Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Bukti Kepedulian Kang Pi O terhadap Choi Jeong Yo di Four Hands, Two Sonatas
still cut drama Korea Four Hands, Two Sonatas (x.com/CJnDrama)
  • Kang Pi O menghentikan perundungan terhadap Choi Jeong Yo, meski sebelumnya ia memilih menjaga jarak dari rival lamanya di SMA Seni Korea.
  • Saat Choi Jeong Yo terancam dikeluarkan, Kang Pi O mencari rekaman CCTV di minimarket untuk membuktikan bahwa ia dirugikan dalam pertengkaran.
  • Kang Pi O membantu Choi Jeong Yo menghadapi demam panggung akibat trauma, hingga mereka berhasil tampil piano empat tangan bersama di depan penonton.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kang Pi O memang tidak pernah menunjukkan hubungan yang baik dengan Choi Jeong Yo setelah mereka kembali bertemu di SMA Seni Korea. Masa lalu sebagai rival yang pernah dikalahkan Choi Jeong Yo membuat Kang Pi O masih menyimpan rasa kesal dan memilih menjaga jarak. Bahkan ketika Choi Jeong Yo berusaha mendekatinya, Kang Pi O justru bersikap ketus dan seolah tidak ingin lagi berurusan dengan rival lamanya tersebut.

Namun, sikap dingin Kang Pi O ternyata tidak sepenuhnya menggambarkan perasaannya kepada Choi Jeong Yo. Dalam beberapa situasi, ia justru tidak bisa tinggal diam ketika melihat Choi Jeong Yo berada dalam masalah. Mulai dari menghentikan perundungan, mencari bukti agar Choi Jeong Yo tidak dikeluarkan dari sekolah, hingga membantunya menghadapi trauma masa lalu, ada beberapa tindakan yang menunjukkan sisi peduli Kang Pi O. Berikut tiga bukti kepedulian Kang Pi O terhadap Choi Jeong Yo di Four Hands, Two Sonatas.

1. Kang Pi O membantu Choi Jeong Yo yang tengah dirundung

still cut drama Korea Four Hands, Two Sonatas (x.com/CJnDrama)

Setelah kembali bertemu dengan Choi Jeong Yo, Kang Pi O sebenarnya berusaha menghindarinya. Ia tidak ingin kembali terlibat dengan rival lamanya tersebut, terlebih keduanya kini harus berada di sekolah dan kelas yang sama. Kang Pi O bahkan memilih bersikap acuh ketika Choi Jeong Yo berusaha mendekatinya. Namun, sikap tersebut berubah ketika ia melihat Choi Jeong Yo menjadi sasaran perundungan dari teman-teman sekelasnya. Terlebih, para siswa yang merundung Choi Jeong Yo juga merupakan orang-orang yang selama ini kerap mengganggu Kang Pi O.

Kang Pi O sebenarnya bisa saja memilih pergi dan membiarkan Choi Jeong Yo menghadapi masalahnya sendiri. Namun, ia justru turun tangan untuk menghentikan situasi yang semakin memanas tersebut. Terlepas dari rasa kesal dan keinginannya untuk menjauh dari Choi Jeong Yo, Kang Pi O tidak tega melihatnya diperlakukan semena-mena. Tindakan tersebut menjadi salah satu bukti bahwa di balik sikap ketusnya, Kang Pi O ternyata masih memiliki kepedulian terhadap rival lamanya itu.

2. Kang Pi O berusaha menyelamatkan Choi Jeong Yo dari ancaman dikeluarkan

still cut drama Korea Four Hands, Two Sonatas (x.com/CJnDrama)

Kang Pi O kembali berusaha membantu Choi Jeong Yo ketika sebuah pertengkaran membuat posisinya di SMA Seni Korea berada dalam bahaya. Choi Jeong Yo kehilangan kendali setelah Jang Seok Hwan membuang partitur musik yang menjadi kenangan berharga dari mendiang ibunya. Akibat kejadian tersebut, Choi Jeong Yo justru berada dalam posisi yang bisa membuatnya dikeluarkan dari sekolah, meskipun dirinya bukan orang yang memulai masalah. Mengetahui hal tersebut, Kang Pi O tidak memilih diam dan berusaha mencari cara untuk membantu Choi Jeong Yo.

Kang Pi O kemudian mendatangi minimarket tempat Choi Jeong Yo bekerja untuk mendapatkan rekaman CCTV yang memperlihatkan kejadian sebenarnya. Ia mencari bukti tersebut agar pihak sekolah bisa mengetahui bahwa Choi Jeong Yo menjadi korban yang dirugikan karena perbuatan Jang Seok Hwan dan temannya dalam pertengkaran yang pernah terjadi.

Usahanya pun membuahkan hasil karena rekaman CCTV tersebut membantu membatalkan keputusan untuk mengeluarkan Choi Jeong Yo dari SMA Seni Korea. Sekali lagi, Kang Pi O menunjukkan bahwa meskipun ia tidak ingin terlalu dekat dengan Choi Jeong Yo, ia tetap akan membantu ketika rivalnya itu berada dalam situasi yang tidak adil.

3. Kang Pi O membantu Choi Jeong Yo mengatasi demam panggungnya

still cut drama Korea Four Hands, Two Sonatas (x.com/CJnDrama)

Kepedulian Kang Pi O semakin terlihat ketika dirinya harus bekerja sama dengan Choi Jeong Yo untuk memainkan piano empat tangan. Awalnya, Kang Pi O menerima tawaran tersebut karena ingin mendapatkan kesempatan belajar dari Do Hyun Soo, pianis yang sangat ia kagumi dan ingin ia jadikan sebagai guru. Namun, salah satu syarat yang diberikan Do Hyun Soo adalah bahwa Kang Pi O harus bermain bersama Choi Jeong Yo. Kang Pi O akhirnya menyetujuinya karena kesempatan tersebut sangat penting baginya, meskipun ia sempat kesal karena Choi Jeong Yo berkali-kali tidak datang saat latihan.

Kang Pi O kemudian mengetahui bahwa Choi Jeong Yo tidak sengaja menghindari latihan, melainkan mengalami demam panggung akibat trauma atas kematian ibunya di masa lalu. Mengetahui kejadian tersebut membuat Kang Pi O memahami alasan Choi Jeong Yo begitu takut tampil di depan banyak orang. Ia pun berusaha menenangkan Choi Jeong Yo dan membantunya menghadapi rasa takut tersebut hingga akhirnya Choi Jeong Yo mampu mengendalikan dirinya.

Keduanya bahkan berhasil tampil bersama dan mendapatkan tepuk tangan meriah dari penonton. Momen ini menjadi bukti bahwa kepedulian Kang Pi O tidak hanya terlihat ketika Choi Jeong Yo menghadapi masalah, tetapi juga ketika ia berusaha membantu rivalnya untuk kembali menemukan keberanian dalam bermain piano.

Sikap Kang Pi O terhadap Choi Jeong Yo memang masih dipenuhi persaingan dan rasa kesal akibat masa lalu mereka. Namun, beberapa tindakannya justru menunjukkan bahwa ia tidak benar-benar bisa bersikap acuh ketika Choi Jeong Yo berada dalam kesulitan. Tanpa banyak mengungkapkan perasaannya, Kang Pi O perlahan menjadi seseorang yang membantu Choi Jeong Yo menghadapi berbagai masalah, bahkan membantunya kembali berani memainkan piano yang selama ini menjadi bagian dari luka masa lalunya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article