Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Sutradara yang Pernah Dikritik Pedas oleh Quentin Tarantino

5 Sutradara yang Pernah Dikritik Pedas oleh Quentin Tarantino
Quentin Tarantino menyutradarai Death Proof (dok. Dimension Films/Death Proof)
Intinya Sih
  • Quentin Tarantino dikenal karena komentarnya yang blak-blakan terhadap sutradara lain, memicu perdebatan di kalangan pecinta film tentang gaya dan pandangannya terhadap dunia perfilman.
  • Ia pernah mengkritik keras David Lynch, Jean-Luc Godard, Alfred Hitchcock, John Ford, hingga Wes Craven dengan alasan berbeda mulai dari gaya penyutradaraan hingga isu representasi budaya.
  • Kritik Tarantino menunjukkan pandangan uniknya tentang sinema: menolak konvensi klasik, menilai ulang pengaruh besar sutradara legendaris, dan menegaskan identitas artistiknya yang kontroversial.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Quentin Tarantino dikenal bukan cuma film-filmnya yang penuh dialog tajam dan kekerasan bergaya unik, tetapi juga karena komentarnya yang sering blak-blakan. Sutradara di balik Pulp Fiction dan Kill Bill ini tidak pernah ragu mengungkapkan pendapatnya soal dunia perfilman, bahkan kalau itu berarti harus mengkritik sutradara legendaris yang sangat dihormati banyak orang.

Menariknya, kritik Tarantino sering memicu perdebatan besar di kalangan pecinta film. Ada yang menganggap komentarnya terlalu kasar, tapi ada juga yang merasa pendapatnya justru menarik karena datang dari sesama filmmaker besar. Dari sutradara klasik sampai maestro arthouse, berikut beberapa nama besar perfilman yang pernah mendapat komentar pedas dari Quentin Tarantino.

1. David Lynch

David Lynch
David Lynch (dok. Hideout Films/David Lynch: The Art of Life)

Hubungan Quentin Tarantino dengan karya David Lynch bisa dibilang cukup rumit. Saat Twin Peaks: Fire Walk With Me dirilis pada 1992, film itu memang membelah penonton karena gaya surealisnya yang makin liar dan sulit dipahami. Tarantino termasuk salah satu yang benar-benar tidak menyukainya.

Ia bahkan pernah mengatakan bahwa Lynch terlalu jauh tenggelam dalam dunianya sendiri sampai membuatnya malas menonton film Lynch lagi. Komentar itu tentu mengejutkan karena Lynch dikenal sebagai salah satu sutradara paling unik dalam sejarah perfilman Amerika.

Banyak kritikus justru memuji kedalaman simbolisme dan atmosfer aneh di film-filmnya. Perdebatan antara gaya Lynch dan Tarantino bahkan sempat dibahas panjang oleh penulis David Foster Wallace, yang menilai Lynch jauh lebih tertarik pada makna di balik kekerasan, sementara Tarantino lebih fokus pada tontonan kekerasannya sendiri.

2. Jean-Luc Godard

Jean-Luc Godard, Valérie Allain, dan Marion Peterson di Aria
Jean-Luc Godard, Valérie Allain, dan Marion Peterson di Aria (dok. Lighyear Ent./Aria)

Dulu, Tarantino sebenarnya sangat mengidolakan Jean-Luc Godard. Ia bahkan menamai rumah produksinya, A Band Apart, terinspirasi dari film Godard tahun 1964, Bande à part. Tarantino juga pernah menyebut Godard sebagai sosok revolusioner yang mengubah dunia perfilman seperti Bob Dylan mengubah dunia musik.

Pengaruh French New Wave memang cukup terasa dalam beberapa film awal Tarantino. Namun hubungan kekaguman itu perlahan berubah dingin setelah Godard justru mengkritik balik Tarantino. Sutradara asal Prancis tersebut menyebut karya Tarantino tidak autentik dan bahkan meremehkan pilihan nama rumah produksinya.

