3 Ketidakadilan yang Dialami Shin I Rang di Phantom Lawyer

- Shin I Rang menghadapi stigma sosial karena masa lalu ayahnya yang dianggap koruptor, membuatnya sulit diterima di dunia hukum meski memenuhi syarat profesional.
- Ia mengalami penyiksaan psikologis dari pengacara senior Han Na Hyun yang merendahkannya sebagai 'anak koruptor' bahkan sebelum wawancara kerja dimulai.
- Potensi besar Shin I Rang tertutupi oleh persepsi negatif masyarakat hukum, menunjukkan bahwa citra sering lebih berpengaruh daripada kemampuan nyata dalam kariernya.
Sebagai pengacara, Shin I Rang (Yoo Yeon Seok) justru menjadi korban dari stigma sosial yang menghakiminya hanya karena masa lalu sang ayah. Ketidakadilan pun mewarnai perjalanan karier Shin I Rang di dunia hukum dalam Phantom Lawyer.
Seperti apakah bentuk ketidakadilan yang dialami oleh Shin I Rang di drakor Pahntom Laywer? Berikut tiga di antaranya.
1. Dihakimi atas dosa turunan

Bentuk ketidakadilan paling menyakitkan bagi Shin I Rang adalah "dosa turunan". Di dunia hukum yang seharusnya menjunjung tinggi objektivitas, I Rang justru mendapat stigma negatif hanya karena masa lalu ayahnya yang dianggap sebagai jaksa korup.
Meskipun memenuhi syarat dalam proses rekrutmen, ia tidak dipandang sebagai pengacara potensial, melainkan sebagai "anak koruptor." Ia kehilangan hak dasar untuk berkompetisi secara sehat di dunia kerja hanya karena variabel yang berada di luar kendalinya (asal-usul keluarga).
2. Alami penyiksaan psikologis

Insiden di Firma Hukum Taebaek bersama pengacara Han Na Hyun (Esom) menjadi titik terendah I Rang. Sebagai pengacara veteran, Han Na Hyun seharusnya mengedepankan profesionalisme, namun ia justru melakukan penyiksaan psikologis dengan mengusir Shin I Ran bahkan sebelum wawancara dimulai.
Dengan nada merendahkan, Han Na Hyun mengatakan bahwa Shin I Rang harus sadar tentang bagaimana cara dunia memandangnya, yaitu "anak koruptor". Ini merupakan bentuk pelecehan terhadap martabat manusia karena bukan lagi sekadar penolakan lamaran kerja.
3. Potensinya tertutupi oleh persepsi

Pada awalnya, I Rang berpikiran positif terhadap deretan penolakan lamaran kerja yang diterimanya sebagai takdir. Namun, tindakan Han Na Hyun membuatnya menyadari bahwa seberpotensi apa pun dirinya, ada "tembok" yang membuatnya sulit diterima di dunia hukum.
Fakta bahwa ia memiliki potensi sebagai pengacara tertutupi oleh masa lalu ayahnya yang suram. Hal ini menunjukkan bahwa dalam dunia hukum, persepsi seringkali dianggap lebih penting daripada potensi itu sendiri.
Ketidakadilan yang dialami Shin I Rang adalah bentuk determinisme sosial, di mana masa depannya dipaksa berhenti hanya karena masa lalu ayahnya. Dunia hukum yang ia mimpikan justru menjadi tempat yang paling tidak adil baginya, menciptakan paradoks di mana seorang calon penegak keadilan justru menjadi korban utama dari ketidakadilan sistem itu sendiri.