Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Sisi Menarik Karakter Lee Ga Kyung di 100 Days of Deception

3 min read
5 Sisi Menarik Karakter Lee Ga Kyung di 100 Days of Deception
still cut drama 100 Days of Deception (dok. tvN/100 Days of Deception)
  • Lee Ga Kyung, tokoh utama 100 Days of Deception yang diperankan Kim You Jung, adalah pencopet dan pembohong ambisius yang ingin meninggalkan Joseon demi hidup lebih baik di Amerika.
  • Berlatar Korea tahun 1932 di bawah kekuasaan Jepang, ia memprioritaskan tujuan pribadi ketimbang perjuangan kemerdekaan karena merasa negara tidak pernah memberinya apa pun.
  • Meski hidup demi uang hasil curian, Lee Ga Kyung masih toleran pada pihak yang membutuhkan; kemampuan berbohong, berbahasa Jepang-Inggris, dan beradaptasi mendukung misi mata-matanya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lee Ga Kyung yang diperankan Kim You Jung adalah tokoh utama dalam drakor 100 Days of Deception. Karakternya dikemas dengan sejumlah daya tarik yang akan membuat penonton penasaran. Ia pun bukan sosok protagonis yang bebas dari tindakan kotor.

Karakter Lee Ga Kyung justru digambarkan sebagai pencopet dan pembohong andal. Ambisi besar di tengah keterbatasan sebagai rakyat biasa pada masa penjajahan Jepang di Korea mendorong rasa ingin tahu terkait langkah yang diambilnya. Berikut ini adalah lima sisi menarik Lee Ga Kyung yang membuat cerita 100 Days of Deception jadi semakin seru.

  1. 1. Ambisius dalam mengejar tujuan pribadinya

    Potongan adegan drama Korea 100 Days of Deception produksi tvN dalam materi promosi resmi serial tersebut.
    still cut drama 100 Days of Deception (dok. tvN/100 Days of Deception)

    Kehidupan Lee Ga Kyung sebenarnya sangat kekurangan dari segi ekonomi. Ia hidup di bawah tekanan preman yang memperbudak dirinya dan anak-anak lain sebagai pencopet. Namun, keadaan itu tidak membuatnya kehilangan semangat hidup begitu saja.

    Lee Ga Kyung sebaliknya memiliki tujuan besar untuk memperbaiki hidupnya. Ambisinya begitu besar hingga berani mempertaruhkan nyawa demi meraih tujuan pribadinya. Meninggalkan Joseon untuk kehidupan yang lebih baik di Amerika adalah tujuan terbesarnya.

  2. 2. Pandangan yang realistis soal perjuangan kemerdekaan

    Still cut drama 100 Days of Deception yang dirilis sebagai materi promosi resmi oleh stasiun televisi tvN.
    still cut drama 100 Days of Deception (dok. tvN/100 Days of Deception)

    Cerita 100 Days of Deception menggunakan latar waktu tahun 1932. Kala itu Korea ada di bawah kekuasaan Jepang. Pada masa seperti ini, memperjuangkan kemerdekaan adalah tujuan hidup beberapa tokoh yang ditampilkan. Namun, Lee Ga Kyung memiliki pandangan yang berbeda.

    Lee Ga Kyung merasa tidak adil ketika dihakimi orang karena tidak mau tahu soal perjuangan kemerdekaan. Sebagai anak yang lahir saat Jepang sudah berkuasa, ia merasa tidak berkewajiban untuk mempertaruhkan nyawa demi negara. Tujuan pribadi lebih penting bagi Lee Ga Kyung karena negara tak memberi apa pun untuknya.

  3. 3. Suka uang tapi punya toleransi di situasi tertentu

    Still cut drama Korea 100 Days of Deception dari tvN, sebagaimana tercantum dalam materi promosi serial tersebut.
    still cut drama 100 Days of Deception (dok. tvN/100 Days of Deception)

    Hidup Lee Ga Kyung sehari-hari diperuntukkan untuk mencari uang. Ia selalu giat menabung supaya bisa pergi dari tanah kelahirannya secepat mungkin. Karena tidak punya siapa pun yang bisa menjadi sandaran, Lee Ga Kyung menganggap uang sebagai satu-satunya hal di dunia yang bisa menyelamatkan hidupnya.

    Meski sangat menyukai uang dan hidup dari hasil curian, terkadang Lee Ga Kyung juga menunjukkan toleransi. Prioritasnya bisa berubah tergantung situasinya. Jika ada pihak yang lebih membutuhkan, Lee Ga Kyung masih bisa mengesampingkan kepentingan pribadinya.

  4. 4. Sangat natural dalam melontarkan kebohongan

    Still cut drama Korea 100 Days of Deception produksi tvN yang memperlihatkan cuplikan adegan dari serial tersebut.
    still cut drama 100 Days of Deception (dok. tvN/100 Days of Deception)

    Selain keahlian mencopet, Lee Ga Kyung juga pandai berbohong. Ia bisa melontarkan kebohongan dengan sangat natural. Bahkan saat dirinya terdesak, kebohongan demi kebohongan tetap keluar dari mulutnya demi bisa melindungi diri.

    Lee Ga Kyung juga dapat menutupi kebohongan yang lalu dengan kebohongan baru dalam waktu yang singkat. Orang-orang dibuat percaya padanya karena pernyataannya terdengar masuk akal. Ketenangan jadi kunci keberhasilannya dalam menutupi kebenaran.

  5. 5. Bisa berbahasa asing di tengah keterbatasan

    Potongan adegan dari drama Korea 100 Days of Deception dalam materi promosi resmi yang dirilis oleh tvN.
    still cut drama 100 Days of Deception (dok. tvN/100 Days of Deception)

    Sekilas Lee Ga Kyung memang seperti anak dari keluarga berada. Ia terlihat bersih dan rapi sampai bisa membuat orang lain terkecoh. Padahal, semua itu hanyalah topeng yang digunakan Lee Ga Kyung untuk melancarkan aksinya.

    Kemampuan berbahasa asing seperti bahasa Jepang dan Inggris juga turut menutupi latar belakangnya. Awalnya memang belum terasa bermanfaat karena lingkungan pergaulannya pun tidak membutuhkan kemampuan itu. Namun, peluang baru yang tak diduga akan datang bagaikan hadiah atas kegigihan di tengah keterbatasannya.

    Karakter Lee Ga Kyung mampu belajar banyak keterampilan meski kondisinya yang terasa menyesakkan. Ia mampu menyesuaikan diri dengan baik yang menjadi modal kuat untuk melakukan misi mata-mata di episode 100 Days of Deception selanjutnya. Para penonton pun dibuat penasaran dengan perkembangan karakter Lee Ga Kyung usai terjebak di lingkaran pejuang kemerdekaan yang tak diinginkannya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More