Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Bukti Im Baek Jeong Musuh Mengerikan di Bloodhounds 2, Lebih Sadis!

5 Bukti Im Baek Jeong Musuh Mengerikan di Bloodhounds 2, Lebih Sadis!
cuplikan Bloodhounds S2 (instagram.com/netflixkr)
Intinya Sih
  • Bloodhounds Season 2 hadir dengan aksi lebih brutal, menampilkan Im Baek Jeong sebagai villain baru yang jauh lebih berbahaya dibanding Kim Myeong Gil di musim pertama.
  • Im Baek Jeong digambarkan sebagai petarung jenius tanpa empati, menjadikan uang dan ego sebagai pusat hidupnya hingga tak segan mengorbankan siapa pun demi ambisinya.
  • Ia memimpin sindikat kriminal besar bernama IKFC dengan jaringan global, memperlihatkan kekuasaan dan kekejaman yang membuatnya nyaris tak tersentuh hukum.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kehadiran drama Korea Bloodhounds 2 sukses kembali memacu adrenalin penonton lewat aksi baku hantam yang jauh lebih brutal dan intens. Jika di musim pertama Kim Gun Woo (Woo Do Hwan) dan Hong Woo Jin (Lee Sang Yi) harus berdarah-darah menghadapi kelicikan lintah darat Kim Myeong Gil (Park Sung Woong), maka ancaman di musim kedua ini berada di level yang berbeda.

Kehadiran Im Baek Jeong (Rain), sang penguasa sindikat tinju ilegal IKFC, sukses menjadi mimpi buruk yang sesungguhnya. Berbeda dengan villain sebelumnya yang murni digerakkan oleh ketamakan finansial, Baek Jeong adalah anomali yang mengerikan. Berikut adalah lima bukti tak terbantahkan mengapa Im Baek Jeong layak dinobatkan sebagai musuh paling mengerikan di drakor Bloodhounds!

1. Atlet tinju dengan gaya bertarung tak tertebak

cuplikan Bloodhounds S2
cuplikan Bloodhounds S2 (instagram.com/netflixkr)

Berbeda dengan tipikal bos sindikat yang hanya berlindung di balik pasukan preman, Baek Jeong adalah monster di atas ring. Ia merupakan atlet tinju yang digambarkan memiliki pukulan lurus yang sangat kuat. Tangan kanannya bergerak cepat, sementara pukulan tangan kirinya terasa berat bagi lawan tarungnya.

Bukan cuma soal tenaga, Baek Jeong juga merupakan petarung dengan kecerdasan tinggi. Hal ini diakui oleh Kim Gun Woo, yang merasa kesulitan mengenali pola bertarungnya karena terus berubah-ubah. Kemampuan beradaptasi di atas ring inilah yang menjadikannya ancaman fisik paling mematikan saat berhadapan satu lawan satu.

2. Lebih menghargai nilai uang daripada nyawa manusia

cuplikan Bloodhounds S2
cuplikan Bloodhounds S2 (instagram.com/netflixkr)

Kekejaman Baek Jeong berakar dari filosofi hidupnya yang tragis. Karakter ini terbentuk dari trauma masa lalunya, di mana ia harus kehilangan sang ibu akibat ayahnya yang kerap mabuk dan melakukan kekerasan. Tumbuh dan bertahan hidup di kerasnya jalanan juga membentuk Baek Jeong menjadi sosok yang pandai dalam membaca karakter dan niat orang lain.

Ia menanamkan prinsip bahwa uang tidak akan berkhianat, berbeda dengan teman, rekan kerja, ataupun keluarga. Mindset inilah yang membuatnya mematikan semua fungsi empatinya. Bagi Baek Jeong, semua orang di sekitarnya hanyalah alat bantu yang bisa dibuang kapan saja jika mulai menghalangi jalannya.

Karena menjadikan uang sebagai prioritas tertinggi, ia juga lihai dalam bernegosiasi demi memastikan dirinya tidak pernah rugi dalam kesepakatan apa pun.

3. Memiliki ego tinggi

cuplikan Bloodhounds S2
cuplikan Bloodhounds S2 (instagram.com/netflixkr)

Dalam episode-episode awal, digambarkan Im Baek Jeong mendirikan IKFC murni untuk mencari keuntungan. Tapi dalam perkembangan selanjutnya, penonton dikenalkan pada sisi lain Baek Jeong yang membuktikan bahwa egonya jauh lebih besar dari sekadar uang.

Hal ini terbukti saat ia sedang mencari suntikan dana. Seorang investor bersedia bergabung dengan syarat Kim Gun Woo harus terikat kontrak eksklusif selama 3 tahun dan Baek Jeong harus mau mengalah di atas ring demi menaikkan pamor acara. Alih-alih menerima dana segar itu, Baek Jeong langsung membatalkan kesepakatan secara sepihak karena melukai egonya.

4. Tidak memiliki batasan moral

cuplikan Bloodhounds S2
cuplikan Bloodhounds S2 (instagram.com/netflixkr)

Level kekejaman Baek Jeong benar-benar tidak pandang bulu. Di arena tinju ilegalnya, ia tidak hanya membiarkan para petarung saling bunuh, tapi juga memperdagangkan organ tubuh. Sisi psikopatnya makin terlihat ketika ia tidak segan-segan menyerang dan menghabisi rekan kerjanya sendiri hanya karena hasil kerjanya tidak sesuai dengan keinginannya. Ia bahkan tak segan menyerang ibu Gun Woo yang tak berdaya, seolah semua nyawa di matanya sama rata dan tidak ada nilainya.

5. Membangun jaringan kriminal tingkat tinggi

cuplikan Bloodhounds S2
cuplikan Bloodhounds S2 (instagram.com/netflixkr)

Tidak hanya menjadi ancaman fisik secara pribadi, ia juga memiliki jaringan kejahatan yang terorganisir dengan rapi. Skala ancaman Baek Jeong meluas karena ia mengumpulkan orang-orang yang kompeten di dunia gelap. Sindikatnya diisi oleh ahli peretas, perakit bom profesional, dokter pribadi, hingga mata-mata yang tersebar di mana-mana.

Ia punya kontrol penuh atas segala hal yang rasanya mustahil dilakukan oleh preman biasa. Bahkan ketika statusnya sudah menjadi buronan, Baek Jeong masih bisa melarikan diri ke luar negeri melalui jalur penyelundupan, seolah mengisyaratkan bahwa dirinya benar-benar tidak tersentuh oleh hukum.

Di balik karakter yang sadis ini, pujian besar wajib diberikan kepada Rain yang sukses mengeksekusi peran antagonisnya dengan sempurna. Tatapan matanya yang mengintimidasi berhasil membuat penonton ikut merinding di setiap kemunculannya.

Menariknya, teror Baek Jeong tampaknya belum akan berakhir. Plot twist di episode akhir justru menjadi isyarat bahwa ia akan kembali di musim ketiga. Jika serial ini benar berlanjut, kira-kira ancaman seperti apa lagi yang akan ia bawa ke depannya? Mari kita tunggu kejutannya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Izza Namira
EditorIzza Namira
Follow Us