Timo Tjahjanto soal Film Beradegan Dewasa: Gak Casting Anak Belasan Tahun

- Timo Tjahjanto menegaskan proses casting film beradegan dewasa tidak boleh melibatkan adegan sensual dan harus dijelaskan sejak awal kepada calon aktor.
- Ia menekankan tahap reading dan persiapan wajib dilakukan di lingkungan transparan tanpa komunikasi pribadi antara sutradara dan aktor.
- Timo juga menyoroti pentingnya kehadiran Intimacy Coordinator, idealnya perempuan, serta melarang keras casting untuk anak di bawah umur.
Warga X dikejutkan dengan pengakuan A, korban pelecehan seksual di bawah umur yang diduga dilakukan sutradara E. Di dalam unggahannya, A menceritakan pengalaman casting proyek film thriller yang berujung kejadian tidak menyenangkan tersebut.
Usai thread itu viral, beberapa filmmaker turut memberikan respons, salah satunya Timo Tjahjanto. Selain mengungkapkan kegeramannya terhadap pelaku, ia juga menjawab pertanyaan salah satu warganet tentang proses casting film yang memiliki adegan dewasa. Berikut respons Timo Tjahjanto.
1. Sejak awal harus sudah dijelaskan jika ada adegan dewasa dan tidak dilakukan saat casting

Seorang warganet bertanya kepada Timo melalui X, apakah para aktor sudah harus melakoni adegan dewasa sejak tahap casting sebuah film. Dengan tegas, Timo Tjahjanto menjelaskan bahwa proses casting yang benar bukan seperti itu.
"Kagak ada gituan. Dari pertama dibilang ada adegan dewasa. Tapi kalau loe filmmaker profesional, loe akan, 'NGGAK Casting pake adegan dewasa itu,’” kata sutradara film Nobody 2 (2025) itu melalui akun X @timobros pada Senin (23/2/2026).
2. Ketika memasuki tahap reading, harus dilakukan di lingkungan yang transparan dan kondusif

Selain itu, ketika sudah memasuki tahap reading, blocking, atau persiapan, harus dilakukan secara transparan dan kondusif. Pengalaman yang A alami, seperti berkirim pesan secara langsung dengan sutradara, tidak pernah diperbolehkan.
"Pas nanti masuk ranah reading atau blocking atau preparation, kagak ada yang namanya japri sama sutradara, ALWAYS di environment transparan dan kondusif," lanjutnya.
3. Film beradegan dewasa harus ada Intimacy Coordinator yang biasanya perempuan

Hal lain yang tidak kalah penting adalah menghadirkan Intimacy Coordinator di produksi film beradegan panas. Tujuannya agar aktor bisa merasa nyaman saat melakoni adegan dan kru film tahu di mana batasan-batasannya. Sebagai contoh, film rilisan tahun 2025, seperti Gowok: Kamasutra Jawa dan Legenda Kelam Malin Kundang memiliki Intimacy Coordinator untuk adegan dewasa para aktornya.
"ALWAYS adakan kehadiran Intimacy Coordinator, yang proper emang perempuan. Dan kenapa perempuan, ya loe tau lah," tulis Timo di dalam cuitannya tersebut.
Sebelum menutup cuitannya, Timo juga menambahkan, film beradegan dewasa seharusnya tidak meng-casting anak belasan tahun dan di bawah umur.








![[QUIZ] Berasal dari Klan Manakah Kamu di Jujutsu Kaisen?](https://image.idntimes.com/post/20260222/upload_a9b27840dcdf348b8e3f37a4fdeb6922_dd796a3b-6a9c-43e1-b226-7b006925e80f.jpg)









