7 Alasan Putra Mahkota Menjadi Ak-gwi di The East Palace

- Putra Mahkota awalnya dikenal bijaksana dan diangkat sebagai pewaris takhta setelah dua kakaknya meninggal akibat tragedi yang disebut Kutukan Arwah Kolam.
- Ia mengetahui kematian para pangeran disebabkan oleh neneknya, lalu mengulangi dosa itu dengan meracuni kakaknya demi takhta hingga akhirnya diracun oleh sang Raja.
- Dendam dan kebenciannya terhadap keluarga kerajaan membuat arwah Putra Mahkota berevolusi menjadi Ak Gwi, roh jahat yang mengutuk seluruh keturunan Raja.
Putra Mahkota (Kwak Dong Yeon) menjadi salah satu karakter paling tragis di The East Palace (2026). Ia merupakan putra ketiga Raja (Cho Seung Woo) yang diangkat menjadi pewaris takhta setelah dua kakak laki-lakinya meninggal dunia akibat tragedi yang selama ini dikenal sebagai Kutukan Arwah Kolam. Awalnya, ia dikenal sebagai sosok cerdas dan bijaksana yang diharapkan mampu membawa perubahan bagi kerajaan.
Namun, nasib Putra Mahkota juga berakhir tragis. Setelah meninggal dunia, ia berubah menjadi roh pendendam yang dipenuhi amarah, kekecewaan, dan kebencian hingga akhirnya berevolusi menjadi Ak Gwi. Lantas, apa sebenarnya yang membuat Putra Mahkota berubah menjadi Ak Gwi? Simak beberapa alasannya berikut ini!
1. Putra Mahkota mengetahui bahwa kematian para pangeran 30 tahun lalu bukan disebabkan oleh Kutukan Arwah Kolam, melainkan ulah neneknya sendiri

2. Mengetahui peristiwa tersebut, Putra Mahkota justru mengulangi dosa yang sama. Ia meracuni kedua kakaknya agar naik jadi pewaris takta

3. Setelah mengetahui kejahatan Putra Mahkota, Raja meracuni putranya. Selain itu ia juga ingin menutup rahasia yang selama ini disembunyikan

4. Putra Mahkota merasa diperlakukan tidak adil karena dihukum atas dosa yang menurutnya juga pernah dilakukan ayah dan neneknya

5. Sebelum mengembuskan napas terakhir, Putra Mahkota yang kecewa dengan ayahnya bersumpah akan untuk menghabisi seluruh keturunan Raja

6. Karena meninggal dengan penuh dendam, penyesalan, dan kebencian, Putra Mahkota menjadi roh pendendam yang mengutuk keluarga kerajaan

7. Seiring waktu, kebenciannya semakin besar. Ia menyerap energi negatif dari gwimae serta arwah korban wabah yang akhirnya membuatnya jadi ak gwi

Kisah Putra Mahkota menunjukkan bahwa ia bukan sekadar sosok jahat yang haus kekuasaan. Keputusan keluarganya ikut membentuk kebencian yang akhirnya melahirkan Ak Gwi. Meski begitu, semua kejahatan yang dilakukannya tetap tidak bisa dibenarkan. Kalau menurutmu, apakah Putra Mahkota pantas dikasihani?














![[QUIZ] Dapat Tugas dari Guru, Siapa Member CORTIS yang Kerja Kelompok Denganmu?](https://image.idntimes.com/post/20260626/img_20260626_093753_d2d2b5bc-40eb-4f5b-84ac-65aa4e577ba7.jpg)







