Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

7 Kisah Menyedihkan Kang Pi O di Four Hands, Two Sonatas, Pilu!

7 Kisah Menyedihkan Kang Pi O di Four Hands, Two Sonatas, Pilu!
still cut drama Four Hands, Two Sonatas (instagram.com/tvn_drama)
Share Article

Kang Pi O (Song Kang) dalam drakor Four Hands, Two Sonatas disoroti sebagai seorang remaja berusia 17 tahun yang bersekolah di Sekolah Seni Korea. Kang Pi O jadi salah satu siswa teladan di sekolahnya karena banyak memenangkan kompetisi piano termasuk Lake Erie ke-27. Punya kemampuan luar biasa dalam memainkan alat musik piano, Kang Pi O ini juga punya latar belakang keluarga yang luar biasa, lho. 

Kang Seung Won (Jung Jin Young) yang merupakan kakeknya adalah seorang konduktor terkenal di dunia. Sedangkan Kang Ji Hye (Yoon Se Ah) sang ibu adalah seorang balerina yang pernah bergabung dengan perusahaan balet terkenal di Jerman. Kehidupan sempurna yang dimiliki Kang Pi O membuat banyak teman sekolahnya merasa cemburu dan iri. Tapi kenyataannya, kehidupan sempurna tersebut hanya lah kemasan luar saja. Kang Pi O diam-diam menyimpan banyak luka yang tak pernah ia suarakan. Di bawah ini jadi kisah menyedihkan yang dimiliki Kang Pi O dalam drakor Four Hands, Two Sonatas. Keep scrolling!

  1. 1. Di sekolah selalu jadi siswa kebanggaan, Pi O justru tak merasakan hal yang sama saat di rumah

    still cut drama Four Hands, Two Sonatas
    still cut drama Four Hands, Two Sonatas (instagram.com/tvn_drama)
  2. 2. Sejak kecil, Seung Won yang merupakan kakeknya itu selalu menolak kehadiran dirinya di rumah

    still cut drama Four Hands, Two Sonatas
    still cut drama Four Hands, Two Sonatas (instagram.com/tvn_drama)
  3. 3. Ini karena fakta bahwa Pi O adalah anak hasil di luar nikah sang ibu. Hingga kini Pi O tak tahu siapa ayahnya

    still cut drama Four Hands, Two Sonatas
    still cut drama Four Hands, Two Sonatas (instagram.com/tvn_drama)
  4. 4. Di mata sang kakek, Pi O dianggap jadi noda hitam yang mencoreng martabat keluarga. Pi O tak diakui jadi cucu

    still cut drama Four Hands, Two Sonatas
    still cut drama Four Hands, Two Sonatas (instagram.com/tvn_drama)
  5. 5. Hasilnya, Pi O dari dulu selalu dituntut untuk berlatih piano oleh sang ibu supaya bisa mendapatkan pujian dan hati kakeknya itu

    still cut drama Four Hands, Two Sonatas
    still cut drama Four Hands, Two Sonatas (instagram.com/tvn_drama)
  6. 6. Karena haus validasi, meski punya kemampuan bermain piano yang sempurna Pi O selalu merasa rendah diri

    still cut drama Four Hands, Two Sonatas
    still cut drama Four Hands, Two Sonatas (instagram.com/tvn_drama)
  7. 7. Ia selalu menganggap seluruh pencapaiannya tak ada artinya karena sang kakek tak pernah memujinya 

    still cut drama Four Hands, Two Sonatas
    still cut drama Four Hands, Two Sonatas (instagram.com/tvn_drama)

    Kehidupannya terlihat berkilauan dari luar, kenyataannya Kang Pi O tak pernah merasa bahagia sepanjang hidupnya. Sejak kecil, ia hanya dijadikan alat oleh sang ibu untuk bisa meluluhkan hati kakeknya. Karena ini, meski menguasai semua teknik dalam bermain piano, Kang Pi O tak pernah benar-benar bisa menghayati musiknya. Ini karena ia selama ini dibutakan oleh ambisi hampa untuk mendapatkan validasi sang kakek. Ia tak pernah benar-benar menemukan dorongan internal untuk bermain piano. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More