The Changcuters Tak Kejar Lagu TikTokable, Andalkan Workshop Berlima

Jakarta, IDN Times - Di era musik saat ini, ada cukup banyak lagu yang dirancang agar TikTokable. Fenomena tersebut muncul sebagai respons terhadap perubahan cara orang mengonsumsi musik di era digital.
Jika dulu lagu dapat dinikmati secara utuh melalui album atau radio, kini banyak pendengar pertama kali mengenal lagu justru dari potongan pendek di media sosial. Hal inilah yang kemudian membuat bagian tertentu dari lagu menjadi sangat penting karena bisa langsung menarik perhatian dalam hitungan detik.
Dari sisi industri, tren ini pun juga dipengaruhi oleh algoritma platform, termasuk TikTok yang mendorong konten singkat, mudah diulang, dan mudah diingat. Akibatnya, banyak produser dan musisi yang mulai menyesuaikan struktur lagu agar memiliki bagian yang bisa dipakai pengguna sebagai latar video hingga berpotensi menjadi viral.
Nah, di tengah tren tersebut, The Changcuters justru memilih untuk tidak mengikuti arus yang sama. Tria, vokalis The Changcuters, menegaskan, mereka tidak pernah menjadikan unsur TikTokable sebagai acuan utama dalam proses berkarya.
1. Bukan TikTokable, workshop berlima jadi pedoman utama karya-karya The Changcuters

Dalam sesi press conference yang berlangsung di Queens Head, Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (25/6/2026), Tria menjelaskan, pedoman utama dalam proses kreatif di balik lahirnya karya-karya The Changcuters adalah sistem workshop yang melibatkan semua personel, bukan berorientasi pada tren seperti “TikTokable”.
Tria tak menampik bahwa dalam setiap proses penciptaan karya, selalu ada pertimbangan dari seluruh personel yang secara tidak langsung turut dipengaruhi oleh perkembangan industri hiburan. Oleh sebab itu, ia pun menegaskan The Changcuters tidak membuat lagu yang harus “TikTokable.”
“Bukan yang kayak misalnya kita bikin yang TikTokable. Itu gak akan pernah ada kata-kata itu,” kata vokalis The Changcuters itu.
2. Meski tidak mengerjar tren, The Changcuters tetap peka terhadap perkembangan zaman

Tria melanjutkan, meski The Changcuters tidak secara khusus mengikuti tren tertentu, mereka mengaku tetap memperhatikan kondisi dan perkembangan industri musik saat ini dalam proses berkarya.
“Spesifiknya kalau kamu berlima, entah karena emang pekerjaan kami di dunia industri hiburan. Jadi maksudnya harus tetap tahu. Jadi pasti otomatis setiap pembuatan karya itu udah ada pertimbangan-pertimbangan yang mungkin dipengaruhi oleh hal-hal seperti itu,” lanjutnya.
Tria kemudian mencontohkan, dalam proses penggarapan lagu, diskusi antarpersonel sering kali dipengaruhi oleh pengalaman masing-masing anggota. Hal tersebut yang kerap menjadi bahan pertimbangan dalam proses pengkoreksian lirik maupun aransemen. Kendati demikian, pada akhirnya setiap karya yang dihasilkan justru memiliki sentuhan dari pengalaman nyata para personelnya dan tetap relevan.
“Jadi meskipun dari segi musiknya, dari segi liriknya gitu pasti akan ada pengkoreksian dan kita kadang tahu kenapa dikoreksi. Misalkan Qibil yang mengkoreksi. Qibil lagi ada pengalaman. Nah, itu kadang-kadang suka masuk. Jadi sedikit banyaknya pengaruh yang terjadi di saat ini kalau menurut saya kayak gitu.”
Sambil bercanda, Tria menyebut bahwa mereka juga tidak melakukan survei khusus dalam proses berkarya, termasuk hal-hal yang bersifat tren sesaat. “Survei dulu, pacaran sekarang gimana? Gak!” lanjut Tria.
3. Tak ingin karya The Changcuters dimodifikasi untuk hal-hal yang berdampak negatif

Selain menjelaskan proses kreatif di balik penciptaan karya-karya The Changcuters, Tria juga menegaskan sikapnya terhadap lagu-lagu mereka yang dimodifikasi oleh pihak lain. Ia menegaskan bahwa The Changcuters tidak akan membiarkan karya mereka dimodifikasi jika kemudian menimbulkan dampak negatif.
“Kita mungkin gak akan membolehkan karya kita setelah misalnya karya itu dimodifikasi orang terus tiba-tiba ada hal negatif,” pungkasnya.
The Changcuters sendiri saat ini sedang sibuk mempromosikan album ke-8 mereka yang bertajuk WOW MA. Resmi dirilis pada 17 Juni 2026, album ini terdiri dari 11 lagu, termasuk “Rahasia”, “Party Partai”, “Teman Bertumbuh” dan masih banyak lagi.

















