Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Yukatheo dan Garry Ang Bicara Soal Debut Aktor hingga Mimpi Masa Depan

Yukatheo dan Garry Ang Bicara Soal Debut Aktor hingga Mimpi Masa Depan
potret Yukatheo di Content Day Harusnya Horor di SCTV Tower, Rabu (1/7/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
Intinya Sih
  • Yukatheo dan Garry Ang berbagi pengalaman debut akting di film Harusnya Horror, mengaku proses syuting jauh lebih menantang dari ekspektasi awal mereka.
  • Garry Ang menyebut Reza Arap sebagai sosok seperti abang sendiri yang banyak memberi arahan, baik saat syuting maupun dalam kehidupan sehari-hari.
  • Keduanya terbuka untuk kembali berakting; Garry ingin menjajal genre action, sementara Yukatheo bercita-cita pensiun di usia 35 tahun dan mengeksplor film dengan pesan sosial kuat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Cukup berbeda dari pembawaan mereka di tayangan Marapthon, Yukatheo dan Garry Ang kali ini tampil lebih tenang. Dikenal ceplas-ceplos dan kerap melontarkan candaan, keduanya tampak sedikit menahan diri saat menghadiri rangkaian Content Day film Harusnya Horror di Tower SCTV, Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Kendati demikian, suasana langsung mencair begitu sesi wawancara dimulai. Dalam perbincangan eksklusif bersama IDN Times, Yukatheo dan Garry Ang berbagi banyak cerita tentang pengalaman mereka menjalani debut sebagai aktor. Keduanya bahkan tak ragu mengungkap ekspektasi yang ternyata berbeda jauh dengan realita di lokasi syuting, hingga bagaimana rasanya diarahkan oleh Reza Arap.

Tak hanya membahas terkait dunia seni peran, Yukatheo dan Garry Ang juga mengungkap sisi lain masing-masing lewat mimpi yang ingin mereka wujudkan di masa depan, lho. Menariknya, Yukatheo mengaku bercita-cita pensiun di usia 35 tahun. Wah, ini jadi impian banyak Gen Z juga, gak sih?

1. Yukatheo dan Garry Ang akui jadi aktor gak semudah yang dibayangkan

Dua pria mengenakan kaus hitam bertuliskan Harusnya Horor berpose sambil tersenyum di acara Content Day di SCTV Tower.
potret Yukatheo di Content Day Harusnya Horor di SCTV Tower, Rabu (1/7/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Harusnya Horror tentu menjadi film yang cukup istimewa bagi para member AAA Clan. Selain tercatat sebagai debut penyutradaraan Reza Arap, film tersebut juga menandai debut akting kebanyakan member, termasuk Yukatheo dan Garry Ang.

Menurut Yukatheo, menjadi aktor ternyata tidak semudah yang ia bayangkan. Kepada IDN Times, ia mengaku tak menyangka karena harus mengulang adegan emosional berkali-kali demi mendapatkan hasil terbaik dari berbagai sudut kamera.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Garry Ang. Meski begitu, Garry menegaskan bahwa sejak sebelum proses syuting dimulai, Reza Arap sebagai sutradara sudah memberikan gambaran, sehingga mereka tidak terlalu kaget saat di lokasi syuting.

“Tapi memang dari sebelum syuting, dari Bang Arap sendiri udah ngasih tahu ke kita tentang hal-hal seperti apa yang akan berbeda dengan apa yang ada di ekspektasi kita dan realitanya akan seperti apa. Jadi, pas kita sampai ke lokasi, kita juga gak kaget,” ungkap Garry dengan nada antusias.

2. Garry Ang sebut Reza Arap sudah seperti abang sendiri

Seseorang berpose dengan tanda damai sambil memegang minuman di acara Content Day Harusnya Horor di SCTV Tower, berlatar poster film horor.
Content Day Harusnya Horor di SCTV Tower, Rabu (1/7/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Saat ditanya IDN Times mengenai pengalaman pertama mereka disutradarai oleh Reza Arap, Garry Ang menyebut prosesnya tidak terlalu sulit. Menurutnya, ia dan sebagian besar anggota AAA Clan yang baru debut akting menganggap diri mereka seperti kanvas kosong yang siap menerima setiap arahan dan masukan demi menampilkan kemampuan terbaik di depan kamera.

