Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Alasan Do Ji Ui Sering Berselisih dengan Warga di Doctor On The Edge
still cuts drama Doctor On The Edge (dok. ENA/Doctor On The Edge)
  • Do Ji Ui, dokter baru di Pulau Pyeondong-do, sering berselisih dengan warga karena perbedaan cara berpikir antara standar medis modern dan kebiasaan lokal yang lebih praktis.
  • Warga menginginkan solusi cepat untuk penyakit mereka, sementara Ji Ui menekankan diagnosis akurat dan pencegahan, sehingga sering terjadi kesalahpahaman dalam pelayanan kesehatan.
  • Sifat blak-blakan Ji Ui serta kurangnya pemahaman terhadap karakter warga membuat niat baiknya kerap disalahartikan, memperumit hubungan antara dokter dan masyarakat setempat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sejak hari pertamanya bertugas di Pulau Pyeondong-do, Do Ji Ui (Lee Jae Wook) di Doctor On The Edge (2026) sudah beberapa kali terlibat adu argumen dengan warga setempat. Padahal, sebagai dokter kesehatan masyarakat, Ji Ui sebenarnya datang dengan niat membantu dan memberikan pelayanan terbaik bagi para pasien.

Masalahnya, cara berpikir Ji Ui yang terbiasa dengan standar medis modern sering kali berbenturan dengan kebiasaan warga Pyeondong-do. Alhasil, kesalahpahaman demi kesalahpahaman terus terjadi hingga membuat hubungan mereka tidak selalu berjalan mulus. Nah, berikut beberapa alasan yang membuat Do Ji Ui sering berselisih dengan warga Pyeondong-do.

1. Terlau berpegang teguh pada prosedur medis

still cuts drama Doctor On The Edge (dok. ENA/Doctor On The Edge)

Sebagai dokter, Ji Ui selalu berusaha mengikuti prosedur medis yang berlaku. Ia tidak suka asal memberikan obat tanpa mengetahui penyebab penyakit pasien terlebih dahulu. Baginya, diagnosis yang tepat adalah bagian penting dari proses pengobatan.

Masalahnya, banyak warga Pyeondong-do yang menganggap cara tersebut terlalu rumit. Mereka lebih terbiasa datang ke puskesmas, mendapatkan obat, lalu langsung pulang. Karena itu, ketika Ji Ui meminta pemeriksaan tambahan, beberapa warga justru merasa sedang dipersulit.

2. Warga hanya ingin solusi cepat

still cuts drama Doctor On The Edge (dok. ENA/Doctor On The Edge)

Sebagian besar pasien yang datang ke puskesmas berharap keluhannya bisa segera hilang. Mereka tidak terlalu memikirkan penyebab penyakit selama masih bisa beraktivitas seperti biasa. Yang penting bagi mereka adalah mendapatkan obat dan kembali bekerja.

Sementara itu, Ji Ui memiliki cara pandang yang berbeda. Ia lebih fokus mencari akar masalah daripada sekadar menghilangkan gejala yang muncul. Perbedaan ekspektasi inilah yang sering membuat warga dan Ji Ui sulit mencapai kesepakatan.

3. Ji Ui terlalu blak-blakan saat menyampaikan pendapat

still cuts drama Doctor On The Edge (dok. ENA/Doctor On The Edge)

Salah satu sifat Do Ji Ui yang cukup menonjol adalah kejujurannya. Ia terbiasa mengatakan apa yang ada di pikirannya tanpa banyak basa-basi. Sikap tersebut mungkin biasa saja di lingkungan kerja sebelumnya. Namun, tidak semua warga Pyeondong-do bisa menerima cara bicara seperti itu. Beberapa orang bahkan menganggap Ji Ui terlalu dingin dan kurang ramah. Akibatnya, niat baik yang ingin ia sampaikan sering kali disalahartikan oleh pasien.

4. Perbedaan cara pandang soal kesehatan

still cuts drama Doctor On The Edge (dok. ENA/Doctor On The Edge)

Sebagai dokter, Ji Ui percaya bahwa mencegah penyakit jauh lebih baik daripada mengobatinya. Karena itu, ia sering mengingatkan pasien untuk menjaga pola hidup dan rutin memeriksakan kesehatan mereka. Sayangnya, nasihat tersebut tidak selalu diterima dengan baik.

Sebagian warga justru merasa tubuh mereka baik-baik saja selama masih sanggup bekerja. Mereka cenderung mengabaikan gejala-gejala kecil dan baru datang ke puskesmas ketika kondisinya sudah memburuk. Perbedaan cara pandang ini membuat Ji Ui beberapa kali frustrasi menghadapi pasiennya.

5. Ji Ui masih belum memahami karakter warga setempat

still cuts drama Doctor On The Edge (dok. ENA/Doctor On The Edge)

Sebagai pendatang baru, Ji Ui membutuhkan waktu untuk memahami kehidupan di Pyeondong-do. Ia terbiasa hidup di kota dan bekerja di rumah sakit besar dengan lingkungan yang sangat berbeda. Karena itu, tidak semua pendekatannya cocok diterapkan di pulau tersebut.

Di sisi lain, warga juga belum benar-benar mengenal Ji Ui sebagai dokter. Mereka hanya melihatnya sebagai orang luar yang tiba-tiba datang dan berusaha mengubah kebiasaan yang sudah lama mereka jalani. Gak heran kalau kesalahpahaman sering terjadi di antara kedua belah pihak.

Perselisihan antara Do Ji Ui dan warga Pyeondong-do sebenarnya bukan semata-mata karena salah satu pihak bersikap buruk. Sebagian besar konflik justru muncul karena perbedaan cara berpikir dan kebiasaan yang sudah mengakar di masing-masing pihak. Namun, seiring berjalannya waktu, pastinya kita akan melihat Ji Ui dan para warga bisa menemukan cara untuk saling memahami satu sama lain.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article