still cut drama Korea Four Hands, Two Sonatas (x.com/CJnDrama)
Kepedulian Kang Pi O semakin terlihat ketika dirinya harus bekerja sama dengan Choi Jeong Yo untuk memainkan piano empat tangan. Awalnya, Kang Pi O menerima tawaran tersebut karena ingin mendapatkan kesempatan belajar dari Do Hyun Soo, pianis yang sangat ia kagumi dan ingin ia jadikan sebagai guru. Namun, salah satu syarat yang diberikan Do Hyun Soo adalah bahwa Kang Pi O harus bermain bersama Choi Jeong Yo. Kang Pi O akhirnya menyetujuinya karena kesempatan tersebut sangat penting baginya, meskipun ia sempat kesal karena Choi Jeong Yo berkali-kali tidak datang saat latihan.
Kang Pi O kemudian mengetahui bahwa Choi Jeong Yo tidak sengaja menghindari latihan, melainkan mengalami demam panggung akibat trauma atas kematian ibunya di masa lalu. Mengetahui kejadian tersebut membuat Kang Pi O memahami alasan Choi Jeong Yo begitu takut tampil di depan banyak orang. Ia pun berusaha menenangkan Choi Jeong Yo dan membantunya menghadapi rasa takut tersebut hingga akhirnya Choi Jeong Yo mampu mengendalikan dirinya.
Keduanya bahkan berhasil tampil bersama dan mendapatkan tepuk tangan meriah dari penonton. Momen ini menjadi bukti bahwa kepedulian Kang Pi O tidak hanya terlihat ketika Choi Jeong Yo menghadapi masalah, tetapi juga ketika ia berusaha membantu rivalnya untuk kembali menemukan keberanian dalam bermain piano.
Sikap Kang Pi O terhadap Choi Jeong Yo memang masih dipenuhi persaingan dan rasa kesal akibat masa lalu mereka. Namun, beberapa tindakannya justru menunjukkan bahwa ia tidak benar-benar bisa bersikap acuh ketika Choi Jeong Yo berada dalam kesulitan. Tanpa banyak mengungkapkan perasaannya, Kang Pi O perlahan menjadi seseorang yang membantu Choi Jeong Yo menghadapi berbagai masalah, bahkan membantunya kembali berani memainkan piano yang selama ini menjadi bagian dari luka masa lalunya.