Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
poster drama 100 Days of Deception (100days-of-deception.com)
  • Pemeran 100 Days of Deception mempelajari bahasa Jepang, Inggris, Mandarin, dan Joseon demi drama berlatar pendudukan Jepang di Korea Selatan.
  • Kim Yoo Jung berlatih bahasa Jepang selama lima bulan, sementara Park Jin Young menghafal dialog sejak Februari dengan Hiragana serta membedakan aksen Inggris dan Amerika.
  • Jin Sun Kyu tinggal di Jepang dua bulan dan berlatih tujuh jam sehari; seluruh pemain menguasai dialog Jepang untuk 12 episode sebelum syuting dimulai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Para pemeran drama tvN 100 Days of Deception mencuri perhatian publik berkat totalitas dan dedikasi luar biasa yang mereka tunjukkan demi menghidupkan karakter masing-masing. Berlatar belakang era pendudukan Jepang di Korea Selatan, proyek ini menuntut jajaran pemain untuk menguasai berbagai bahasa asing yang rumit, seperti bahasa Jepang, Inggris, hingga Mandarin.

Sutradara Yu In Sik bahkan menyampaikan kekagumannya karena para aktor sudah mampu mempraktikkan dialog bahasa asing dengan sangat lancar sejak sesi pembacaan naskah pertama. Apa saja yang dilakukan lima cast utama drakor 100 Days of Deception demi peran yang mereka lakoni kali ini? Inilah informasi lengkapnya yang dikutip dari media DongA!

1. Totalitas Kim Yoo Jung dan Park Jin Young kuasai dialog asing

cuplikan drama 100 Days of Deception (x.com/CJnDrama)

Demi memerankan karakter Lee Ga Kyung secara autentik, Kim Yoo Jung mengalokasikan waktu selama lima bulan sebelum syuting untuk fokus mempelajari tata bahasa, percakapan, serta kelas naskah bahasa Jepang. Ia bahkan hampir tidak pernah mengambil hari libur untuk berlatih, serta tetap melanjutkan kelas via panggilan video atau video call di tengah jadwal luar negeri yang padat.

​Sementara itu, Park Jin Young yang berperan sebagai penerjemah elit Sato Hideo atau Kim Tae Woong, terus mengulang hafalan dialog bahasa Jepang secara konsisten sejak bulan Februari hingga syuting berakhir. Ia menggunakan metode menulis langsung dalam huruf Hiragana untuk menghafal, serta menambahkan gestur dan pergerakan tubuh karakternya saat berlatih. Untuk dialog bahasa Inggrisnya, ia juga secara khusus membedakan pelafalan aksen Amerika dan Inggris.

2. Perjuangan ekstrem Jin Sun Kyu tinggal di Jepang hingga latihan 7 jam sehari

cuplikan drama 100 Days of Deception (x.com/CJnDrama)

Totalitas tanpa kompromi juga ditunjukkan oleh Jin Sun Kyu untuk peran Shinichi Sato. Meskipun awalnya sama sekali tidak bisa berbahasa Jepang, ia rela tinggal di Jepang selama kurang lebih dua bulan dan mendedikasikan waktu selama tujuh jam setiap hari khusus untuk menghafal naskah.

Jadwal hariannya diatur sangat ketat. Pagi hari diisi dengan latihan percakapan bahasa Jepang, sore hari untuk latihan dialog, serta mengikuti kelas daring atau video call bersama tim pelatih asal Korea sebanyak dua kali dalam seminggu. Ia bahkan harus mempelajari dialog dalam bahasa Joseon yang diucapkan oleh orang Jepang.

3. Strategi pendalaman karakter Kim Hyun Joo dan Lee Mu Saeng

cuplikan drama 100 Days of Deception (100days-of-deception.com)

Para pemeran lainnya turut melakukan riset mendalam demi menjaga akurasi sejarah dan bahasa. Kim Hyun Joo yang memerankan karakter Yoo So Ran dihadapkan pada minimnya arsip atau bahan referensi bahasa pada masa itu. Untuk mengatasinya, ia mempelajari pelafalan bahasa Korea dari guru pengajar bahasa Mandarin serta mengamati langsung pola tutur kata berbagai warga asal Tiongkok.

​Di sisi lain, Lee Mu Saeng yang berperan sebagai wartawan internasional asal Amerika, Yoo Philip, meneliti secara mendalam karakteristik bahasa Jepang yang biasa dituturkan oleh orang-orang dari negara berbahasa Inggris. Ia juga merefleksikan film-film era 1930-an untuk menyerap gaya bicara dan gestur tubuh tokoh di masa tersebut ke dalam aktingnya.

​Kerja keras luar biasa dari seluruh jajaran pemain ini berhasil memberikan kedalaman serta nilai otentisitas yang kuat pada setiap adegan. Seluruh pemain bahkan dilaporkan telah menguasai dialog bahasa Jepang untuk 12 episode penuh sebelum kamera syuting pertama kali dinyalakan, membuktikan profesionalisme kelas atas demi menyuguhkan performa terbaik bagi penonton.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article