Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Penilaian Negatif Eun Ho tentang Manusia dalam No Tail To Tell

still cut drama Korea No Tail To Tell
still cut drama Korea No Tail To Tell (dok. SBS/No Tail To Tell)

Dalam drama Korea No Tail To Tell, Eun Ho (Kim Hye Yoon) bukan sekadar rubah ekor sembilan, tetapi juga makhluk abadi yang telah terlalu lama mengamati manusia. Ia hidup di antara manusia, menyaksikan ambisi, keserakahan, cinta, dan pengkhianatan berulang kali. Dari situlah penilaiannya tentang manusia terbentuk, tajam, dingin, dan sering kali menyakitkan untuk didengar. Namun, justru karena itulah, banyak penonton merasa perkataannya seperti tamparan realitas.

Eun Ho tidak menilai manusia dari satu kesalahan atau satu generasi saja, melainkan dari pola yang ia lihat selama ratusan tahun. Setiap pengalamannya memperkuat keyakinan bahwa manusia adalah makhluk yang rapuh secara moral dan sering kali lebih mementingkan keuntungan pribadi. Ada lima penilaian negatif Eun Ho tentang manusia dalam No Tail To Tell yang terasa pahit, tetapi sayangnya cukup relate dengan kehidupan nyata.

1. Manusia mudah melupakan kebaikan, tetapi akan menyimpan dendam seumur hidup

still cut drama Korea No Tail To Tell
still cut drama Korea No Tail To Tell (dok. SBS/No Tail To Tell)

Menurut Eun Ho, kebaikan bagi manusia sering kali hanya diingat sesaat. Saat menerima bantuan, manusia bersyukur, tetapi ketika keadaan berubah, kebaikan itu seolah tak pernah ada. Sebaliknya, luka dan pengkhianatan kecil justru diingat dengan detail luar biasa.

Eun Ho melihat manusia lebih setia pada rasa sakit dibanding rasa terima kasih, seakan dendam memberi mereka alasan untuk bertahan hidup. Penilaian ini terasa menyakitkan karena sering kali kita pun tanpa sadar lebih mudah mengingat siapa yang menyakiti kita dibanding siapa yang pernah menolong.

2. Manusia tidak bisa dipercaya, terutama yang kaya dan berkuasa

still cut drama Korea No Tail To Tell
still cut drama Korea No Tail To Tell (dok. SBS/No Tail To Tell)

Eun Ho memiliki kecurigaan mendalam terhadap manusia yang memiliki uang dan kekuasaan. Baginya, semakin tinggi posisi seseorang, semakin pandai ia menyembunyikan niat aslinya. Janji manis, sikap ramah, dan kepedulian sering kali hanyalah topeng untuk mencapai tujuan tertentu.

Eun Ho menilai kepercayaan sebagai alat transaksi, bukan nilai moral. Dalam drama ini, manusia berkuasa kerap memanfaatkan kelemahan orang lain tanpa rasa bersalah, sesuatu yang terasa sangat dekat dengan realitas sosial kita.

3. Manusia menghabiskan hidupnya hanya untuk mengumpulkan uang

still cut drama Korea No Tail To Tell
still cut drama Korea No Tail To Tell (dok. SBS/No Tail To Tell)

Sebagai makhluk abadi, Eun Ho melihat betapa singkatnya hidup manusia, tetapi ironisnya mereka justru menghabiskan waktu yang terbatas itu untuk bekerja tanpa henti. Uang menjadi tujuan utama, bukan sekadar alat. Eun Ho memandang manusia seperti terjebak dalam perlombaan yang tidak pernah benar-benar mereka pahami garis akhirnya.

Banyak manusia menunda kebahagiaan, menunda istirahat, dan menunda hidup demi angka yang terus ingin mereka tambahkan. Manusia bahkan menghabiskan waktunya di jalanan yang macet selama berjam-jam.

4. Mencurahkan hidup untuk uang, tetapi tidak punya waktu untuk menikmatinya

still cut drama Korea No Tail To Tell
still cut drama Korea No Tail To Tell (dok. SBS/No Tail To Tell)

Hal yang membuat Eun Ho semakin sinis adalah ironi setelah uang itu terkumpul. Ketika manusia akhirnya memiliki cukup kekayaan, tubuh mereka sudah lelah, usia telah menua, dan waktu hampir habis. Mereka punya uang untuk membeli segalanya, kecuali waktu dan kesehatan.

Eun Ho melihat ini sebagai tragedi berulang yang manusia sadari terlambat. Penilaian ini terasa sangat dekat dengan kehidupan modern, ketika banyak orang bekerja keras hanya untuk menyesali waktu yang telah hilang.

5. Manusia adalah makhluk oportunis dan serakah

still cut drama Korea No Tail To Tell
still cut drama Korea No Tail To Tell (dok. SBS/No Tail To Tell)

Bagi Eun Ho, manusia jarang merasa cukup. Kesempatan sekecil apa pun akan dimanfaatkan, bahkan jika harus mengorbankan orang lain. Keserakahan ini tidak selalu muncul dalam bentuk kejahatan besar, tetapi sering hadir lewat ambisi, manipulasi, dan pembenaran diri.

Eun Ho percaya bahwa manusia akan memilih keuntungan pribadi selama masih bisa diterima secara sosial. Penilaian ini membuat karakternya terlihat dingin, tetapi juga jujur terhadap sisi gelap manusia.

Penilaian negatif Eun Ho tentang manusia dalam No Tail To Tell memang terdengar kejam, tetapi justru itulah kekuatan ceritanya. Drama ini tidak berusaha memutihkan manusia atau menghitamkan makhluk mitologi semata, melainkan memperlihatkan betapa kompleks dan kontradiktifnya sifat manusia. Melalui sudut pandang Eun Ho, penonton diajak bercermin, mempertanyakan apakah penilaian itu sepenuhnya salah, atau justru lahir dari kebenaran yang terlalu sering kita abaikan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kirana Mulya
EditorKirana Mulya
Follow Us

Latest in Korea

See More

Biodata dan Profil Martin CORTIS, Leader yang Multitalenta

01 Feb 2026, 17:10 WIBKorea