Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Sikap Gye Su Jeong yang Mengusik Hierarki GUMC di Doctor X
still cut drakor Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/Doctor X: Mafia in White)
  • Gye Su Jeong berani mempertanyakan keputusan Direktur Kim terkait operasi pasien lansia, menegaskan bahwa jabatan tinggi tidak membuat pilihan medis bebas dari kritik profesional.
  • Sebagai dokter freelance, Su Jeong membatasi tugas sesuai kontrak, menolak politik kantor, dan menegur dokter yang lebih fokus melempar tanggung jawab atas kematian Jin Hyeong.
  • Meski kewenangannya dibatasi setelah dipindahkan ke IGD, Su Jeong tetap mengutamakan keselamatan pasien dan tidak tunduk pada tekanan untuk menyenangkan dokter senior.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Dalam drama Korea Doctor X: Mafia ini White, kemampuan medis bukan satu-satunya hal yang menentukan posisi seorang dokter di Guseo University Medical Center (GUMC). Jabatan, reputasi, hubungan antarpegawai, dan kepentingan ikut mempengaruhi cara dokter bekerja. Di tengah sistem tersebut, Gye Su Jeong (Kim Ji Won) tampil sebagai sosok yang sulit dikendalikan.

Su Jeong memperlihatkan bahwa penolakannya terhadap sistem yang rusak bukan semata ingin melawan. Ia lebih mempertanyakan keputusan yang dianggap keliru, batas tanggung jawab profesional, serta cara rumah sakit memperlakukan pasien. Berikut lima sikap Gye Su Jeong yang membuat kehadirannya mengusik hierarki di GUMC.

1. Berani memberi kritik dan saran untuk keputusan Direktur Kim secara langsung

still cut drakor Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/Doctor X: Mafia in White)

Ketika Direktur Kim Myeong Seop merencanakan operasi terbuka untuk Seo Byeong Gyu, pasien berusia 80 tahun dengan kanker kandung empedu, Su Jeong mempertanyakan keputusan tersebut dan menilai Direktur Kim masih terpaku pada metode lama. Menurutnya, pendekatan yang dipilih terlalu keras bagi pasien dan spesialis laparoskopi-lah yang seharusnya menangani kasus itu.

Di lingkungan kerja yang hierarkis, mengoreksi atasan bukan perkara sederhana. Kemandirian Su Jeong menyampaikan opsi pertimbangan lain dengan alasan profesional memperlihatkan bahwa jabatan tinggi tidak otomatis membuat keputusan medisnya kebal kritik. Ia tidak diam saja hanya karena takut merusak hubungan atau dianggap tidak sopan.

2. Menolak pekerjaan di luar kontrak dan tidak mengikuti politik kantor

still cut drakor Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/Doctor X: Mafia in White)

Sebagai dokter freelance yang bekerja melalui agensi Hui Suk, Su Jeong memiliki batas kerja yang jelas dan tegas. Menurutnya, tugas yang disepakati adalah melakukan operasi, bukan mengambil alih pekerjaan lain. Kontrak ini bukan disalahgunakan untuk mengabaikan kebutuhan tim dalam situasi darurat, melainkan menjadi batas untuk menghindari eksploitasi dan menentukan apa yang menjadi tanggung jawabnya.

Sikap ini juga berkaitan dengan caranya menghadapi tekanan sosial. Ketika rekan kerja membicarakannya, Ia tidak merasa harus membela diri atau membuktikan dirinya pantas diterima. Su Jeong lebih memilih membiarkan kemampuannya berbicara daripada menghabiskan energi untuk mengelola persepsi orang lain.

3. Menegur dokter yang sibuk melempar tanggung jawab atas kematian Jin Hyeong

still cut drakor Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/Doctor X: Mafia in White)

Seo Jin Hyeong, petugas medis darurat di GUMC, meninggal setelah mengalami aneurisma yang membutuhkan operasi kompleks. Dokter Bae menolak melakukan operasi karena tingkat kesulitan yang tinggi dengan kemungkinan berhasil yang kecil. Hal ini membuat batas kompetensi dokter dan tanggung jawab rumah sakit dipertanyakan.

Di tengah perdebatan itu, Su Jeong menegur para dokter karena dinilai terlalu sibuk bermain aman membicarakan tanggung jawab masing-masing dan melupakan kewajiban mereka terhadap pasien. Su Jeong menolak ketika pembahasan tentang batas kemampuan dokter berubah menjadi alasan untuk berhenti mencari solusi.

4. Mengutamakan keselamatan pasien meski kewenangannya dibatasi tanpa alasan yang jelas

still cut drakor Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/Doctor X: Mafia in White)

Setelah kontraknya ditangguhkan karena GUMC merekrut dokter bedah baru, Na Dae Il, Su Jeong ditempatkan di IGD dan tidak lagi memiliki akses operasi seperti sebelumnya. Walaupun mengalami perubahan status, ia tetap menangani pasien trauma sekaligus terlibat dalam penanganan operasi. Terutama, operasi kolesistitis pada Kwon Chung Hyeon yang tak segera dilakukan oleh Na Dae Il.

Saat Chung Hyeon akhirnya kolaps lagi, Su Jeong berusaha mengambil alih operasi dengan bantuan Tae Gyeong dan Won JIn. Dalam hal ini, ia memperlihatkan apakah sistem rumah sakit mampu merespons keadaan darurat terutama ketika dokter yang dinilai mampu menangani pasien justru sedang dibatasi kewenangannya demi kepentingan pribadi beberapa oknum.

5. Tidak berusaha menjadi dokter penjilat yang disukai semua orang

still cut drakor Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/Doctor X: Mafia in White)

Gye Su Jeong berulang kali memperlihatkan perilaku yang tidak berorientasi pada penerimaan sosial. Ia berani mengkritik dokter lain secara langsung, tidak mengikuti gosip rumah sakit, dan kerap berselisih dengan para dokter yang mengabaikan tanggung jawab terhadap pasien.

Seseorang memang bisa dapat kepercayaan dan dukungan melalui relasi. Namun, relasi juga bisa berubah menjadi tekanan ketika seseorang dituntut untuk diam dan menyetujui sesuatu hanya karena menghormati senior. Oleh karena itu, Su Jeong tidak otomatis patuh hanya karena seseorang memiliki jabatan yang lebih tinggi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article