Comscore Tracker

[REVIEW] The Faraway Paladin—Hidup Lebih Baik di Kesempatan Kedua

Anime genre isekai dengan konflik yang ringan!

The Faraway Paladin menjadi salah satu anime yang turut tayang pada periode musim gugur 2021 lalu. Ditayangkan sejak 9 Oktober 2021, tak sedikit penggemar anime yang mengantisipasi anime adaptasi novel karya Kanata Yanagino ini. 

Anime yang juga berjudul Saihate no Paladin ini mengangkat genre fantasy isekai yang memang terbilang umum dalam dunia anime. Dengan cerita yang berfokus pada karakter utama pergi ke dunia lain, The Faraway Paladin memberikan sentuhan berbeda dari anime isekai lainnya, nih. Penasaran dengan serial anime ini? Yuk, kita simak review The Faraway Paladin berikut!

Baca Juga: [REVIEW] Re-Main—Anime Sport Karya Studio MAPPA yang Sayang Dilewatkan

1. William berusaha menjalani kehidupan baru di dunia asing

[REVIEW] The Faraway Paladin—Hidup Lebih Baik di Kesempatan KeduaMary menunjukkan Kota Kematian pada William. (dok. Children's Playground Entertainment/The Faraway Paladin)

The Faraway Paladin menceritakan tentang seorang anak laki-laki bernama William. Ia terbangun di Kota Kematian dan mendapati tiga orang Undead berada di depannya. Meski awalnya ketakutan, William kemudian diasuh oleh ketiga Undead yang terdiri dari Mary, Blood, dan Augustus. 

William sudah dianggap seperti anak sendiri. Para Undead mengajari William banyak hal, mulai dari cara bertarung, sihir, hingga keterampilan untuk bertahan hidup. Tak lupa, William juga diajarkan tentang dewa-dewa yang hidup di dunia tersebut dan bagaimana mereka memiliki keyakinan terhadap dewa yang mereka sembah. 

Namun, menjalani hidup bersama bukan berarti William dan para Undead tak menyimpan rahasia tersendiri. William rupanya masih memiliki kenangan pada kehidupan yang sebelumnya dan mulai curiga jika para Undead juga menyembunyikan sesuatu darinya. Selain itu, William bahkan tidak mengetahui asal-usul orangtua asuhnya dan siapa identitas mereka sebelum menjadi Undead. 

Setelah William beranjak dewasa, para Undead kemudian memberitahukan semua rahasia mereka pada William. Mary, Blood, dan Augustus memiliki kontrak dengan Stagnate, sang Dewa Kematian untuk menjadi pelindung segel High King. Ketika keterikatan mereka sudah hilang, Stagnate akan datang dan mengambil jiwa mereka. William tidak bisa menerima kenyataan tersebut dan menentang Stagnate. Ia kemudian menerima berkah dari Dewi Gracefeel dan mampu mengalahkan Stagnate. Setelah pertarungan William dan Stagnate, Mary dan Blood meninggal dengan tenang, sementara Augustus tetap tinggal di Kota Kematian untuk menjaga segel High King. 

Sepeninggal orangtuanya, William memutuskan untuk berkelana ke luar Kota Kematian. Ia berniat untuk menyebarkan ajaran Dewi Gracefeel yang memang kian melemah. Petualangannya sebagai utusan Dewi sekaligus Paladin pun dimulai. William diharapkan dapat membantu orang-orang dengan berkah yang telah diterimanya. 

Serial The Faraway Paladin memang cukup berbeda dengan anime bergenre isekai yang sering penulis temukan. Jika biasanya genre isekai didominasi dengan cerita masuk ke dunia bertema game dengan banyaknya fan service, The Faraway Paladin menyuguhkan cerita yang terbilang ringan dan minim konflik. Karena minimnya konflik dan masih banyaknya tanda tanya dalam anime ini, paruh awal anime ini bisa dibilang sedikit membosankan. Ada sangat sedikit petunjuk mengenai asal-usul sang karakter utama dan tujuannya dalam perjalanan juga masih belum ditunjukkan dengan cukup jelas. Dengan porsi dua belas episode pada musim pertama ini, The Faraway Paladin tampaknya masih menyisakan banyak misteri, khususnya bagi yang hanya menonton animenya tanpa melirik ke novelnya.

2. Karakter utama pesimistis dan berusaha menjadi manusia yang lebih baik

[REVIEW] The Faraway Paladin—Hidup Lebih Baik di Kesempatan KeduaWilliam (dok. Children's Playground Entertainment/The Faraway Paladin)

William G Maryblood memang kerap terlihat memiliki sikap yang cenderung pesimis dan membuatnya agak terkesan transparan sebagai karakter utama. Bukannya tanpa alasan, William yang bimbang karena kehidupan masa lalunya yang cukup suram menjadi pemicu mengapa ia sangat berhati-hati pada kehidupannya sekarang. Seolah tak mau mengulangi kesalahan yang sama, William bertekad untuk hidup dengan baik pada kesempatan keduanya. 

