7 Blunder Kusanagi Ketua Tim Babylon di A Shop For Killers 2

- Jin Kusanagi memimpin Babylon Asia Timur setelah kegagalan memburu Jeong Jin Man, tetapi strateginya memicu masalah internal dan mempersulit operasi organisasi.
- Ia tetap melibatkan Bale yang sulit diatur serta menunjuk J sebagai pemimpin operasi, meski Q dinilai lebih berpengalaman memimpin tim lapangan.
- Setelah Bale membunuh J, Kusanagi menuduh Jeong Jin Man dan meledakkan bus berisi saksi, sehingga konflik serta korban di pihak Babylon bertambah.
Jin Kusanagi (Jung Yun Ha) ditunjuk sebagai ketua tim Babylon Asia Timur untuk menyelesaikan berbagai masalah yang muncul setelah kegagalan organisasi memburu Jeong Jin Man. Sebagai pemimpin baru, ia membawa strategi dan pendekatan yang berbeda dalam menjalankan setiap misi. Namun, tidak semua keputusan yang diambilnya berjalan sesuai rencana.
Sepanjang A Shop For Killers 2, Kusanagi beberapa kali melakukan kesalahan yang justru merugikan pihak Babylon. Keputusan-keputusan tersebut membuat misinya semakin sulit dan memberi kesempatan bagi Jeong Jin Man (Lee Dong Wook) serta Jeong Ji An (Kim Hye Jun) untuk bertahan. Berikut tujuh blunder yang dilakukan Kusanagi selama memimpin operasi Babylon.
1. Kusanagi tetap memasukkan Bale (Jo Han Sun) ke dalam operasi meski mengetahui ia sulit bekerja sama. Keputusan itu menjadi awal kekacauan dalam misi Babylon

2. Ia mengabaikan sifat Bale yang tidak mau menerima perintah dari siapa pun. Akibatnya, operasi menjadi sulit dikendalikan saat anggota mulai bergerak

3. Kusanagi menunjuk J sebagai pemimpin operasi, padahal posisi tersebut lebih layak diberikan kepada Q yang memiliki pengalaman memimpin tim di lapangan

4. Bale menyerang J karena merasa dihalangi untuk membunuh Jeong Jin Man. Serangan itu berakhir dengan kematian J di tangan rekan satu timnya sendiri

5. Setelah J tewas, Kusanagi tidak mengungkap pelaku sebenarnya kepada anggota Babylon. Ia justru menuduh Jeong Jin Man sebagai penyebab kematian J

6. Q (Hyunri) percaya bahwa Jeong Jin Man telah membunuh J (Masaki Okada). Akibatnya, Q bertekad membalas dendam dan semakin berambisi menyelesaikan misinya

7. Untuk menghilangkan semua bukti, Kusanagi meledakkan bus yang mengangkut para anggota Babylon yang mengetahui J sebenarnya dibunuh oleh Bale

Kesalahan-kesalahan Kusanagi membuat operasi Babylon berjalan jauh dari rencana semula. Keputusannya justru memicu konflik baru dan menimbulkan korban di pihak organisasinya sendiri. Blunder tersebut menunjukkan bahwa ancaman bagi Babylon tidak hanya datang dari musuh, tetapi juga dari keputusan pemimpinnya.




















