Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Wejangan Berharga ala Menteri Choi di Drakor Teach You a Lesson

7 Wejangan Berharga ala Menteri Choi di Drakor Teach You a Lesson
still cut drakor Teach You a Lesson (dok. Netflix/Teach You a Lesson)
Intinya Sih
  • Menteri Choi Gang Seok membentuk Badan Perlindungan Hak Pendidikan untuk menegakkan keadilan dan memperbaiki sistem pendidikan yang dianggap rusak serta diabaikan.
  • Wejangan Menteri Choi menyoroti pentingnya karakter, martabat, dan peran guru dalam menjaga keseimbangan antara pengetahuan dan nilai kemanusiaan di sekolah.
  • Teach You a Lesson menampilkan kritik sosial tentang hubungan guru-murid, ketimpangan sistem hukum anak, serta upaya BPHP melindungi korban di dunia pendidikan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Menteri Choi Gang Seok (Lee Sung Min) di Teach You a Lesson layaknya orang tua yang bisa diandalkan dan bijaksana dalam bertindak. Ia membentuk Badan Perlindungan Hak Pendidikan (BPHP) demi menegakkan keadilan di ranah pendidikan. Sebagai menteri ia merasa harus segera bertindak menangani masalah yang semakin hari semakin menumpuk.

Dunia pendidikan saat ini tidak hanya rusak, tetapi juga sistematis tidak dipedulikan karena ada HAM yang melindungi para anak di bawah umur. Guru dan siswa seakan-akan hidup dalam dunia yang berbeda meski di tempat yang sama. Nah, berkaitan dengan isu sosial yang diangkat, berikut ini nasihat atau wejangan berharga oleh Menteri Choi yang bisa dijadikan bekal!

1. Pendidikan adalah mengajarkan pengetahuan dan keterampilan, sekaligus membentuk karakter. Lebih penting membentuk martabat dan kepribadian manusia

still cut drakor Teach You a Lesson
still cut drakor Teach You a Lesson (dok. Netflix/Teach You a Lesson)

2. Anak-anak lebih mengandalkan tempat bimbel daripada sekolah. Sekolah hanya dimanfaatkan untuk dapat nilai, kegiatan sosial demi perguruan tinggi

still cut drakor Teach You a Lesson
still cut drakor Teach You a Lesson (dok. Netflix/Teach You a Lesson)

3. Para murid tidak lagi menghormati guru mereka, guru-guru takut pada murid. Pembelajaran yang layak sulit terlaksana jika otoritas guru hancur

still cut drakor Teach You a Lesson
still cut drakor Teach You a Lesson (dok. Netflix/Teach You a Lesson)

4. Kenapa setiap kali isu pendidikan muncul, pihak pemerintah menutup mata? Guru seharusnya menjadi penilai adil, tapi malah menekan anak kurang mampu

still cut drakor Teach You a Lesson
still cut drakor Teach You a Lesson (dok. Netflix/Teach You a Lesson)

5. Jika hukum tak bertindak, harus ada yang maju dan balas dendam. Dengan begitu, para korban bisa bernapas. Akan kami tunjukkan keadilan sesungguhnya

still cut drakor Teach You a Lesson
still cut drakor Teach You a Lesson (dok. Netflix/Teach You a Lesson)

6. Sistem hukum anak di bawah umur sering diperdebatkan. Dalam hukum ada istilah anak di bawah umur, tapi dalam pendidikan tak ada istilah seperti itu

still cut drakor Teach You a Lesson
still cut drakor Teach You a Lesson (dok. Netflix/Teach You a Lesson)

7. BPHP berada di pihak korban, BPHP hadir untuk melindungi korban, karena murid tak berperan layaknya murid, dan guru tak berperan layaknya guru

still cut drakor Teach You a Lesson
still cut drakor Teach You a Lesson (dok. Netflix/Teach You a Lesson)

Deretan wejangan dari Menteri Choi di atas merupakan salah satu poin plus drakor Teach You a Lesson. Selain dikemas apik dan dilengkapi dengan aksi laga para karakternya, Teach You a Lesson juga membagikan nasihat berharga.

Berbagai masalah di ranah pendidikan hadir dari pihak guru, murid, instansi sekolah, hingga orang tua. Masing-masing punya sudut pandang berbeda dan Menteri Choi hadir untuk menyelesaikan masalah itu. Nah, dari deretan wejangan berharga ala Menteri Choi di Teach You a Lesson di atas, manakah yang paling berkesan menurutmu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ananda Zaura
EditorAnanda Zaura

Related Articles

See More