Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Cerita Carissa JKT48 yang Jadi Idol Karena Dorongan Orang Tua

4 min read
Cerita Carissa JKT48 yang Jadi Idol Karena Dorongan Orang Tua
Carissa JKT48 (instagram.com/jkt48.u16)
  • Carissa, trainee generasi 14 JKT48 kelas 1 SMA, awalnya bercita-cita menjadi pramugari dan tidak membayangkan karier idol, meski menyukai KPop serta JPop.
  • Dorongan ayah membawanya mengikuti audisi JKT48; setelah lupa mendaftar karena tugas sekolah, Carissa didaftarkan ayah, lolos tahapan seleksi, lalu resmi menjadi trainee.
  • Carissa meminta arahan Oniel tentang MC, fanservice, dan pembagian waktu sekolah-latihan; Oniel menekankan ekspresi jujur, apresiasi tulus kepada fans, disiplin, serta fokus berkembang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Carissa dikenal sebagai trainee generasi 14 yang memiliki kemampuan vokal serta tari yang terbilang seimbang dan mumpuni. Siapa sangka, keputusannya bergabung sebagai trainee idol di JKT48 ternyata bukanlah keinginan pribadinya.

Remaja kelahiran 2012 yang kini duduk di bangku kelas 1 SMA tersebut awalnya justru bercita-cita menjadi pramugari. Namun, sang ayah malah mendorongnya untuk mencoba peruntungan lewat audisi JKT48. Yuk, simak kisah selengkapnya berikut ini!

  1. 1. Carissa sering berimajinasi masuk ke dalam dunia drama Korea

    Carissa JKT48
    Carissa JKT48 (instagram.com/jkt48.u16)

    Carissa memang hobi menonton drama Korea, namun siapa sangka sebelum tidur ia sering berimajinasi masuk ke dalam dunia fiksi tersebut. Ia sangat menggemari drama Korea dengan genre romance-comedy.

    Selain itu, Carissa juga gemar membaca buku untuk mengisi waktu luangnya saat sedang tidak ada kegiatan. Menurutnya, kebiasaan membaca buku ini turut mengasah imajinasinya.

  2. 2. Pesimis jadi pramugari karena tinggi badan, ayah Carissa dorong ikut audisi JKT48

    Carissa JKT48
    Carissa JKT48 (instagram.com/jkt48.u16)

    Carissa sebenarnya sempat bercita-cita menjadi seorang pramugari. Kala itu, ia merasa terpukau melihat pramugari berjalan menarik koper dan memiliki intonasi suara khas yang menurutnya sangat keren. Namun, ia merasa pesimis tinggi badannya bisa memenuhi standar kualifikasi pramugari pada umumnya.

    Suatu hari, saat sedang disibukkan dengan tugas karya ilmiah, sang ayah justru mendorongnya untuk mengikuti audisi JKT48. Carissa hanya mengiyakan saran tersebut karena masih pusing dengan karya ilmiahnya. Saking sibuknya, ia sampai lupa mendaftar dan akhirnya sang ayah yang turun tangan mendaftarkannya ke audisi generasi 14 JKT48 secara online.

    Tak disangka, ia mendapat panggilan untuk mengikuti audisi lanjutan hingga akhirnya resmi diterima sebagai trainee JKT48. Sejak dulu, Carissa ternyata sudah menggemari idol KPop maupun JPop, tapi berkarier sebagai idol bukanlah sesuatu yang pernah ia bayangkan sebelumnya. Kini, ia merasa bangga dengan dirinya sendiri meski harus belajar banyak hal baru dari nol karena ada banyak teman seperjuangan yang membuatnya tidak merasa sendirian.

  3. 3. Carissa minta tips ke Oniel cara membangun MC yang menarik dan memberikan fanservice yang baik

    Carissa JKT48
    Carissa JKT48 (instagram.com/jkt48.u16)

    Melalui program "Cornelos' Invitation" di JKT48 TV, Carissa yang ingin meningkatkan kemampuan public speaking meminta tips kepada Oniel agar bisa menyajikan MC yang menarik bagi audiens. Oniel pun menjawab bahwa MC yang menarik bukanlah sekadar hafalan kata, tapi bagaimana kita bisa memanfaatkan momentum saat berada di atas panggung. Oniel juga memberikan tips agar Carissa lebih jujur dan berani berekspresi supaya MC-nya semakin mengalir dan hidup.

    Carissa kemudian meminta tips memberikan fanservice yang baik sekaligus menceritakan ketakutannya ditinggal fans. Oniel menjelaskan bahwa setiap member pasti memiliki cara fanservice dan pendekatan kepada fans yang berbeda-beda sesuai karakter mereka. Ia menegaskan bahwa hal terpenting bagi seorang idola adalah selalu menghargai dan mengapresiasi fans dengan tulus.

    Oniel menenangkan Carissa dengan mengatakan bahwa fans akan selalu datang dan pergi, sehingga yang terpenting adalah bagaimana ia bisa menghargai waktu dan menikmati momen untuk terus bertumbuh serta berkembang bersama. Oniel berpesan supaya Carissa tidak takut ditinggal fans, tetapi takutlah jika dirinya tidak bisa berkembang. Menurutnya, dengan terus fokus berkembang, fans juga pastinya akan terus berdatangan.

  4. 4. Takut tertinggal dari member lain, Carissa minta tips bagi waktu antara sekolah dan JKT48 ke Oniel

    Carissa JKT48
    Carissa JKT48 (instagram.com/jkt48.u16)

    Carissa yang baru memasuki bangku kelas 1 SMA meminta tips membagi waktu antara sekolah dan JKT48 kepada Oniel yang sudah lebih dulu melewati fase tersebut. Menurut Oniel, kuncinya harus bisa disiplin waktu dengan memaksimalkan fokus di sekolah untuk belajar dan fokus di JKT48 untuk latihan, keduanya harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh serta penuh tanggung jawab. Tips tambahan dari Oniel, Carissa bisa mengerjakan tugas sekolah di rumah dan memanfaatkan waktu perjalanan menuju lokasi latihan untuk mengulik lagu.

    Carissa kemudian membagikan keresahannya belakangan ini yang merasa takut tertinggal dengan teman-temannya dan tidak bisa mencapai target. Menanggapi hal tersebut, Oniel mengingatkan bahwa setiap orang memiliki tempo hidup yang berbeda dan proses itulah yang membentuk kedewasaan. Mereka yang tampak lebih dulu sukses justru melewatkan pengalaman berharga yang sedang dirasakan saat kita merasa tertinggal, jadi usahakan untuk menikmati setiap proses yang ada.

    Terakhir, Oniel berpesan agar Carissa senantiasa melihat segala hal dari sudut pandang positif. Jika targetnya belum tercapai hingga saat ini, hal tersebut bukan berarti dirinya tidak mampu, melainkan karena waktunya yang belum tepat. Pesan dari Oniel, lebih baik bergerak walaupun lambat daripada tidak sama sekali.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More