Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Apakah Mengerahkan Warga Sipil Keputusan Terbaik di Duty After School?

Apakah Mengerahkan Warga Sipil Keputusan Terbaik di Duty After School?
poster drama Duty After School (instagram.com/tving.official)
Share Article

Di drakor Duty After School (2023), pemerintah memilih keputusan yang cukup ekstrim untuk melawan Alien Bola Ungu. Para warga sipil yang berusia muda pun dikerahkan untuk ikut terjun ke lapangan. Berbekal pelatihan militer singkat, mereka harus berhadapan langsung dengan Alien Bola Ungu yang sangat berbahaya. 

Melalui segala kontroversi yang mengikuti, banyak pro dan kontra akan keputusan pemerintah tersebut. Gak heran, kalau sampai muncul pertanyaan akan tepatnya jalan yang telah  diambil ini.

Nah, kalau kamu penasaran, yuk, temukan jawabannya pada ulasan berikut ini. Simak sampai akhir, ya! 

1. Tentara militer terlalu arogan bertindak ketika Alien Bola Ungu jatuh ke bumi

still cuts drama Duty After School (instagram.com/tving.official)
still cuts drama Duty After School (instagram.com/tving.official)

Selama setahun terakhir, Bola Ungu Raksasa memenuhi langit di kota Seoul. Pemerintah pun belum juga mengetahui mahkluk apa itu. Namun mereka beranggapan, situasi akan tetap aman kalau manusia tidak mengusik terlebih dahulu.

Sementara itu, terdapat satu Bola Ungu Raksasa yang pertama kali jatuh ke bumi. Menariknya, makhluk tersebut malah menimpa kawasan pelatihan militer.

Choi Yong Sik (Kim Won Hae) yang kala itu tengah berjaga pun memerintahkan bawahannya untuk menembak Bola Ungu Raksasa. Tak ada respon yang berarti ketika peluru senapan meluncur mengenai Bola Ungu Raksasa.

Belum juga puas, hal ini bikin Choi Yong Sik menembakan satu lagi tembakan meriam. Nahas, bola ungu raksasa langsung bereaksi dan menyerang para tentara yang ada di lokasi kejadian. Alien kecil yang berinang pada Bola Ungu Raksasa pun menyebar ke bumi. 

2. Banyak tentara militer yang gugur di lapangan

still cuts drama Duty After School (instagram.com/tving.official)
still cuts drama Duty After School (instagram.com/tving.official)

Tak ada yang menyangka kalau makhluk tersebut dapat membahayakan umat manusia. Diperkirakan, tentara melakukan operasi militer tanpa mengetahui mempelajari makhluk tersebut terlebih dahulu.

Pemerintah pun dihadapkan dengan situasi yang cukup genting. Sebab, banyak tentara militer yang gugur ketika melawan Alien Bola Ungu. Mereka merupakan satu-satunya pertahanan negara. Gak heran, kalau hal ini sampai bikin Korea Selatan kekurangan prajurit. 

3. Mengerahkan warga sipil berusia muda untuk ikut maju

still cuts drama Duty After School (instagram.com/tving.official)
still cuts drama Duty After School (instagram.com/tving.official)

Di situasi darurat ini, pemerintah  mengerahkan warga sipil berusia muda untuk ikut maju ke lapangan. Mereka harus meninggalkan rumah dan keluarga untuk melakukan operasi militer. Terlebih lagi para siswa SMA yang duduk di kelas 3 harus mengatur fokus antara persiapan ujian CSAT dan latihan militer.

Di sisi lain, pemerintah tak pernah jujur akan bahayanya makhluk tersebut. Tentu, hal ini bikin warga sipil merasa marah dan tertipu. Banyak dari mereka terbunuh sia-sia tanpa pertanggungjawaban yang jelas dari pemerintah. 

4. Senjata yang digunakan untuk memusnahkan makhluk tersebut masih cukup minim

still cuts drama Duty After School (instagram.com/tving.official)
still cuts drama Duty After School (instagram.com/tving.official)

Para prajurit melancarkan misi dengan senjata yang cukup minim. Walaupun begitu, terdapat sejumlah alat yang bisa bikin Alien Bola Ungu berukuran kecil musnah. Beberapa diantaranya, yakni senjata yang mengandung uranium, peledak beruranium, dan suhu dingin. 

Selain itu, terdapat alat pendeteksi yang dapat mengetahui posisi Alien Bola Ungu. Ini cukup membantu mereka ketika melakukan misi di lapangan. Walaupun begitu, alat pendeteksi belum sepenuhnya sempurna karena masih dalam tahap pengembangan.

5. Tak ada kejelasan dari pemerintah akan nasib para siswa SMA kelas 3

still cuts drama Duty After School (instagram.com/tving.official)
still cuts drama Duty After School (instagram.com/tving.official)

Para siswa kelas 3 yang seharusnya sibuk mempersiapkan ujian CSAT malah harus ikut pelatihan militer. Mereka pun dijanjikan akan mendapat poin tambahan untuk ujian masuk universitas nantinya. Hal ini yang bikin para siswa setuju untuk mengikuti pelatihan tersebut.

Namun nahas, hal ini tak berjalan sesuai rencana yang dijanjikan. Ujian CSAT yang seharusnya berjalan tepat waktu malah ditiadakan selama dua tahun ke depan. Gak heran, kalau ini bikin para siswa merasa begitu kecewa.

Terlebih lagi, poin yang mereka dapat ketika mengikuti pelatihan militer malah menjadi kontoversi di kalangan para orang tua siswa. Mereka menuntut agar poin tersebut tidak digunakan, supaya semua siswa dapat masuk dengan porsi yang sama.

Banyak yang menilai kalau keputusan yang ditempuh pemerintah kurang tepat. Pasalnya, keputusan tersebut diambil dengan tergesa-gesa tanpa memikirkan konsekuensinya secara matang. Terlebih lagi, dibuktikan dengan banyaknya prajurit dan siswa yang meninggal sia-sia di lapangan. Jadi, gimana menurutmu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Indra Zakaria
EditorIndra Zakaria

Related Articles

See More

Makna dan Lirik Lagu BAD - ATEEZ, Mingi dan Hongjoong Ikut Nulis

26 Jun 2026, 22:27 WIBKorea