“Karena kita seperti kanvas kosong. Jadi kita ngikut aja dan kita gak berpikir banyak sih ketika diarahin,” lanjut Garry sambil mengingat momen syutingnya.

Yuka kemudian menambahkan, menurutnya, mereka sudah terbiasa diarahkan oleh Reza Arap, bukan hanya saat syuting, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari urusan keuangan, membangun usaha, hingga berbagai nasihat lainnya. Oleh karena itu, Garry Ang pun merasa Reza Arap sudah seperti kakak bagi mereka.

“Dia kayak abang kita aja. Orang paling tua di antara tongkrongan kita,” ungkap Garry Ang.

3. Bicara soal target dan mimpi masa depan, Yukatheo dan Garry Ang terbuka untuk kembali berakting hingga ungkap cita-cita di luar dunia hiburan

Dua pria berpose ceria mengenakan kaus hitam bertuliskan Harusnya Horor saat acara Content Day di SCTV Tower, Jakarta.
potret Yukatheo di Content Day Harusnya Horor di SCTV Tower, Rabu (1/7/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Dalam kesempatan yang sama, Yukatheo dan Garry Ang juga berbicara mengenai target serta mimpi yang ingin mereka wujudkan di masa depan. Meski debut akting mereka berawal dari kesempatan yang datang secara tak terduga, keduanya mengaku tidak menutup kemungkinan untuk kembali bermain film jika mendapat tawaran yang tepat.

“Kalau misalkan ada tawaran untuk menjadi pemain film di film berikutnya, itu akan jadi bahan pertimbangan, pasti,” tutur Garry Ang.

Menariknya, Garry mengaku tertarik menjajal genre action jika kembali mendapat kesempatan bermain film. Wah, sepertinya bakal seru melihat sisi lain Garry di layar lebar, ya!

Nah, di luar dunia hiburan, Garry juga memiliki cita-cita lain. Sesuai dengan passion-nya yang sering diperlihatkan dalam tayangan Marapthon, Garry yang dikenal jago memasak mengaku ingin suatu hari nanti bisa membuka usaha restoran sendiri.

Sementara Yukatheo mengaku memiliki cita-cita yang mungkin akan terasa relate bagi banyak anak muda, khususnya Gen Z, nih. Ia berharap bisa pensiun di usia 35 tahun, lalu menjalani kehidupan yang sederhana, seperti tinggal di desa.

“Kalau aku, targetnya dalam karier, umur 35 aku pengin pensiun sih. Kan maksudnya cita-cita. Habis itu udahlah tinggal di desa atau bikin sekolah, jadi guru. Gitu-gitu aja kalau aku. Gak tinggi-tinggi,” kata Yukatheo sambil tersenyum.

Meski begitu, Yukatheo menegaskan bahwa ia tetap terbuka terhadap berbagai peluang yang datang. Jika suatu hari nanti ada tawaran bermain film dari pihak lain yang memang menginginkannya karena kemampuan aktingnya, ia pun siap mengambil kesempatan tersebut.

“Kalau ini kan kesempatan kita main film dari orang terdekat. Jadi masih ada kayak pikiran, ini si Mas (Reza Arap) pengin kita berkembang karena kedekatan emosional. Tapi kalau dari orang lain menawarkan, ‘Gue pengin Yuka main film ini.’ Oh, berarti emang kalau pengin Yuka, ya kalau misalkan ada arah ke sana, aku bakal lakuin, opportunity. Di manapun aku bakal lakuin,” lanjutnya.

Namun, cukup berbeda dari Garry Ang yang mengaku tertarik menjajal genre action, Yukatheo justru ingin mengeksplorasi film-film yang sarat kritik sosial dan memiliki pesan yang kuat. Menurutnya, ia ingin terlibat dalam karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mampu menyampaikan pesan dan menginspirasi penonton.

“Kalau aku, pengin mengeksplor kalau ada opportunity, kayak aku pengin film-film yang mengkritik kali ya. Mengkritik berbagai macam hal, punya pesan yang ingin disampaikan dalam film, menginspirasi.”

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Indra Zakaria
EditorIndra Zakaria

Related Articles

See More