Setelah itu, Tarantino mulai mengaku bahwa dirinya bukan lagi penggemar besar Godard. Ia merasa gaya Godard hanya cocok dikagumi dalam fase tertentu sebelum akhirnya ditinggalkan seiring berkembangnya selera film seseorang.

3. Alfred Hitchcock

Alfred Hitchcock dan Frederick Stafford di Topaz
Alfred Hitchcock dan Frederick Stafford di Topaz (dok. Universal Pictures/Topaz)

Mengkritik Alfred Hitchcock tentu bukan hal yang biasa, mengingat ia sering disebut sebagai “Master of Suspense.” Namun Tarantino punya pandangan cukup berbeda. Meski tetap mengakui Hitchcock sebagai pelopor besar perfilman thriller, Tarantino merasa beberapa sutradara yang terinspirasi darinya justru berhasil mengembangkan ide-idenya dengan lebih menarik.

Tarantino bahkan pernah menyebut North by Northwest sebagai film yang sebenarnya cukup biasa saja meskipun dianggap klasik oleh banyak orang. Ia juga mengaku sering tidak puas dengan babak akhir film-film Hitchcock karena menurutnya terasa melemah di penghujung cerita. Meski begitu, Tarantino tetap menghormati keterbatasan era 1950-an yang membuat Hitchcock tidak bisa sebebas sutradara modern dalam menampilkan ide-ide gelapnya di layar.

4. John Ford

John Ford
John Ford (dok. 20th Century Fox)

Kalau banyak sutradara memuja John Ford sebagai legenda film western, Tarantino justru terang-terangan mengatakan dirinya tidak menyukai Ford. Kritiknya bukan cuma soal gaya penyutradaraan, tetapi juga bagaimana film-film Ford menggambarkan penduduk asli Amerika. Menurut Tarantino, film western klasik Ford ikut mempertahankan pandangan rasis yang merendahkan kelompok non-kulit putih.

Selain itu, Tarantino juga merasa visual khas Ford terlalu dilebih-lebihkan oleh banyak kritikus. Dalam urusan western, ia jauh lebih mengidolakan Sergio Leone, sutradara The Good, the Bad and the Ugly. Pengaruh Leone memang sangat terasa dalam karya Tarantino, terutama dalam penggunaan musik dramatis, close-up ekstrem, dan adegan penuh tensi yang terasa seperti opera kekerasan.

5. Wes Craven

Wes Craven di The Fear
Wes Craven di The Fear (dok. Devin Ent./The Fear)

Melihat kecintaan Tarantino pada darah dan adegan brutal, banyak orang mungkin mengira ia akan sangat menyukai Wes Craven, pencipta Scream dan A Nightmare on Elm Street. Namun ternyata tidak sepenuhnya begitu. Tarantino pernah mengatakan bahwa ia kurang suka dengan cara Craven menyutradarai Scream karena menurutnya film itu tidak cukup gila dan masih terlalu tertahan.

Ia bahkan menyebut gaya penyutradaraan Craven seperti rantai besi yang membuat Scream tidak bisa mencapai potensi maksimalnya. Ada kemungkinan komentar itu juga dipengaruhi pengalaman pribadi, karena Tarantino pernah mengungkap bahwa Craven meninggalkan pemutaran Reservoir Dogs akibat tidak tahan melihat adegan penyiksaan di film tersebut.

Perbedaan pandangan soal kekerasan dalam film tampaknya menjadi salah satu alasan mengapa keduanya punya pendekatan yang sangat berbeda terhadap genre horor. Quentin Tarantino memang dikenal sebagai sosok yang sulit menyembunyikan opininya tentang dunia perfilman. Dari semua komentar pedas Tarantino di atas, pendapat mana yang menurutmu paling mengejutkan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Hella Pristiwa
EditorHella Pristiwa

Related Articles

See More