Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Bahaya yang Mengintai Park Han Jun di Bloody Flower

still cut drama Korea Bloody Flower
still cut drama Korea Bloody Flower (instagram.com/viumalaysia)
Intinya sih...
  • Reputasi Park Han Jun sebagai mantan jaksa terancam hancur karena keputusannya membela pembunuh berantai.
  • Park Han Jun harus berjalan di atas garis tipis dalam strategi pembelaannya, karena setiap kesalahan bisa membuatnya tersangka baru.
  • Membela Lee Woo Gyeom membuka risiko terhadap keselamatan pribadi Park Han Jun dan menggerus nilai moralnya sebagai ayah dan pengacara.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Dalam drama Korea Bloody Flower, Park Han Jun (Sung Dong Il) tidak hanya bertarung di ruang sidang. Sejak memutuskan membela Lee Woo Gyeom (Ryeo Un), ia secara sadar melangkah ke wilayah berbahaya yang mengancam karier, moral, hingga keselamatan pribadinya.

Setiap keputusan Park Han Jun membawa konsekuensi yang semakin berat, seolah tidak ada jalan mundur tanpa kehilangan sesuatu yang berharga. Ada lima bahaya utama yang terus mengintai Park Han Jun dan menjadi sumber ketegangan penting dalam cerita Bloody Flower.

1. Kehancuran reputasi sebagai mantan jaksa

still cut drama Korea Bloody Flower
still cut drama Korea Bloody Flower (youtube.com/@DisneyPlusKR)

Status Park Han Jun sebagai mantan jaksa justru menjadi pedang bermata dua. Keputusan membela pembunuh berantai membuat reputasi yang ia bangun selama bertahun-tahun terancam runtuh dalam sekejap.

Dalam Bloody Flower, bahaya ini terasa nyata karena publik dan rekan lamanya tidak memberi ruang kompromi. Park Han Jun diposisikan sebagai pengkhianat nilai hukum yang dulu ia ajarkan, dan stigma itu sulit dihapus.

2. Tekanan hukum yang berbalik menyerangnya

still cut drama Korea Bloody Flower
still cut drama Korea Bloody Flower (youtube.com/@DisneyPlusKR)

Langkah-langkah pembelaan Park Han Jun berada di wilayah abu-abu hukum. Setiap strategi yang ia gunakan berpotensi dipelintir menjadi pelanggaran etik atau manipulasi prosedur.

Bahaya ini membuatnya selalu berjalan di atas garis tipis. Bloody Flower menegaskan bahwa satu kesalahan kecil saja bisa mengubah Park Han Jun dari pembela hukum menjadi tersangka baru.

3. Ancaman terhadap keselamatan pribadi

still cut drama Korea Bloody Flower
still cut drama Korea Bloody Flower (youtube.com/@DisneyPlusKR)

Membela sosok seperti Lee Woo Gyeom berarti membuka diri pada risiko yang tidak kasatmata. Park Han Jun berada di tengah pusaran pihak-pihak yang berkepentingan, baik yang ingin Woo Gyeom dihukum mati maupun yang ingin kebenaran tetap tersembunyi.

Dalam Bloody Flower, ancaman ini tidak selalu datang secara frontal. Justru ketidakpastian dan rasa diawasi terus-menerus menjadi teror yang perlahan menggerogoti keberanian Park Han Jun.

4. Keruntuhan moral sebagai ayah dan pengacara

still cut drama Korea Bloody Flower
still cut drama Korea Bloody Flower (instagram.com/viumalaysia)

Motif Park Han Jun membela Lee Woo Gyeom tidak murni profesional. Harapan akan kesembuhan putrinya membuatnya mempertaruhkan nilai-nilai yang selama ini ia pegang.

Bahaya ini bersifat internal dan jauh lebih menyakitkan. Bloody Flower menunjukkan bagaimana Park Han Jun harus hidup dengan pertanyaan apakah ia sedang menyelamatkan anaknya, atau justru menghancurkan dirinya sendiri sebagai manusia dan pengacara.

5. Risiko dijadikan alat oleh Lee Woo Gyeom

still cut drama Korea Bloody Flower
still cut drama Korea Bloody Flower (youtube.com/@DisneyPlusKR)

Lee Woo Gyeom bukan klien biasa yang pasrah pada pembelanya. Ia cerdas, tenang, dan selalu selangkah lebih maju dalam membaca situasi.

Dalam Bloody Flower, bahaya terbesar Park Han Jun adalah kemungkinan dimanfaatkan sepenuhnya oleh Woo Gyeom. Jika itu terjadi, Park Han Jun bukan lagi aktor utama dalam pembelaan, melainkan pion dalam permainan yang jauh lebih besar.

Kelima bahaya ini membuat perjalanan Park Han Jun di Bloody Flower terasa semakin mencekam dan penuh taruhan. Melalui karakter ini, Bloody Flower menegaskan bahwa keberanian membela seseorang bukan hanya soal melawan jaksa di ruang sidang, tetapi juga tentang bertahan dari bahaya yang perlahan menggerus identitas, keyakinan, dan batas moral Park Han Jun dalam dunia kelam Bloody Flower.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Inaf Mei
EditorInaf Mei
Follow Us

Latest in Korea

See More

7 Perilaku Defensif yang Ditunjukkan Hwang Hyun Jin di Drakor Honour

13 Feb 2026, 21:47 WIBKorea