Kenapa Drakor Four Hands, Two Sonatas Dinantikan Penggemar?

- Four Hands, Two Sonatas mengisi slot Sabtu-Minggu malam dan mengikuti Kang Pi O, siswa pianis berbakat, yang hidupnya berubah setelah bertemu murid pindahan Choi Jeong Yo.
- Drama ini menandai comeback Song Kang setelah hampir dua tahun wajib militer, sebagai Kang Pi O yang bergulat dengan rasa kurang percaya diri dan tekanan keluarga.
- Serial ini juga menjadi proyek terakhir Lee Jun Young sebelum wamil, menyoroti persahabatannya dengan Choi Jeong Yo di tengah trauma, tekanan, dan perjuangan mengejar mimpi.
Four Hands, Two Sonatas (2026) merupakan drakor yang menggantikan slot tayang drakor Spooky in Love (2026) pada hari Sabtu dan Minggu malam. Drakor Four Hands, Two Sonatas menggambarkan kehidupan seorang Kang Pi O (Song Kang) yang merupakan siswa seni berbakat dari sekolah seni terkemuka di Korea Selatan. Kehidupannya yang tenang ini berubah drastis setelah berhadapan dengan siswa pindahan, Choi Jeong Yo (Lee Jun Young).
Drakor Four Hands, Two Sonatas merupakan drama yang bertemakan persahabatan dan masa muda meraih mimpi. Namun, drakor ini menjadi dinantikan banyak orang terutama penggemar pada pemeran. Lalu, kenapa drakor Four Hand, Two Sonatas bisa sangat dinantikan penggemar?
1. Drakor comeback Song Kang setelah wamil

Cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas (dok.tvN/Four Hands, Two Sonatas) Song Kang yang memerankan karakter Kang Pi O dalam drakor ini merupakan seorang aktor yang hiatus selama hampir 2 tahun untuk menjalani wajib militer. Selama perjalanan kariernya, Song Kang dikenal sebagai aktor yang berhasil memerankan beberapa drakor ternama, seperti My Demon (2023) dan series Sweet Home (2020-2024). Drakor Four Hands, Two Sonatas ini menjadi proyek drama pertama Song Kang setelah bebas wajib militer.
Di drakor ini Song Kang memerankan karakter Kang Pi O yang merupakan seorang siswa sekolah seni terkemuka dan berbakat sebagai pianis. Sayangnya, Kang Pi O sendiri merasa dirinya sangat kurang selama pertunjukan. Bahkan, hasil kerja kerasnya selama ini gak pernah membuatnya dan seluruh keluarganya puas.
Namun, Kang Pi O kesulitan mengidentifikasi kekurangan diri dan mulai kehilangan kendali. Namun, kondisi ini mulai berubah setelah bertemu dengan Choi Jeong Yo.
2. Drakor Lee Jun Young sebelum wamil

Cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas (dok.tvN/Four Hands, Two Sonatas) Lee Jun Young memang telah bekerja di industri hiburan Korea Selatan sejak lama. Dia juga mengawali kariernya sebagai anggota boygroup, U-Kiss. Dia memulai karier aktingnya di tahun 2017 dan telah membintangi beberapa drakor ternama, seperti Reborn Rookie (2026) hingga When Life Gives You Tangerines (2025). Di usia yang menginjak 29 tahun, Lee Jun Young memutuskan untuk berangkat wajib militer pada tahun ini, lho.
Makanya, drakor Four Hands, Two Sonatas ini menjadi drakor terakhir Lee Jun Young sebelum hiatus selama hampir 2 tahun. Lee Jun Young memerankan karakter Choi Jeong Yo yang merupakan seorang anak berbakat sebagai pianis sejak kecil namun mengalami demam panggung parah. Dia kehilangan ibunya dan kehidupannya berubah dengan sangat drastis.
Choi Jeong Yo tumbuh menjadi sosok pekerja keras karena ayahnya menjadi pecandu alkohol. Namun, hidupnya berubah setelah mendapatkan beasiswa di sekolah seni ternama dan bertemu dengan Kang Pi O.
3. Menyajikan relasi persahabatan dan kisah muda

Cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas (dok.tvN/Four Hands, Two Sonatas) Pertemuan Kang Pi O dan Choi Jeong Yo ternyata menjadi sebuah jalan bagi keduanya. Mereka punya latar belakang kehidupan yang sangat bertolak belakang namun penuh dengan tekanan. Keduanya memang, secara gak sadar, hadir untuk saling membantu.
Sayangnya, berbagai pengalaman traumatis yang turut membesarkan keduanya ini semakin membuat hubungan pertemanan mereka rumit. Namun, baik Kang Pi O dan Choi Jeong Yo seakan dipaksa untuk belajar mendewasakan diri dan mulai melihat tujuan kerja kerasnya selama ini. hubungan pertemanan ini ternyata membuat keduanya melihat kehidupan mulai berubah.
Awalnya, hubungan Kang Pi O dan Choi Jeong Yo ini mulai menjadi menarik setelah keduanya punya sejarah panjang sejak kecil. Namun, apakah hubungan ini akan terus terjalin dengan baik setelah banyak pihak yang mulai menunjukkan tekanan pada keduanya?



















