Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Tips Ampuh Menamatkan Film Berdurasi Lebih dari 3 Jam

Taxi Driver
Taxi Driver (dok. Columbia Pictures/Taxi Driver)
Intinya sih...
  • Pilih film yang benar-benar ingin kamu tonton, bukan hanya karena status klasik atau ingin terlihat seperti sinefil sejati.
  • Pilih waktu dan momen yang tepat untuk menonton film berdurasi panjang, hindari setelah seharian beraktivitas.
  • Utamakan kenyamanan selama menonton film, atur pencahayaan dan sediakan camilan ringan untuk tetap fokus.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Penyakit satu ini terdengar sepele, tetapi sering menjangkiti para sinefil. Apalagi kalau bukan membiarkan sejumlah film mengendap di watchlist mereka selama berbulan-bulan, bahkan hingga bertahun-tahun.

Penyebab munculnya fenomena satu ini cukup beragam. Bisa karena belum ada motivasi, tergoda dengan film terbaru yang sedang viral, hingga durasi film yang terlalu mengintimidasi. 

Satu atau dua jam mungkin masih bisa dihadapi dengan gagah berani. Namun, jika sudah menyentuh tiga jam ke atas, sudah pasti beda cerita. Ditambah realita attention span atau rentang perhatian kita yang memburuk akibat kebiasaan mengkonsumsi konten di media sosial dalam hitungan detik saja? Tidak heran jika kita terus menunda-nunda menonton film-film tersebut.

Buat kamu yang ingin menamatkan film klasik berdurasi fantastis, seperti Stalker (1979), On the Silver Globe (1988), hingga Sátántangó (1994), IDN Times punya tips ampuh yang wajib kamu coba, nih.

1. Pilih film yang benar-benar ingin kamu tonton

500 Days of Summer
500 Days of Summer (dok. Searchlight Pictures)

Film berdurasi panjang, terutama klasik, butuh motivasi yang kuat untuk menontonnya. Jika kamu memilih film tersebut hanya sebatas status klasik atau ingin akun Letterboxd-mu terlihat seperti sinefil sejati, sudah bisa dipastikan pengalaman menontonnya akan terasa berat dan membuat durasinya terasa jauh lebih lama. 

Pilih film yang benar-benar ingin kamu tonton. Entah itu karena dibintangi oleh aktor atau digarap oleh sutradara favoritmu. Atau kamu mendengar banyak ulasan positif tentang film tersebut. Kalau kamu belum memiliki motivasi yang kuat, tidak ada salahnya untuk menundanya. Lagipula, watchlist memang dibuat sebagai wadah untuk menyimpan film-film yang menarik perhatianmu. 


2. Pilih waktu dan momen yang tepat

La La Land
La La Land (dok. Summit Entertainment/La La Land)

Mungkin terdengar agak konyol, tapi menonton film berdurasi panjang perlu strategi yang tepat. Pilih waktu senggang, seperti hari libur di akhir pekan. Hindari menonton setelah seharian beraktivitas. Yang ada, kamu akan tertidur pulas di tengah durasi film. 

Kurang ampuh karena kamu mudah terdistraksi dan gatal ingin mengecek ponsel? Kamu bisa menontonnya langsung di bioskop. Beberapa bioskop di kota besar mulai rutin menggalakkan screening film-film klasik hasil restorasi. Dijamin atensimu akan terfokus pada film seutuhnya. 


3. Utamakan kenyamanan selama menonton film

Joseph Gordon-Levitt dan Zooey Deschanel dalam film 500 Days of Summer
Joseph Gordon-Levitt dan Zooey Deschanel dalam film 500 Days of Summer (dok. Searchlight Pictures/500 Days of Summer)

Kenyamanan tubuh turut memegang peran penting dalam menonton film panjang. Usahakan kamu berada dalam lingkungan dan posisi yang nyaman seperti ruang keluarga atau kamar tidur. Atur juga pencahayaannya karena sangat mempengaruhi daya tahan konsentrasi. 

Jangan lupakan minuman dan makanan ringan. Jika filmnya mulai terasa lambat dan membosankan, camilan tersebut mampu memotivasi kamu untuk tetap bertahan hingga film tersebut mulai menemukan kembali temponya. 


4. Jangan sungkan untuk istirahat sejenak

The Actor
The Actor (dok. Waypoint Entertainment/The Actor)

Tekan tombol pause untuk istirahat ke kamar mandi, makan, atau sekedar meregangkan badan setelah duduk atau berbaring terlalu lama. Jika memaksakan diri duduk berjam-jam demi bisa log film tersebut di diary Letterboxd-mu, yang ada fokus terpecah belah dan pengalaman menonton jadi tidak optimal.

Jika durasi filmnya terlalu panjang untuk ditonton dalam sekali duduk–sebut saja Sátántangó (1994) dengan durasi 7 jam 30 menit–tidak ada salahnya untuk membagi filmnya ke dalam beberapa babak. Pengalaman yang didapat sama seperti sedang menonton serial favorit kamu.


5. Berhenti jadikan menonton film sebagai ajang perlombaan

Fallen Leaves
Fallen Leaves (dok. Sputnik/Fallen Leaves)

Film berdurasi panjang, terutama besutan sutradara ternama dari era tertentu, kerap dijadikan acuan layak atau tidaknya seseorang disebut sinefil. Anggapan yang menyesatkan karena sejatinya pengalaman sinematik terbaik adalah ketika kamu menikmati keseluruhan durasi film tanpa memusingkan genre, rating, maupun ulasan dari kritikus. 

Jadi, tonton film apa saja yang membuat kamu terhibur. Tonton semua film yang mengendap di watchlist-mu kapan pun kamu siap. Dan yang terpenting, berikan jangan biarkan tren menyetir perspektif kamu akan dunia sinema itu sendiri. 


This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Latest in Hype

See More

5 Kejahatan Terbesar Vecna dalam Stranger Things, Ngeri!

17 Jan 2026, 10:44 WIBHype