Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

3 Sisi Humanis Do Ji Ui di Doctor on the Edge, Relatable!

3 Sisi Humanis Do Ji Ui di Doctor on the Edge, Relatable!
Lee Jae Wook di drakor Doctor on the Edge (instagram.com/ena_drama)
Intinya Sih
  • Doctor on the Edge menampilkan Do Ji Ui sebagai dokter yang manusiawi, berani menunjukkan rasa takut dan emosi yang sering dianggap tabu bagi laki-laki.
  • Ji Ui digambarkan tegas dan realistis, sering disalahpahami keras kepala karena menjunjung tinggi prosedur medis demi keselamatan pasien di daerah terpencil.
  • Meski awalnya dibenci warga, ketulusan Ji Ui terlihat saat ia mengatasi traumanya terhadap laut untuk menyelamatkan pasien anak, membuatnya akhirnya dihormati dan dicintai.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bagi pencinta drama Korea bertema medis, karakter male lead biasanya selalu digambarkan sebagai sosok dokter genius, dingin, dan manly. Namun, Doctor on the Edge mendobrak pakem tersebut lewat karakter Do Ji Ui (Lee Jae Wook).

Diperankan dengan sangat apik, Dokter Ji Ui hadir sebagai sosok dokter yang manusiawi banget. Alih-alih dicitrakan sebagai dokter idealis yang siap mengabdi di mana saja sejak awal, Ji Ui justru menunjukkan banyak keluhan layaknya manusia biasa. Yuk, kepoin tiga sisi humanis Dokter Do Ji Ui yang bikin karakternya terasa begitu nyata dan relatable!

1. Gak gengsi menunjukkan rasa takut yang sering dianggap tabu bagi laki-laki

Dua aktor sedang duduk bersama di luar ruangan pada malam hari, tampak tersenyum dan berbincang dengan suasana hangat.
Shin Ye Eun dan Lee Jae Wook di drakor Doctor on the Edge (instagram.com/ena_drama)

Kalau biasanya male lead di drakor selalu pasang badan dan tampil manly di segala situasi, Dokter Ji Ui justru sebaliknya. Di hari pertamanya menuju tempat mutasinya di Puskesmas Pyeondongdo, dia langsung bikin kehebohan di kapal akibat mabuk laut parah, sampai-sampai harus dibopong oleh Yuk Ha Ri (Shin Ye Eun). Image dokter lemah pun langsung menempel erat padanya.

Gak cuma itu, sisi humanis lainnya terlihat saat Ji Ui blak-blakan menunjukkan rasa takutnya pada anjing, lipan, hingga ular. Menariknya, lewat karakter Ji Ui, penonton diajak melihat bahwa laki-laki juga berhak punya rasa takut. Kritik sosial tersembunyi yang dibalut komedi ini sukses menyentil isu seksisme di masyarakat kita bahwa rasa takut itu bukan hak milik perempuan saja.

2. Sering dicap keras kepala, padahal cuma bersikap tegas demi menjaga reputasi dan keselamatan pasien

Dua orang berpakaian medis berbicara dengan seorang pria di dermaga dengan latar belakang kapal dan pegunungan di drama Doctor on the Edge.
cuplikan drakor Doctor on the Edge (instagram.com/disneyplusid)

Ji Ui juga bukan tipe dokter idealis yang menerima penugasan di mana saja dengan ikhlas. Di awal penempatan, dia gak ragu untuk mengeluh karena harus bertugas di daerah terpencil yang minim fasilitas. Oleh sebab itu, agar bisa segera mendapat kesempatan untuk mutasi, Ji Ui selalu berusaha menghindari masalah dengan menjunjung tinggi prosedur medis.

Prinsip inilah yang membuatnya sering bentrok dengan warga lokal Pyeondongdo yang masih skeptis terhadap ilmu medis. Ji Ui sering dinilai keras kepala karena mati-matian menindak tegas pasien yang bandel. Padahal, jika dipikir secara realistis, sikap keras kepala Ji Ui ini sangat wajar. Dokter mana, sih, yang mau reputasinya hancur hanya karena pasiennya gak mau patuh pada prosedur?

3. Dokter yang sempat dibenci sebelum akhirnya bisa dicintai oleh pasien-pasiennya

Seorang pria paruh baya mengenakan kemeja kotak-kotak dan handuk di lehernya sedang berbicara di dalam ruangan terang.
Woo Hyeon di drakor Doctor on the Edge (instagram.com/ena_drama)

Meskipun awalnya sempat dibenci oleh warga karena dinilai keras kepala, ketulusan hati Dokter Ji Ui perlahan mulai terbaca. Di luar keinginannya dalam menjaga reputasi karier, Ji Ui terbukti sangat menyayangi dan memikirkan keselamatan pasien-pasiennya.

Puncak aksi heroiknya terjadi saat ia rela melawan traumanya terhadap laut demi menyelamatkan seorang anak yang mengidap penyakit epiglotitis akut. Tanpa memedulikan rasa takutnya, Ji Ui nekat naik kapal demi memberikan pertolongan darurat. Tindakan berani dan tulusnya ini gak cuma bikin warga sekitar tersentuh, tapi sampai masuk pemberitaan media, lho!

Nah, itu dia tiga sisi humanis Dokter Do Ji Ui yang membuktikan kalau karakter fiksi pun bisa terasa sangat dekat dengan kehidupan kita. Menampilkan karakter yang gak sempurna justru membuat perjuangan Ji Ui di Doctor on the Edge jadi makin bermakna untuk diikuti. Setuju?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera

Related Articles

See More