Character sheet Prakasa Kitabuming (dok. instagram.com/jokoanwar)
Dalam character sheet, latar belakang Prakasa Kitabuming dibuat sangat detail dan tragis. Ia lahir di Solo pada 3 Maret 1965, mirip tanggal lahir seorang tokoh ternama. Kedua orangtuanya bekerja sebagai pembantu rumah tangga keluarga bangsawan Keraton Surakarta. Sejak kecil, Prakasa dibesarkan dengan nilai kehormatan yang sangat kuat.
Prakasa muda kemudian tumbuh menjadi mahasiswa idealis di Universitas Indonesia Utama jurusan Ilmu Sosial dan Politik. Ia dikenal sebagai orator ulung yang aktif menentang rezim Orde Baru dan turun langsung dalam berbagai gerakan mahasiswa. Namun hidupnya perlahan berubah setelah masuk dunia politik. Idealismenya mulai luntur ketika ia melihat korupsi sebagai sesuatu yang "normal." Dari politik, ia masuk bisnis tambang batu bara, menjalin kolusi dengan pejabat, aparat, hingga elite kekuasaan demi memperluas pengaruh dan kekayaannya.
Transformasi Prakasa terasa tragis, karena ia berubah dari sosok aktivis menjadi simbol oligarki yang rakus. Ia memiliki vila di luar negeri, apartemen rahasia, koleksi properti mewah, hingga kehidupan pribadi yang dipenuhi skandal perempuan dan korupsi. Puncaknya terjadi ketika ia terseret kasus mega korupsi Rp20 triliun terkait proyek tambang di Kalimantan. Meski divonis 5 tahun penjara di Labuhan Angsana, hukuman itu terasa ringan di mata publik. Bahkan, Prakasa tetap hidup nyaman dalam sel mewah.
Namun di balik seluruh kekuasaan dan keserakahannya, Prakasa masih menyimpan foto ibunya. Ada sisi rapuh yang sesekali muncul ketika malam tiba dan ia harus berhadapan dengan dirinya sendiri. Lapisan inilah yang membuat karakter Prakasa terasa begitu manusiawi sekaligus mengerikan.