Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Inggris atau Prancis: Mana yang Lebih Seru untuk Liburan?

5 min read
Inggris atau Prancis: Mana yang Lebih Seru untuk Liburan?
Potret Provence, Prancis (unsplash.com/Denis SHAO)
  • Inggris menawarkan nuansa klasik, sejarah kerajaan, budaya pop, kota modern, serta pesona pedesaan seperti Lake District dan Cotswolds.

  • Prancis menonjol lewat atmosfer romantis, seni, arsitektur klasik, kuliner gastronomi, serta lanskap beragam dari Alpen hingga French Riviera.

  • Liburan Inggris cenderung lebih mahal, sementara Prancis lebih variatif untuk bujet; London unggul transportasi kota, sedangkan TGV memudahkan perjalanan antarkota.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Inggris dan Prancis sama-sama menjadi destinasi impian bagi banyak wisatawan yang ingin menjelajahi Eropa. Meski letaknya berdekatan, kedua negara ini menawarkan pengalaman liburan yang cukup berbeda. Inggris identik dengan perpaduan sejarah, budaya populer, dan suasana kota yang modern, sedangkan Prancis memikat lewat arsitektur klasik, seni, kuliner, hingga atmosfer romantis yang mendunia.

Karena memiliki daya tarik masing-masing, tak sedikit orang yang bingung menentukan pilihan di antara keduanya. Jika kamu masih ragu ingin menjelajahi Inggris atau Prancis, simak perbandingan berikut untuk menemukan destinasi yang paling sesuai dengan gaya liburanmu!

  1. 1. Suasana kota: Inggris lebih klasik, Prancis lebih romantis

    Jika kamu menyukai kota dengan nuansa klasik, tertata rapi, dan penuh bangunan bergaya Victoria, Inggris bisa menjadi pilihan menarik. London dipenuhi landmark terkenal seperti Big Ben, Tower Bridge, hingga Istana Buckingham yang mencerminkan sejarah Kerajaan Inggris.

    Sementara itu, Prancis identik dengan suasana romantis dan artistik. Paris menawarkan jalan-jalan cantik, bangunan bergaya Haussmann, kafe terbuka di pinggir jalan, hingga panorama Menara Eiffel yang menjadi ikon dunia. Selain Paris, kota seperti Lyon, Bordeaux, hingga Nice juga memiliki karakter yang berbeda dan menarik dijelajahi.

  2. 2. Wisata alam: Prancis lebih beragam, Inggris cocok untuk pencinta suasana pedesaan

    Potret French Riviera, Prancis
    Potret French Riviera, Prancis (unsplash.com/Antoine Contenseau)

    Kalau ingin menikmati lanskap yang sangat beragam, Prancis memiliki lebih banyak pilihan. Kamu bisa menikmati pegunungan Alpen, ladang lavender Provence, pantai French Riviera, hingga kawasan kebun anggur di Bordeaux dan Burgundy.

    Sementara itu, Inggris menawarkan pesona pedesaan yang tenang. Kawasan seperti Lake District, Cotswolds, Peak District, hingga Cornwall terkenal dengan bukit hijau, desa-desa tradisional, serta jalur hiking yang indah. Suasananya lebih damai dan cocok bagi wisatawan yang ingin melepas penat.

  3. 3. Kuliner: Prancis unggul dalam gastronomi, Inggris dengan comfort food-nya

    Bagi pencinta kuliner, Prancis sering menjadi destinasi impian karena kekayaan gastronominya. Negara ini dikenal dengan aneka pastry, keju, wine, escargot, onion soup, ratatouille, crème brûlée, hingga steak frites. Tak heran jika budaya makan di Prancis diakui sebagai salah satu yang terbaik di dunia.

    Di sisi lain, kuliner Inggris memang cenderung lebih sederhana, tetapi tetap menarik dieksplorasi. Fish and chips, English breakfast, shepherd's pie, beef wellington, hingga berbagai jenis pie menjadi menu yang mudah ditemukan. Selain itu, budaya afternoon tea lengkap dengan scone juga menjadi pengalaman yang sayang dilewatkan.

  4. 4. Transportasi: Inggris lebih praktis, Prancis unggul dalam perjalanan antarkota

    Potret London, Inggris
    Potret London, Inggris (pexels.com/Oskar Gross)

    Transportasi umum di London terkenal sangat lengkap. Kereta bawah tanah (Tube), bus merah ikonik, hingga kereta komuter memudahkan wisatawan menjelajahi hampir seluruh kota tanpa kendaraan pribadi.

