Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Dampak Jadi Detektif bagi Kesehatan Psikis Jin I Soo di Flex X Cop 2

4 min read
5 Dampak Jadi Detektif bagi Kesehatan Psikis Jin I Soo di Flex X Cop 2
cuplikan drakor Flex X Cop 2 (dok. SBS/Flex X Cop 2)
  • Menjadi detektif, membantu Jin I Soo menghadapi trauma kematian ibunya, melepaskan emosi, dan mengurangi rasa bersalah serta kecemasan melalui penyelidikan kasus.

  • Fokus menolong korban dan menegakkan hukum, memberi Jin I Soo tujuan hidup, menggantikan kehampaan gaya hidup hedonis, sekaligus mendorong empati dan kematangan emosional.

  • Dukungan tim kepolisian memberi rasa dihargai di luar status keluarganya, sementara profesi detektif menyalurkan kemarahan dan frustrasinya menjadi motivasi memburu penjahat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Menjadi detektif memberikan transformasi psikologis yang masif dan menyembuhkan bagi Jin I Soo (Ahn Bo Hyun) di drakor Flex X Cop 2. Sebagai seorang chaebol yang awalnya bergabung dengan kepolisian hanya karena ketidaksengajaan, perjalanannya sebagai detektif sungguhan di musim kedua justru menjadi terapi terbaik bagi kesehatan mentalnya. Hal ini bahkan diakui langsung oleh Jin I Soo pada psikiaternya di akhir episode 14.

Jin I Soo yang sebelumnya kerap menghindari sesi konseling dengan psikiaternya itu, pada ending terlihat banyak bicara tentang kehidupan yang dilaluinya. Terlebih, ia baru saja berhasil menangkap pembunuh berantai, Yu Seong Won (Yoo Seung Ho), JIn I Soo mengaku sangat bahagia setelahnya. Lantas, apa saja dampak menjadi detektif bagi kesehatan psikis Jin I Soo? Yuk, simak.

  1. 1. Katarsis dan trauma healing

    cuplikan drakor Flex X Cop 2
    cuplikan drakor Flex X Cop 2 (dok. SBS/Flex X Cop 2)

    Kesehatan psikis Jin I Soo sejak kecil sangat terganggu oleh misteri kematian ibunya dan konflik internal dengan keluarga. Ia bahkan sempat didera ketakutan luar biasa karena merasa dirinya kehilangan kewarasan atau menderita gangguan identitas disosiatif akibat tekanan mental. Agar tak mengganggu kehidupan dan nama baik keluarga, pikiran Jin I Soo sempat dihapus terutama tentang trauma yang dirasakan setelah ibunya meninggal.

    Dengan setiap waktunya menyelidiki berbagai kasus pembunuhan, Jin I Soo dapat melepas emosinya atau trauma yang dialami. Terlebih, ia memiliki kemampuan memecahkan misteri kejahatan yang mumpuni. Hal ini dapat membantunya menghadapi lukanya secara bertahap, menerima luka emosional masa lalunya sendiri, dan tidak lagi terus-menerus terjebak dalam rasa bersalah atau kecemasan.

  2. 2. Menemukan makna hidup dan mengatasi kekosongan eksistensial

    cuplikan drakor Flex X Cop 2
    cuplikan drakor Flex X Cop 2 (dok. SBS/Flex X Cop 2)

    Sebelum menjadi polisi, I Soo menjalani hidup yang hedonis tapi kosong. Kekayaan yang melimpah tidak mampu mengisi ruang hampa di hatinya. Bahkan, di balik tawa jenaka dan sikapnya yang acuh tak acuh, cara hidup Jin I Soo yang serbacepat dan impulsif dijadikan sebagai mekanisme pertahanan diri.

