Jakarta, IDN Times - Di era musik saat ini, ada cukup banyak lagu yang dirancang agar TikTokable. Fenomena tersebut muncul sebagai respons terhadap perubahan cara orang mengonsumsi musik di era digital.
Jika dulu lagu dapat dinikmati secara utuh melalui album atau radio, kini banyak pendengar pertama kali mengenal lagu justru dari potongan pendek di media sosial. Hal inilah yang kemudian membuat bagian tertentu dari lagu menjadi sangat penting karena bisa langsung menarik perhatian dalam hitungan detik.
Dari sisi industri, tren ini pun juga dipengaruhi oleh algoritma platform, termasuk TikTok yang mendorong konten singkat, mudah diulang, dan mudah diingat. Akibatnya, banyak produser dan musisi yang mulai menyesuaikan struktur lagu agar memiliki bagian yang bisa dipakai pengguna sebagai latar video hingga berpotensi menjadi viral.
Nah, di tengah tren tersebut, The Changcuters justru memilih untuk tidak mengikuti arus yang sama. Tria, vokalis The Changcuters, menegaskan, mereka tidak pernah menjadikan unsur TikTokable sebagai acuan utama dalam proses berkarya.