    Prancis juga memiliki transportasi publik yang baik, tetapi keunggulan utamanya terletak pada jaringan kereta cepat TGV. Dengan TGV, perjalanan dari Paris menuju ke Lyon, Marseille, Bordeaux, hingga Strasbourg dapat ditempuh hanya dalam beberapa jam, sehingga cocok bagi wisatawan yang ingin mengunjungi banyak kota sekaligus.

  5. 5. Museum dan sejarah: keduanya sama-sama menarik

    Kalau tujuanmu adalah wisata sejarah, Inggris dan Prancis sama-sama sulit dikalahkan. London memiliki banyak museum kelas dunia, seperti British Museum, Natural History Museum, dan National Gallery yang sebagian besar bisa dikunjungi secara gratis.

    Sementara itu, Prancis memiliki Museum Louvre yang menyimpan karya seni legendaris, termasuk Mona Lisa. Ada pula Palace of Versailles, Musée d'Orsay, hingga berbagai kastel bersejarah yang tersebar di Lembah Loire.

  6. 6. Bujet perjalanan: Inggris cenderung lebih mahal

    Potret London, Inggris
    Potret London, Inggris (pexels.com/Daniela Bártová)

    Secara umum, biaya liburan ke Inggris sedikit lebih tinggi dibandingkan Prancis, terutama dalam hal akomodasi, transportasi dalam kota, dan harga makanan di London. Hotel di pusat Kota London juga terkenal memiliki tarif yang cukup tinggi.

    Sementara itu, Prancis masih menawarkan lebih banyak pilihan penginapan dan restoran dengan harga yang lebih bervariasi, terutama jika bepergian ke kota-kota selain Paris. Oleh karena itu, wisatawan dengan bujet terbatas biasanya lebih mudah mengatur pengeluaran selama berada di Prancis. Berikut estimasi biaya liburan selama 7 hari 6 malam untuk solo traveler dari Indonesia.

    Inggris (London).

    • Tiket pesawat pulang-pergi Jakarta–London: sekitar Rp14–22 juta, tergantung maskapai dan musim keberangkatan.
    • Hotel budget: Rp1,5–2,2 juta per malam.
    • Hotel bintang tiga: Rp2-4 juta per malam.
    • Hotel bintang empat hingga lima: kisaran Rp5–10 juta per malam.
    • Transportasi umum (Oyster Card): sekitar Rp250–400 ribu per hari jika aktif berpindah tempat.
    • Tiket masuk destinasi berbayar: sekitar Rp250 ribu–Rp900 ribu per objek, meski banyak museum nasional dapat dikunjungi secara gratis.
    • Estimasi total bujet: sekitar Rp28–42 juta untuk perjalanan yang nyaman.

    Prancis (Paris).

    • Tiket pesawat pulang-pergi Jakarta–Paris: sekitar Rp13–20 juta.
    • Hotel budget: Rp1,2–1,8 juta per malam.
    • Hotel bintang tiga: Rp2–4 juta per malam.
    • Hotel bintang empat hingga lima: mulai Rp4–8 juta per malam.
    • Transportasi umum (Metro Paris): sekitar Rp180–300 ribu per hari.
    • Tiket masuk objek wisata: berkisar Rp250 ribu–Rp700 ribu per destinasi, tergantung lokasi dan musim.
    • Estimasi total bujet: sekitar Rp24–38 juta untuk 7 hari 6 malam.

    Jika ingin lebih hemat, kedua negara sama-sama memiliki hostel, apartemen, hingga Airbnb yang bisa memangkas biaya akomodasi secara signifikan.

  7. 7. Mana yang lebih cocok untukmu?

    Kalau kamu menyukai sejarah kerajaan, museum, budaya pop Inggris, hingga suasana kota modern yang tertata rapi, Inggris bisa menjadi destinasi yang memuaskan.

    Namun, jika tujuanmu adalah menikmati suasana romantis, wisata kuliner, seni, arsitektur klasik, dan pemandangan alam yang beragam, Prancis menawarkan pengalaman yang lebih lengkap. Bahkan, banyak wisatawan memilih menggabungkan keduanya dalam satu perjalanan karena jarak London dan Paris hanya sekitar dua jam menggunakan kereta Eurostar.

    Pada akhirnya, tidak ada jawaban mutlak mengenai mana yang lebih seru, karena keduanya sama-sama punya daya tarik yang berbeda. Inggris menawarkan pengalaman liburan yang klasik, elegan, dan penuh sejarah, sedangkan Prancis memikat lewat kuliner, seni, serta nuansa romantisnya.

    Jadi, tinggal sesuaikan dengan pengalaman yang ingin kamu dapatkan selama liburan, ya! Dari penjelasan di atas, kamu lebih tertarik menjelejahi Inggris atau Prancis, nih? Bagikan pendapatmu di kolom komentar, ya!

Related Articles

See More