    Dengan fokus membantu para korban kejahatan dan menegakkan hukum, Jin I Soo menemukan tujuan hidup yang sejati. Mengetahui bahwa kehadirannya bisa menyelamatkan nyawa atau memberikan keadilan bagi orang lain, secara psikologis meningkatkan kepuasan batin Jin I Soo dan mengusir depresi terselubung akibat rasa kesepian. Bahkan, ia tak perlu lagi mematirasakan diri dengan kesenangan duniawi yang instan.

  3. 3. Peningkatan empati dan kematangan emosional

    cuplikan drakor Flex X Cop 2
    cuplikan drakor Flex X Cop 2 (dok. SBS/Flex X Cop 2)

    Pada musim pertama drakor ini, Jin I Soo cenderung bersikap kekanak-kanakan dan egois. Ia kerap menghabiskan uang demi menciptakan simulasi ekstrem yang memicu adrenalinnya. Kemudian, bisa mendapatkan apa pun yang ia inginkan hanya dengan menjentikkan jari atau menggunakan kekuasaan uangnya.

    Namun, setelah melakukan interaksi yang intens dengan berbagai lapisan masyarakat selama bertugas, ternyata berhasil mengubah sudut pandangnya. Jin I Soo belajar membangun empati yang mendalam dengan para saksi dan keluarga korban. Sehingga membuatnya tumbuh menjadi pribadi yang lebih matang, tenang, dan tidak lagi impulsif dalam merespons stres atau tekanan psikologis.

  4. 4. Rasa memiliki dari dukungan sosial

    cuplikan drakor Flex X Cop 2
    cuplikan drakor Flex X Cop 2 (dok. SBS/Flex X Cop 2)

    Sebagai anak luar nikah di keluarga chaebol, Jin I Soo selalu merasa terasing dan tidak benar-benar diinginkan. Meskipun menyandang nama besar Grup Hansoo, statusnya itu membuatnya dipandang sebelah mata. Bahkan, hubungan Jin I Soo dengan ayahnya menjadi sangat canggung dan dipenuhi kesalahpahaman. Sang ayah kerap bersikap keras demi menjaga reputasi politik dan bisnisnya, sehingga Jin I Soo tumbuh dengan perasaan tidak diinginkan.

    Bekerja dalam tim detektif berhasil memberinya lingkungan sosial yang sehat. Di mana ia dihargai berdasarkan kontribusi dan kemampuannya, bukan karena status sosial atau uangnya. Solidaritas dan rasa percaya dari rekan-rekan satu timnya di kepolisian juga turut memberikan validasi emosional yang selama ini Jin I Soo cari dari figur keluarga.

  5. 5. Penyaluran energi negatif ke aksi positif

    cuplikan drakor Flex X Cop 2
    cuplikan drakor Flex X Cop 2 (dok. SBS/Flex X Cop 2)

    Kemarahan, rasa frustrasi, dan kekecewaan I Soo terhadap rahasia-rahasia gelap keluarganya merusak dirinya sendiri. Jika tidak dikelola dengan baik, Jin I Soo bisa saja terkena gangguan panik dan mempermudah musuh-musuhnya untuk melakukan manipulasi psikologis. Kekecewaan mendalam terhadap fakta bahwa keluarganya dipenuhi kepalsuan, sempat membuat Jin I Soo didera krisis kepercayaan.

    Profesi detektif menjadi wadah sublimasi atau sebuah mekanisme pertahanan psikologis yang sehat bagi Jin I Soo. Di mana ia dapat mengubah energi negatif yang ada pada dirinya menjadi dorongan dan motivasi yang kuat untuk memburu penjahat dan memecahkan kasus-kasus rumit. Sehingga ia tak perlu menyalurkannya pada kemarahan atau hal lain yang memicu depresi.

    Jin I Soo menampilkan banyak perubahan di Flex X Cop 2. Ia sudah bisa menggunakan lencana detektifnya sebagai instrumen untuk menyembuhkan jiwanya sendiri dan bertransformasi menjadi manusia yang utuh. Bahkan, perubahan tersebut tak hanya lagi diakui oleh orang lain, tapi sudah disadari oleh dirinya sendiri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More