Terutama saat Gong Eun Tae berhasil menyelesaikan kerja sama dengan merek LAKNES dan menambah keuntungan bagi perusahaan. Mereka berharap keberhasilan tersebut dapat melunakkan hati Gong Eun Tae untuk menyerahkan merek lain yang dikelola dengan sukarela. Karena keputusannya berubah, mereka menganggap Gong Eun Tae dan timnya sengaja membatasi ruang gerak mereka untuk berkembang dan mendapatkan pengakuan perusahaan.
4 Dampak Gong Eun Tae Pertahankan Merek di The Ordinary Jackpot

- Gong Eun Tae mempertahankan merek binaan Tim Penjualan 5, termasuk setelah menerima kerja sama LAKNES, demi menjaga hasil kerja tim dan keuntungan yang telah dibangun.
- Keputusan itu memicu kecemburuan, pengucilan, serta konflik dengan manajer lain dan Direktur Jang Kyung Chul, yang menilai Gong Eun Tae tidak mengikuti skema pembagian merek.
- Tim Penjualan 5 menghadapi beban merek terbanyak dan bermasalah, sambil meminta tambahan personel; Gong Eun Tae juga menghadapi dugaan korupsi, pengkhianatan, dan tekanan internal.
Gong Eun Tae (Lee Jun Hyuk) memutuskan untuk tidak memberikan merek binaannya kepada tim penjualan lain di drakor The Ordinary Jackpot. Keputusan ini ia buat berdasarkan dukungan dari anggota timnya, Tim Penjualan 5. Mereka tak ingin merek yang sudah dibangun dengan baik hilang begitu saja dan keuntungannya dinikmati oleh tim lain.
Sayangnya, keputusan Gong Eun Tae ini malah berdampak. Ia tak hanya dicap sebagai pembangkang karena tidak menuruti perintah atasan. Namun, juga memicu kecemburuan sosial dan pengucilan dari para manajer tim divisi penjualan lain. Dampak selengkapnya dapat kamu simak pada penjelasan di bawah ini.
1. Memicu kecemburuan sosial dan pengucilan

cuplikan drakor The Ordinary Jackpot (x.com/CJnDrama) Keputusan Gong Eun Tae untuk mempertahankan kendali penuh atas merek yang Tim Penjualan 5 kelola memicu kecemburuan sosial dan pengucilan. Terutama dikalangan para manajer, Gong Eun Tae sebagai manajer tim yang berusia relatif muda namun sangat kompeten. Ketika ia terus memegang merek besar secara eksklusif, rekan kerja yang lebih senior merasa harga diri mereka terluka.
2. Menimbulkan konflik internal yang sengit

cuplikan drakor The Ordinary Jackpot (x.com/CJnDrama) Keputusan Gong Eun Tae dan tim juga menimbulkan konflik internal yang sengit. Gong Eun Tae dan tim merusak hierarki senioritas di kantor dan memicu benturan ego yang tajam. Bahkan, setelah rapat diadakan, manajer tim yang lain saling sindir di ruang rapat dan direktur divisi pemasaran, Jang Kyung Chul (Lee Hyun Kyun) pun marah besar.
Jang Kyung Chul mengklaim kalau Gong Eun Tae bukanlah bawahan yang penurut dan ingin menang sendiri. Ia kecewa karena Gong Eun Tae tak menuruti skema kerja yang diperintahkan sejak awal. Di mana, Gong Eun Tae harus menerima LAKNES dan memberikan merek binaaannya ke tim lain untuk membantu salah satu manajer tim yang akan dipromosikan menjadi direktur baru.
3. Gaya kepemimpinan Gong Eun Tae dianggap individualis

cuplikan drakor The Ordinary Jackpot (x.com/CJnDrama) Sesama manajer tim menganggap kalau keputusan rapat di awal adalah bentuk kerja sama menambah penghasilan perusahaan. Sehingga dengan berpindah tangannya merek naungan Tim Penjualan 5 ke tim lain, dianggap sebagai bentuk bantuan mereka pada Tim Penjualan 5 yang memikul banyak tanggung jawab. Anehnya, mereka tak mau mengelola merek yang bermasalah dan hanya mau menerima merek yang sudah berkembang.
Keputusan ini jelas sangat merugikan Tim Penjualan 5. Saat Gong Eun Tae memutuskan menerima LAKNES dan tetap mempertahankan produk lain, ia dianggap menganut gaya kepemimpinan yang individualis. Terlebih keputusan tersebut hanya Gong Eun Tae diskusikan dengan tim nya saja tanpa melibatkan tim lain. Mereka merasa tidak dihargai karena tidak dilibatkan dalam keputusan penting terkait pengelolaan merek tersebut.
4. Tim penjualan 5 terlihat dieksploitasi dan ketimpangan beban kerja

cuplikan drakor The Ordinary Jackpot (x.com/CJnDrama) Meski akhirnya Gong Eun Tae dan Tim Penjualan 5 berhasil mempertahankan keputusan mereka. Mereka malah terlihat dieksploitasi dan mendapatkan beban kerja yang lebih berat. Di antara tim yang dinaungi divisi penjualan, Tim Penjualan 5 lah dengan naungan merek terbanya dan umumnya bermasalah.
Meski terilhat berat, Gong Eun Tae dan tim punya cara tersendiri dalam menyikapi masalah tersebut. Mereka meminta penambahan personil dan dibiarkan mengurusi merek yang mereka naungi tampa campur tangan tim lain. Bahkan, saat dihadapkan dengan dampak dari kecurangan yang dilakukan oleh mantan manajer Tim Penjualan 4, Jeong Seon Hyuk (Oh Dae Hwan), ia tetap teguh dengan pendirian meski memiliki tambahan tanggung jawab.
Berbagai dampak dari perubahan keputusan Gong Eun Tae dan Tim Penjualan 5 atas menolaknya mereka dalam menyerahkan pengelolaan merek yang mereka naungi semakin bermunculan. Terutama pada Gong Eun Tae, ia yang baru memulai akur dan bangkit dengan rekan timnya, harus dihadapkan dengan masalah internal lain seperti pengkhianatan oleh rekan terdekatnya, Jeong Seon Hyuk, anggota baru Tim Penjualan 5 yang diduga terlibat dalam korupsi cabang Tiongkok, hingga pengucilan dari manajer tim lain di divisi penjualan. Apakah Gong Eun Tae akan mampu menghadapi rentetan tantangan ini?





















