Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Film Horor Barat tentang Kehendak Berubah Petaka

5 Film Horor Barat tentang Kehendak Berubah Petaka
The Craft (dok. Sony Pictures Classics/The Craft)
Intinya Sih
  • Lima film horor Barat menyoroti tema kehendak manusia yang berubah menjadi petaka ketika hasrat dan ambisi dijalankan lewat cara instan atau melanggar batas moral.
  • Film-film seperti Obsession, Talk To Me, The Craft, The Substance, dan The Ugly Stepsister menggambarkan konsekuensi tragis dari keinginan yang dikendalikan ego dan godaan kekuatan magis.
  • Keseluruhan kisah menegaskan bahwa pencapaian instan sering membawa bencana, sementara proses panjang justru membentuk kesiapan mental untuk menerima hasil dengan bijak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Manusia pasti punya kehendak dan hasrat yang ingin terwujud. Segala upaya dilakukan, tetapi kadang tak berbuah hasil. Pada masa krisis seperti itu, godaan bisa saja muncul. Tawaran untuk mewujudkan keinginan dengan cara-cara instan pun terasa begitu menjanjikan seperti korupsi sampai pesugihan. Meski selalu ada konsekuensi di balik cara-cara curang itu, kehendak pula yang membutakan manusia.

Terinspirasi banyak kisah nyata, gak heran sih kalau trope itu kerap diangkat jadi film. Tak hanya film lokal, tetapi juga film-film Barat. Kualitasnya pun tak main-main. Penasaran? Ini beberapa film horor Barat tentang kehendak berubah petaka.

1. Obsession (2026)

Obsession
Obsession (dok. Focus Features/Obsession)

Sedang ramai dibicarakan, trope film Obsession mungkin bisa dianalogikan sebagai pelet atau pengasihan dalam kearifan lokal Indonesia. Ini cerita Bear, pemuda yang dari luar terlihat lugu, pemalu dan baik hati, tetapi ternyata akhirnya menyerah pada hasrat dan kehendaknya. Semua bermula saat ia tak sengaja bikin Nikki, perempuan yang ia taksir, tergila-gila padanya lewat sebuah benda magis. Bear awalnya ragu, tetapi akhirnya menikmatinya dan justru memanfaatkan keadaan. Ia dapat yang ia mau sampai berbagai kepelikan terjadi. Parahnya, ia tak rela menanggung konsekuensi dari perbuatannya dan justru sibuk menyelamatkan diri sendiri.

  • Genre: horor-psikologi
  • Pemain: Michael Johnston, Inde Navarrette
  • Sutradara: Curry Barker

2. Talk To Me (2023)

adegan film Talk to Me
Talk to Me (dok. Causeway Films/Talk to Me)

Talk To Me adalah film yang kurang lebih sama trope-nya dengan Obsession. Ini tentang sekelompok anak remaja yang tak sengaja menemukan sebuah patung magis. Konon patung itu memungkinkan mereka untuk berkomunikasi dengan makhluk gaib. Macam jailangkung dan mediumisasi dalam istilah lokal kita. Awalnya mereka memakai benda itu untuk melakukan berbagai keisengan, tetapi salah satu dari mereka yang baru saja kehilangan orang terdekat melihat benda itu sebagai sesuatu yang menjanjikan. Ia melanggar aturan batas waktu komunikasi dan petaka pun datang tanpa aba-aba.

  • Genre: horor-psikologi
  • Pemain: Zoe Terakes, Sophie Wilde
  • Sutradara: Michael Philippou, Danny Philippou

3. The Craft (1996)

The Craft 1996
The Craft (dok. Sony Pictures Classics/The Craft)

he Craft adalah film remaja yang penuh pesan moral. Ia ditulis dari perspektif 4 remaja perempuan yang punya kekuatan magis dan tergoda untuk memakainya demi kepentingan mereka sendiri. Kepentingan itu cukup egois dan parahnya dipicu oleh emosi sesaat. Mereka berhasil mendapat kehendak mereka dalam waktu singkat, tetapi konsekuensi perlahan muncul. Kini mereka harus berjibaku dengan waktu untuk membatalkan mantra yang sudah mengabulkan keinginan mereka tadi.

  • Genre: horor, coming of age
  • Pemain: Robin Tunney, Neve Campbell
  • Sutradara: Andrew Flemming

4. The Substance (2024)

The Substance 2024
The Substance (dok. MUBI/The Substance)

Kehendak yang terwujud dan berubah jadi petaka juga trope film The Substance yang curi perhatian pada 2024. Film ini berpusat pada Elisabeth, aktris yang mulai menua dan terancam kehilangan pekerjaannnya. Tak terima dilupakan, ia nekat melakukan prosedur injeksi zat ilegal yang bisa membuat dirinya bertransformasi jadi sosok yang benar-benar baru. Sosok barunya ini bernama Sue yang dengan cepat mencuri perhatian para petinggi industri hiburan. Namun, lagi-lagi, karena hasratnya yang tinggi untuk dapat validasi dan perhatian, Elisabeth melanggar pantangan yang membuat segalanya berantakan. Kalau di Indonesia, The Substance punya kemiripan dengan susuk. Bentuk dan cara mainnya berbeda, tetapi tujuan utamanya serupa.

  • Genre: body-horror, sains fiksi
  • Pemain: Demi Moore, Margaret Qualley
  • Sutradara: Coralie Fargeat

5. The Ugly Stepsister (2025)

The Ugly Stepsister
The Ugly Stepsister (dok. Shudder/The Ugly Stepsister)

The Ugly Stepsister gak kalah unik. Ia diadaptasi dari dongeng Cinderella yang kali ini ditulis dari POV salah satu saudara tiri si lakon asli. Elvira, lakon di film ini sering dapat ejekan karena wajah dan berat badannya yang dianggap tak ideal. Berhasrat untuk bisa menikahi pangeran tertampan, Elvira pun bergabung ke dalam kelas kecantikan yang sebenarnya amat toksik dan misoginis. Ia juga secara drastis mengurangi berat badan dengan menahan lapar sampai mengonsumsi telur ulat yang katanya bisa membuatnya tetap langsing. Benarkah semua cara itu bisa membuat Elvira mencapai keinginannya? Film ini gak hanya tentang obsesi Elvira, tetapi juga kritik terhadap lingkungan toksik yang mengelilingi dan memengaruhi psikisnya.

  • Genre: body-horror, satir
  • Pemain: Lea Myren, Thea Sofie Loch Naess
  • Sutradara: Emilie Blichfeldt

Dapat apa yang kamu mau secara instan mungkin terdengar menakjubkan. Siapa yang mau menolak? Namun, dari film-film tadi ditambah banyak pengalaman nyata, rasanya waktu yang dibutuhkan untuk mencapai kehendak kita itu memang sengaja diciptakan untuk mempersiapkan mental kita. Seringkali apa yang kita inginkan ternyata bukan yang kita butuhkan. Benar begitu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Diana Hasna
EditorDiana Hasna

Related Articles

See More