Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tinggalkan Balet, Sona Kalyana Pilih Masuk JKT48
Sona JKT48 (instagram.com/jkt48.u16)
  • Sona, trainee JKT48 generasi 14, pernah menekuni balet selama sekitar enam tahun sejak usia 4 tahun, juga belajar tari tradisional dan hip-hop serta mengikuti lomba.
  • Setelah terpukau penampilan JKT48 di festival Rendezvous 2024, Sona mencoba audisi generasi 13 lalu berhasil pada generasi 14 dan diperkenalkan 14 Februari 2026.
  • Selama menjadi trainee, Sona belajar mengontrol rasa resah, membiasakan membaca fantasi, dan berkembang dari introvert menjadi lebih mudah bersosialisasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sona merupakan trainee generasi 14 yang memiliki jikoshoukai catchy, yaitu "Hip-hop! Aku Sona, buat kamu terpesona!". Dari jikoshoukai tersebut, penggemar pasti menebak bahwa Sona sudah lebih dulu menekuni dance hip-hop sebelum masuk JKT48. Namun, siapa sangka, ia ternyata pernah belajar balet dan tari tradisional juga, loh!

Sona mendalami balet sejak usia belia selama kurang lebih 6 tahun hingga mencapai level menengah. Lalu, kira-kira apa yang membuat Sona memutuskan masuk JKT48 setelah meninggalkan balet? Cari tahu jawabannya dalam artikel berikut ini!

1. Balet sejak umur 4 tahun, Sona ingin jadi member JKT48 setelah menonton grup ini di festival musik

Sona JKT48 (instagram.com/jkt48.u16)

Sona sudah menekuni dunia balet sejak usia 4 tahun, sebelum akhirnya berhenti sekitar 6 tahun kemudian saat kelas 5 SD usai mencapai grade 5 atau setara level menengah. Selain balet, ia ternyata sempat belajar tari tradisional seperti Ratoh Jaroe hingga dance hip-hop. Ia bahkan pernah berpartisipasi dalam sejumlah perlombaan hingga membawa pulang gelar juara.

Tak lama usai memutuskan berhenti balet, Sona sempat kebingungan mencari wadah baru untuk menyalurkan bakat menarinya. Suatu hari, ia melihat video member JKT48 di media sosial dan menonton penampilan grup ini secara langsung di festival musik "Rendezvous" tahun 2024. Pesona JKT48 di atas panggung sukses membuatnya kagum sekaligus memunculkan ketertarikan untuk menjadi salah satu bagian dari grup ini.

Sekitar sebulan setelah momen tersebut, JKT48 membuka audisi generasi 13 dan Sona mencoba mendaftarkan diri. Meski saat itu belum berhasil lolos, semangat pantang menyerahnya membuat Sona kembali mencoba peruntungan di audisi generasi 14. Perjuangannya berbuah manis dan akhirnya ia resmi diperkenalkan sebagai trainee generasi 14 pada 14 Februari 2026, tepat pada usianya yang ke-14.

2. Sona sedang membiasakan diri membaca buku, ini genre favoritnya!

Sona JKT48 (instagram.com/jkt48.u16)

Selama setahun terakhir, Sona menantang dirinya sendiri untuk mulai rajin membaca buku. Padahal, remaja kelahiran 2011 ini awalnya sama sekali tidak suka dengan kegiatan tersebut, tapi ia ingin merasakan kepuasan setelah menamatkan 1 buku penuh.

Dari sekian banyak pilihan bacaan, fantasi menjadi genre yang paling difavoritkan oleh Sona. Alur cerita fiksi yang penuh imajinasi dan keajaiban memang kerap membuat pemula semakin betah dengan kegiatan membaca.

3. Sering merasa resah, Sona banyak belajar kontrol emosi selama jadi trainee JKT48

Sona JKT48 (instagram.com/jkt48.u16)

Selama menjalani masa trainee, Sona menyadari dirinya mudah merasa resah dan mengkhawatirkan hal-hal yang belum tentu terjadi. Misalnya, ia kerap merasa takut salah membawakan koreografi atau takut mendapat teguran dari pelatih. Perasaan semacam ini sering muncul, bahkan tanpa alasan pasti, hingga membuatnya mudah panik sendiri.

Saat sedang berdiam diri dan kondisinya baik-baik saja, Sona bisa mendadak dilanda perasaan buruk sehingga membuatnya tidak bisa menjalani hari dengan tenang. Menyadari kondisi tersebut, Sona akhirnya perlahan belajar untuk lebih mengontrol emosinya.

4. Dulunya introvert, Sona merasa kini lebih mudah bersosialisasi

Sona JKT48 (instagram.com/jkt48.u16)

Sona kini mendeskripsikan dirinya sebagai sosok ambivert yang mudah beradaptasi di berbagai lingkungan. Padahal, sebelum bergabung dengan JKT48, ia merupakan seorang introvert yang sempat kesulitan untuk bersosialisasi.

Namun, sejak menjadi trainee JKT48, ia perlahan mulai terbiasa berinteraksi dengan banyak orang, mulai dari fans, staf, hingga sesama anggota JKT48. Teman-teman segenerasinya pun menyadari bahwa Sona yang sekarang jauh lebih luwes dalam bersosialisasi.

Deretan fakta dan latar belakang Sona yang baru terungkap melalui program "Cornelos' Invitation" ini ternyata sangat menarik, ya! Jadi, apakah kamu semakin tertarik menjadikan sang Jenderal Kagami ini sebagai oshi kamu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article