Teuku Rizky Minta Maaf ke Sutradara Usai Syuting di Liang Kubur, Why?

- Teuku Rizky kesulitan menyelesaikan adegan di liang kubur dalam film Seni Merayu Tuhan karena terus menangis dan sempat nge-blank, hingga meminta maaf kepada sutradara Cesa David Luckmansyah.
- Untuk mendalami peran Khatib, Teuku Rizky dan Ari Irham mengikuti workshop azan yang membahas pelafalan, panjang-pendek bacaan, serta makna seruan salat.
- Usai syuting, Rizky lebih rutin menghubungi ibunya; Rieke Diah Pitaloka menerapkan makna Jumat Berkah dengan mempromosikan produk UMKM secara gratis.
Jakarta, IDN Times - Teuku Rizky kembali ke layar lebar lewat film terbaru berjudul Seni Merayu Tuhan. Disutradarai oleh Cesa David Luckmansyah, film ini cukup mencuri perhatian karena diadaptasi dari buku best seller karya Habib Ja’far.
Memerankan karakter bernama Khatib, Teuku Rizky mendapat pengalaman yang tak terlupakan saat menjalani salah satu adegan di liang kubur. Ia bahkan mengaku kesulitan untuk menyelesaikan adegan tersebut hingga akhirnya harus meminta maaf kepada sang sutradara. Kenapa?
1. Syuting di liang kubur, Teuku Rizky minta maaf ke sutradara karena gak berhenti nangis

Kepada IDN Times, Jumat (24/7/2026), Teuku Rizky menceritakan bahwa syuting di liang kubur menjadi salah satu pengalaman paling menantang selama proses pengambilan gambar film Seni Merayu Tuhan. Ia tak menyangka adegan tersebut akan jauh lebih emosional dari yang dibayangkannya.
Rizky bahkan menyebut tangisnya tak kunjung berhenti hingga ia kesulitan menuntaskan adegan tersebut. Karena itulah, ia sampai meminta maaf kepada sutradara Cesa David Luckmansyah.
“Gue sama Kang Cesa akhirnya sempat minta maaf karena begitu adegan di liang kubur itu, gue nangis gak berhenti-berhenti. Gue nge-blank dan ternyata intense banget ya rasanya berada di bawah,” kata Teuku Rizky dalam sesi roundtable interview di kantor IDN, Jakarta.
Menurut Rizky, suasana yang sunyi serta sempit di liang kubur tersebut membuatnya larut dalam adegan hingga sempat membayangkan jika peristiwa tersebut benar-benar terjadi dalam kehidupannya.
“Lo cuma fokus sama apa yang ada di situ, ada gue, ada Hikmah, terus ada yang di jenazah gitu. Gue kayak, gila nih kalau terjadi di kehidupan gue beneran.”
2. Workshop azan bareng Ari Irham

Selain menceritakan momen emosional di balik syuting di liang kubur, Teuku Rizky juga mengungkap persiapan untuk mendalami perannya di film Seni Merayu Tuhan. Salah satunya mengikuti workshop azan bersama Ari Irham.
Menurut Rizky, selama workshop, mereka tidak hanya belajar cara melafalkan azan dengan baik dan benar, tetapi juga memahami makna dari setiap bagiannya.
“Ngomongin azan, itu workshop kita azan. Gue sama Ari workshop azan untuk lebih mengetahui, seruan salat dari Allahu Akbar… Allahu Akbar… itu ada maknanya. Kita juga belajar panjang pendeknya.”
Workshop tersebut berlangsung di rumah Rieke Diah Pitaloka yang berada di Depok. Sambil bercanda, Rizky menggambarkan suasana kegiatan itu terasa santai seperti sedang main ke rumah teman. Karena pasalnya, pada saat itu, Rieke sendiri justru sedang tidak berada di rumahnya. Hihihi~
3. Teuku Rizky jadi lebih sering menghubungi ibunya usai syuting Seni Merayu Tuhan

Di sisi lain, Teuku Rizky tak menampik bahwa film Seni Merayu Tuhan membawa pengaruh besar dalam kehidupan pribadinya. Salah satunya, ia kini jadi lebih sering menghubungi sang ibu dan menyadari tentang pentingnya menjaga komunikasi dengan keluarga.
“Gue jadi lebih sering nelfon nyokap gue. Sekarang setidaknya sehari 5-10 menit untuk nanyain kabarnya aja gitu dan itu jadi penting sekali karena sebelumnya gue gak pernah melakukan itu,” ungkap Teuku Rizky dengan mata berkaca-kaca.
Sebagai pemeran Halimah, Rieke Diah Pitaloka juga mengaku mendapat banyak pelajaran berharga dari film ini. Salah satu hal yang paling membekas baginya adalah makna dari kegiatan Jumat Berkah yang digambarkan dalam film tersebut. Menurut Rieke, Jumat Berkah dalam film ini tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas berbagi kepada orang lain, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun hubungan dan saling menguatkan antar sesama.
“Jumat Berkah ini bukan dimaknai hanya dengan setiap Jumat bagi materi ke orang. Ada dapur kecil tempat mereka memasak bersama. Dapur yang biasanya wilayah privat hanya untuk keluarga, itu menjadi arena komunikasi bersama dari Pak RT, tetangga-tetangga, ibu-ibu. Di situ mereka cerita, berbagi kisah dan saling menguatkan,” kata Rieke.
Pengalaman tersebut rupanya turut memengaruhi kehidupan Rieke di luar film. Setelah menjalani proses syuting, ia mulai menerapkan konsep Jumat Berkah versinya sendiri dengan membantu mempromosikan produk UMKM secara gratis.
“Pokoknya semenjak syuting itu aku sekarang bikin Jumat Berkah. Jumat Berkahku, endorse UMKM secara free. Mereka kirim produk, gak usah banyak-banyak. Aku bener-bener menemukan Jumat Berkahku ini karena aku bertemu dengan Ibu Halimah di Seni Merayu Tuhan,” lanjutnya.




















