3 Drakor Viral MBC yang Menuai Kontroversi, Ada Perfect Crown

- MBC dikenal sebagai saluran TV Korea Selatan dengan banyak drakor sukses, namun tiga judul populernya menuai kontroversi meski sempat viral secara internasional.
- Perfect Crown dikritik karena plot hole, akting yang kurang memuaskan, serta adegan yang dianggap mendistorsi sejarah dan menyinggung kedaulatan Joseon.
- When the Phone Rings dan The Great Queen Seondeok turut menuai kecaman, masing-masing karena isu propaganda politik dan kasus plagiarisme naskah yang berujung denda bagi MBC.
Sebagai salah satu saluran TV tertua di Korea Selatan, MBC sudah menayangkan berbagai drama Korea yang meraih kesuksesan. Selain mendapat rating tinggi saat penayangan, drakor-drakor ini juga viral ke mancanegara.
Dari semua drakor populer dari MBC, sayangnya, ada beberapa yang menuai kontroversi dan kritik tajam. Di antaranya, tiga judul di bawah ini yang masing-masing mengusung genre dan tema berbeda. Simak, yuk.
1. Perfect Crown (2026)

Perfect Crown sempat digadang-gadang menjadi drakor romcom terbaik di tahun 2026. Drakor ini begitu diantisipasi sebab mempertemukan kembali IU dan Byeon Woo Seok. Keduanya memerankan karakter Seong Hui Ju dan Pangeran Agung Ian.
Awalnya, premis cerita drakor ini mencuri perhatian, yakni mengenai CEO dan pangeran dari kerajaan modern yang setuju menikah kontrak, tapi akhirnya saling jatuh cinta. Namun, eksekusi ceritanya dinilai kurang memuaskan sebab banyak plot hole akibat minimnya episode. Akting kedua pemeran utama juga mendapat kritik.
Kontroversi juga harus dihadapi setelah beberapa adegan di episode 11 dikritik mendistorsi sejarah dan menyinggung kedaulatan Joseon. Khususnya, scene pelantikan Pangeran Agung Ian menjadi raja. Mahkota yang digunakan saat itu harusnya Sibyeonryugwan dan bukan Goryumyeonryugwan. Anggota kabinet yang hadir pun keliru bersorak "Cheonse" dan bukan "Manse".
2. When the Phone Rings (2024-2025)

Drakor When the Phone Rings sempat jadi trending di berbagai media sosial saat tayang. Banyak penggemar memuji chemistry Yoo Yeon Seok dan Chae Soo Bin. Mereka memerankan Baek Sa Eon serta Na Hee Joo, pasutri yang awalnya menjalin hubungan yang dingin, tapi berubah menjadi lebih mesra setelah ada telepon ancaman dari seorang misterius.
Awalnya, ulasan drakor ini cukup baik. Namun, kontroversi terjadi di menit-menit terakhir sebelum ending. Di sini, Baek Sa Eon dikisahkan menjadi negosiator dalam konflik negara Paltima dan Izmael. Dua nama negara fiksi ini mirip dengan Palestina dan Israel. Masalahnya, penggambaran konfliknya justru terbalik sehingga drakor ini dituding menjadi alat propaganda dan memicu reaksi keras hingga seruan untuk boikot.
3. The Great Queen Seondeok (2009)

Berbeda dari dua drakor lain di daftar ini, The Great Queen Seondeok mengusung genre sageuk. Ceritanya membahas kehidupan Ratu Seondeok (Lee Yeo Won) yang memerintah Kerajaan Silla dan konfliknya dengan antagonis utama, Mishil (Go Hyun Jung).
Drakor ini meraih rata-rata rating lebih dari 30 persen saat ongoing. Akting para pemainnya pun menuai pujian. Selain kedua aktris pemeran utama, drakor ini turut dibintangi Uhm Tae Woo, Park Ye Jin, Kim Nam Gil, dan Yoo Seung Ho. Nam Ji Hyun, Uee, Shin Se Kyung, Kim Yoo Jung, dan Lee Hyun Woo jadi pemeran versi muda karakter-karakter utama.
Meski detail dalam drama berbeda dari sejarah, kontroversi utama drakor ini terletak pada masalah plagiarisme. Seorang penulis naskah musikal menggugat dengan tuduhan plagiat. Setelah menjalani proses pengadilan selama beberapa tahun, putusan hukum memenangkan penggugat sehingga MBC diharuskan membayar denda.
Ketiga drakor MBC di atas meraih sukses dan viral, baik secara domestik maupun internasional. Sayangnya, kesuksesan ini tercoreng dengan adanya berbagai kontroversi. Mulai dari tuduhan distorsi sejarah hingga masalah plagiarisme naskah. Di antara tiga judul ini, mana yang sudah kamu tonton?


















