potret Yukatheo di Content Day Harusnya Horor di SCTV Tower, Rabu (1/7/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
Dalam kesempatan yang sama, Yukatheo dan Garry Ang juga berbicara mengenai target serta mimpi yang ingin mereka wujudkan di masa depan. Meski debut akting mereka berawal dari kesempatan yang datang secara tak terduga, keduanya mengaku tidak menutup kemungkinan untuk kembali bermain film jika mendapat tawaran yang tepat.
“Kalau misalkan ada tawaran untuk menjadi pemain film di film berikutnya, itu akan jadi bahan pertimbangan, pasti,” tutur Garry Ang.
Menariknya, Garry mengaku tertarik menjajal genre action jika kembali mendapat kesempatan bermain film. Wah, sepertinya bakal seru melihat sisi lain Garry di layar lebar, ya!
Nah, di luar dunia hiburan, Garry juga memiliki cita-cita lain. Sesuai dengan passion-nya yang sering diperlihatkan dalam tayangan Marapthon, Garry yang dikenal jago memasak mengaku ingin suatu hari nanti bisa membuka usaha restoran sendiri.
Sementara Yukatheo mengaku memiliki cita-cita yang mungkin akan terasa relate bagi banyak anak muda, khususnya Gen Z, nih. Ia berharap bisa pensiun di usia 35 tahun, lalu menjalani kehidupan yang sederhana, seperti tinggal di desa.
“Kalau aku, targetnya dalam karier, umur 35 aku pengin pensiun sih. Kan maksudnya cita-cita. Habis itu udahlah tinggal di desa atau bikin sekolah, jadi guru. Gitu-gitu aja kalau aku. Gak tinggi-tinggi,” kata Yukatheo sambil tersenyum.
Meski begitu, Yukatheo menegaskan bahwa ia tetap terbuka terhadap berbagai peluang yang datang. Jika suatu hari nanti ada tawaran bermain film dari pihak lain yang memang menginginkannya karena kemampuan aktingnya, ia pun siap mengambil kesempatan tersebut.
“Kalau ini kan kesempatan kita main film dari orang terdekat. Jadi masih ada kayak pikiran, ini si Mas (Reza Arap) pengin kita berkembang karena kedekatan emosional. Tapi kalau dari orang lain menawarkan, ‘Gue pengin Yuka main film ini.’ Oh, berarti emang kalau pengin Yuka, ya kalau misalkan ada arah ke sana, aku bakal lakuin, opportunity. Di manapun aku bakal lakuin,” lanjutnya.
Namun, cukup berbeda dari Garry Ang yang mengaku tertarik menjajal genre action, Yukatheo justru ingin mengeksplorasi film-film yang sarat kritik sosial dan memiliki pesan yang kuat. Menurutnya, ia ingin terlibat dalam karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mampu menyampaikan pesan dan menginspirasi penonton.
“Kalau aku, pengin mengeksplor kalau ada opportunity, kayak aku pengin film-film yang mengkritik kali ya. Mengkritik berbagai macam hal, punya pesan yang ingin disampaikan dalam film, menginspirasi.”