (dok. Netflix/The Chestnut Man)

The Chestnut Man memulai daftar ini dengan kisah perburuan serial killer di kota Kopenhagen, Denmark. Berjalan selama dua musim, serial Netflix ini mengikuti dua detektif, Naia Thulin (Danica Curcic) dan Mark Hess (Mikkel Boe Følsgaard), yang bekerja sama untuk mengungkap serangkaian pembunuhan brutal. Di setiap lokasi kejahatan, pelaku selalu meninggalkan boneka kecil yang terbuat dari buah kastanye sebagai ciri khasnya.

Di musim kedua, Thulin dan Hess kembali berhadapan dengan kasus baru yang tidak kalah mengerikan. Kali ini, mereka memburu seorang penguntit misterius yang meneror serta menculik korbannya melalui rangkaian sajak anak-anak. Perubahan pola teror tersebut membuat penyelidikan mereka makin mencekam dan sulit ditebak.

2. The Hunting Party (2025–2026)

adegan dalam serial The Hunting Party (dok. NBC/The Hunting Party)

Jika The Chestnut Man menampilkan satu kasus pembunuhan per musim, serial NBC ini berfokus pada satu pelaku yang harus segera ditangkap dalam setiap episodenya. The Hunting Party berawal ketika fasilitas bawah tanah rahasia bernama The Pit meledak secara misterius dan membuat para narapidana paling berbahaya kabur. Pemerintah pun membentuk sebuah tim khusus untuk memburu mereka.

Tim tersebut dipimpin oleh Rebecca Henderson (Melissa Roxburgh), mantan profiler FBI yang kehilangan reputasinya setelah sebuah kasus besar. Ia kemudian bekerja sama dengan agen CIA Jacob Hassani (Patrick Sabongui) dan penjaga penjara Shane Florence (Josh McKenzie). Gak cuma mengejar para serial killer yang kabur, mereka juga harus mengungkap konspirasi pemerintah yang selama ini berusaha ditutupi.

3. Monster (2004)

adegan dalam serial Monster (dok. Madhouse/Monster)

Ranah anime juga punya kisah tentang perburuan serial killer yang menegangkan lewat Monster. Diangkat dari manga karya Naoki Urasawa, serial garapan Madhouse ini berpusat pada Dr. Kenzo Tenma, ahli bedah saraf yang menyelamatkan nyawa bocah bernama Johan Liebert. Namun, semua itu berubah ketika Tenma tahu kalau Johan tumbuh menjadi seorang serial killer yang cerdas dan manipulatif.

Berbeda dari serial kriminal kebanyakan, Monster lebih menyoroti sisi psikologis serta konflik moral para karakternya. Rasa bersalah Tenma yang mendorongnya meninggalkan pekerjaan dan memburu Johan menjadi penggerak cerita. Menariknya, anime ini juga punya berbagai subplot yang gak kalah menarik dan tetap terhubung dengan cerita inti.

4. Grotesquerie (2024)

adegan dalam serial Grotesquerie (dok. FX/Grotesquerie)

Konsep perburuan serial killer yang lebih mind-blowing dibawa oleh serial FX yang satu ini. Digarap oleh Ryan Murphy, Grotesquerie membangun atmosfer mencekam lewat simbolisme agama dan unsur body horror yang mengganggu. Murphy juga menyisipkan tema tentang iman, rasa bersalah, dan sisi gelap manusia yang bikin ceritanya makin kompleks.

Tokoh utama Grotesquerie adalah Detektif Lois Tryon (Niecy Nash-Betts) yang bergulat dengan kecanduan alkohol. Dibantu biarawati sekaligus jurnalis investigasi bernama Sister Megan (Micaela Diamond), keduanya menyelidiki serangkaian pembunuhan ritual yang meninggalkan simbol-simbol religius di setiap lokasi kejahatan. Setidaknya, itulah yang diyakini penonton sampai sebuah plot twist besar terungkap di pertengahan cerita.

5. Furious (2026–sekarang)

adegan dalam serial Furious (dok. Hulu/Furious)

Tahun ini, Hulu punya Furious yang menghadirkan aksi petak umpet antara agen FBI dan pembunuh berantai. Agen tersebut adalah Alice Black (Emmy Rossum) yang berusaha melacak Catherine (Lola Petticrew), wanita misterius yang menargetkan pria-pria kaya menggunakan dosis mematikan fentanil. Seiring berjalannya cerita, masa lalu kedua perempuan ini bakal mulai saling terhubung.

Furious diciptakan oleh Elizabeth Meriwether yang sebelumnya sukses menggarap The Dropout. Ceritanya terinspirasi dari sosok Furies dalam mitologi Yunani, yaitu tiga dewi pembalas dendam yang menghukum kejahatan terhadap tatanan alam. Duel psikologis yang dibangun lewat trauma kedua tokohnya bikin serial ini cocok buat pencinta kisah perburuan serial killer.

Ketegangan, misteri, dan permainan psikologis menjadi alasan kisah perburuan serial killer selalu menarik untuk diikuti. Jadi, serial mana yang paling bikin kamu penasaran buat segera ditonton, nih?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article