Beruntungnya, William diasuh oleh tiga orang Undead yang memberikannya kasih sayang layaknya orangtua sendiri. Mary memberikannya banyak pelajaran hidup, Blood memberikannya ilmu bertarung, dan Augustus mengajarinya sihir. Ketiganya berhasil membuat William menjalani kehidupannya dengan baik dan membekalinya dengan banyak hal positif. Tak heran, ketika William mengambil langkah pertamanya untuk berkelana, William dapat membantu lebih banyak orang di luar Kota Kematian berkat ajaran dari orangtua asuhnya.

Baca Juga: 5 Karakter Anime yang Paling Sering Dibodohi, Mengapa Bisa Begitu?

3. Desain karakter yang memanjakan mata dari Children's Playground Entertainment

[REVIEW] The Faraway Paladin—Hidup Lebih Baik di Kesempatan KeduaMenel (dok. Children's Playground Entertainment/The Faraway Paladin)

Bicara soal desain, penulis memang terpikat dengan The Faraway Paladin setelah melihat visual para karakternya. Children's Playground Entertainment sebagai rumah produksi dari The Faraway Paladin memang telah berhasil membuat desain karakter yang menarik dan catchy dalam sekali lihat. Tak hanya desain dari para karakternya, desain latar belakang dari anime ini juga dibuat indah dan tidak terkesan realistis seperti negeri dongeng. Gaya ini cocok untuk anime yang memang bergenre fantasy isekai

Selain desainnya, animasi dari The Faraway Paladin pun cukup memuaskan. Meskipun adegan pertarungan tak selalu muncul, pertarungan yang ada dalam anime ini memang tidak mengecewakan. Semuanya dibuat dengan sangat apik dan memanjakan mata bagi yang menonton.

4. Musik ala negeri dongeng membuat The Faraway Paladin makin berkesan

https://www.youtube.com/embed/l3kj86i7wQ0

The Faraway Paladin menceritakan tentang negeri saat iblis, manusia, elf, hingga halfling dapat hidup berdampingan. Suasana negeri dongeng ini pun dibuat makin kuat dengan adanya backsound yang ear-catching dari Keigo Hoashi dan Ryuuichi Takada. Mengalun merdu meski hanya sebagai pelengkap, terbukti jika musik buatan duo komposer dari MONACA ini memang membuat serial anime The Faraway Paladin menjadi semakin menarik. 

Selain musik pengiring, lagu opening dan ending dari The Faraway Paladin juga gak kalah catchy, nih. Lagu opening dinyanyikan oleh H-el-ical// dengan membawakan lagu "The Sacred Torch", sementara lagu ending dinyanyikan oleh Nagi Yanagi dengan membawakan lagu "Shirushibi". Kedua lagu ini juga memberikan kesan yang bagus terutama untuk anime fantasi seperti The Faraway Paladin.

5. Yuu Nobuta sebagai sutradara memang sering terlibat dalam proyek anime fantasi

[REVIEW] The Faraway Paladin—Hidup Lebih Baik di Kesempatan KeduaMary, Blood, dan Augustus (dok. Children's Playground Entertainment/The Faraway Paladin)

Adaptasi anime The Faraway Paladin tak akan sukses tanpa kerja keras Yuu Nobuta selaku sutradara. Sebelum menggarap The Faraway Paladin, Nobuta memang telah beberapa kali terlibat dengan proyek anime khususnya di genre fantasi, seperti anime Witchblade, Kuma Kuma Kuma Bear, I'm Quitting Heroing, hingga Asura Cryin. 

Melihat pengalamannya tak hanya sebatas sutradara saja, Nobuta juga kerap kali mengerjakan storyboard dalam anime dan menjadi episode director. Dengan pengalamannya yang cukup luas, The Faraway Paladin memang telah dibuat dengan cukup baik. Cerita dalam novel pun tersampaikan dengan baik. Desain dan musik yang memanjakan mata pun terwujud berkat arahan dari Nobuta. 

The Faraway Paladin telah menamatkan musim pertamanya dengan total dua belas episode. Menurut penulis, musim pertama dari The Faraway Paladin belum cukup untuk memahami alur cerita dari anime ini atau setidaknya memberikan gambaran dari tujuan sang karakter utama. Meski cerita dalam The Faraway Paladin masih menyisakan banyak plot hole di mana-mana hingga akhir penayangannya, penulis yakin ada cerita yang lebih menarik pada musim kedua nanti. Apalagi, The Faraway Paladin juga telah tampil memuaskan dengan desain dan musik yang keren. Oleh karena itu, penulis memberikan skor 3/5 untuk anime garapan Children's Playground Entertainment ini. 

FYI, The Faraway Paladin bisa kamu tonton di iQIYI, Netflix, Crunchyroll, hingga YouTube Ani-One Asia. Semoga review dari penulis kali ini dapat membantu, ya. Selamat menonton!

https://www.youtube.com/embed/KXczWRyhfb0

Baca Juga: [REVIEW] BELLE—Kisah Klasik dengan Sentuhan Khas Mamoru Hosoda

Trisnaynt Photo Verified Writer Trisnaynt

Just go with the flow

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Yudha
  • Stella Azasya

Berita Terkini Lainnya