Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Daya Tarik Park Min Jae di Between Steps, Unggul di Segala Sisi!

4 min read
4 Daya Tarik Park Min Jae di Between Steps, Unggul di Segala Sisi!
cuplikan drakor Between Steps (instagram.com/ena_drama)
  • Park Min Jae, mantan atlet renang yang kehilangan kaki akibat osteosarkoma, mengalihkan hidupnya ke Teknik Mesin dan Robotika setelah mimpinya di olahraga terhenti.
  • Kecerdasannya membawanya menjadi mahasiswa doktoral, asisten profesor, dan kepala laboratorium di Universitas Seohan, sambil mengembangkan robot kaki palsu untuk membantu penyandang keterbatasan fisik.
  • Ia dikenal tekun, resilien, serta peka terhadap orang lain; meski tampak dingin karena trauma, Min Jae menunjukkan kepedulian melalui tindakan, termasuk menolong Lim Yoo Jin.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Park Min Jae (Cho Young Woo) dalam drakor Between Steps merupakan mantan atlet renang potensial yang kehilangan arah hidup akibat amputasi kaki karena kanker tulang. Insiden ini seketika menghancurkan seluruh mimpi olahraganya dan membawanya ke titik terendah dalam hidup. Enggan terpuruk selamanya, Park Min Jae memilih beralih haluan ke dunia akademik dengan mendalami bidang Teknik Mesin dan Robotika.

Meski sudah switch career, Park Min Jae masih saja dilanda kekhawatiran. Padahal ia memiliki daya tarik tersendiri yang membuatnya lebih unggul dari orang di sekitarnya. Lantas, apa daya tarik dari Park Min Jae? Yuk, simak!

  1. 1. Memiliki kecerdasan jenius dan berprestasi

    cuplikan drakor Between Steps
    cuplikan drakor Between Steps (instagram.com/ena_drama)

    Setelah kehilangan kaki kanannya akibat osteosarkoma semasa SMA, Park Min Jae langsung beralih fokus ke dunia akademik. Berkat otak jeniusnya, ia mampu melompat cepat dalam jenjang pendidikan tinggi hingga berhasil menjadi mahasiswa doktoral di Departemen Teknik Mesin dan Robotika Universitas Seohan. Kecerdasan mumpuni Park Min Jae membuatnya mendapatkan kepercayaan yang sangat besar dari pihak universitas. Di usianya yang masih tergolong muda, ia sudah menjabat sebagai asisten profesor sekaligus kepala laboratorium penelitian robotika.

    Kejeniusan Park Min Jae tidak hanya terlihat dari caranya memahami teori, tetapi juga dari kontribusi nyatanya dalam proyek teknologi. Park Min Jae mendedikasikan seluruh hidup dan waktunya untuk mengembangkan riset robotika yang canggih. Contohnya, robot kaki palsu yang ia kerjakan atas dorongan motivasi personal, yakni dapat membantu orang-orang dengan keterbatasan fisik agar bisa berjalan dan beraktivitas normal kembali.

  2. 2. Ketekunan yang konsisten

    cuplikan drakor Between Steps
    cuplikan drakor Between Steps (instagram.com/ena_drama)

    Sebagai peneliti di laboratorium robotika, Park Min Jae dikenal sebagai seseorang yang melakukan risetnya agak lambat. Namun, kelambatan ini bukan karena ia tidak mampu, melainkan karena ia menerapkan ketekunan yang mantap dan presisi tinggi dalam setiap proses eksperimennya. Ia tidak mencari hasil instan, melainkan fokus pada fondasi riset yang kokoh.

    Ketekunannya terlihat jelas dari bagaimana ia mengelola kehidupan sehari-harinya. Jika sudah menyangkut proyek robot, Park Min Jae akan berubah menjadi sosok yang sangat serius. Ia meluangkan sebagian besar waktu hidupnya di laboratorium demi mengembangkan teknologi inovatif yang sedang ia rancang. Fokusnya yang tidak mudah teralihkan membuat proyek risetnya berjalan secara konsisten.

  3. 3. Resiliensi dan kemampuan bangkit

    cuplikan drakor Between Steps
    cuplikan drakor Between Steps (instagram.com/ena_drama)

    Semasa SMA, Min Jae berada di puncak kariernya sebagai atlet renang top dengan masa depan yang sangat cerah. Namun, ia didiagnosis menderita osteosarkoma yang mengharuskannya menjalani amputasi pada kaki kanan. Kehilangan fungsi fisik sekaligus impian terbesar hidupnya sempat membawanya ke dalam keputusasaan yang mendalam. Kemampuannya untuk tidak menyerah pada situasi inilah yang menjadi bukti nyata dari resiliensinya.

    Alih-alih terpuruk selamanya, Park Min Jae memilih untuk membangun masa depan baru dari nol. Ia mengalihkan seluruh energinya ke dunia akademis dengan mengambil jurusan Teknik Mesin dan Robotika. Alasan utamanya memilih bidang ini sangat emosional, ia memiliki tekad kuat untuk menciptakan teknologi robotik inovatif yang kelak dapat mengembalikan kebebasan bergeraknya serta membantu orang lain yang mengalami keterbatasan fisik serupa.

  4. 4. Perhatian dan peka

    cuplikan drakor Between Steps
    cuplikan drakor Between Steps (instagram.com/ena_drama)

    Sifat perhatian dan peka merupakan sisi paling hangat dari Park Min Jae. Meskipun dari luar ia sering terlihat cuek, dingin, dan kaku karena trauma masa lalunya, ia sebenarnya memiliki empati yang sangat tinggi dan selalu memperhatikan hal-hal kecil di sekitarnya. Kepedulian Park Min Jae langsung terlihat jelas sejak episode perdana drama ini. Ketika melihat Lim Yoo Jin (Kim So Hyun), dalam kondisi terluka dan kesulitan, Park Min Jae tidak tinggal diam. Ia dengan sigap langsung menolong dan mengobati luka Lim Yoo Jin.

    Park Min Jae juga bukanlah tipe pria yang pandai merangkai kata-kata manis atau mengumbar janji. Ia adalah sosok tsundere yang menunjukkan rasa sayangnya lewat aksi langsung. Contohnya, saat ia mau mendengarkan keluh kesah Lim Yoo Jin dengan penuh perhatian. Meski baru kenal, ia selalu hadir memberikan solusi praktis saat Lim Yoo Jin merasa tersesat dalam menentukan arah hidupnya.

    Kombinasi antara kejeniusan, ketekunan, resiliensi, dan kepekaan emosional menjadikan Park Min Jae sebagai sosok yang unggul dari segala sisi. Keindahan karakternya terletak pada bagaimana ia berjalan perlahan namun pasti menembus keterbatasan dan trauma masa lalu. Dari keempat pesona di atas, mana yang paling membuat kamu jatuh cinta pada sosok Park Min Jae?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More