7 Kekurangan Ending Drakor Perfect Crown, Bikin Kurang Puas!

Intinya Sih
- Ending drakor Perfect Crown dinilai manis tapi kurang memuaskan karena jumlah episode yang sedikit membuat konflik dan karakter tidak tergali maksimal.
- Adegan pelantikan Raja Lee Wan di episode 11 menuai kritik karena dianggap mendistorsi sejarah dan menimbulkan kontroversi di kalangan penonton.
- Beberapa misteri belum terjawab, proses penghapusan monarki terasa terburu-buru, serta pasangan utama belum memiliki anak setelah tiga tahun menikah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Sesuai genrenya, yakni komedi romantis alias romcom, drakor Perfect Crown menyajikan ending yang manis dan bikin senyum. Khususnya, bagi royal couple, Lee Wan atau Pangeran Agung Ian (Byeon Woo Seok) dan Seong Hui Ju (IU).
Meski ending cerita drakor Perfect Crown dinilai memuaskan, sayangnya, masih ada beberapa kekurangan yang bikin episode terakhirnya terasa kurang nendang. Di antaranya, dalam tujuh aspek di bawah ini. Simak, yuk!
1. Kekurangan utama dari drakor ini yang sejak awal menuai protes adalah jumlah episodenya yang sedikit padahal konfliknya kompleks

2. Akibat cuma punya 12 episode, backstory setiap karakternya kurang bisa digali sampai akhirnya dibuatkan versi web novel untuk ini

3. Adegan kontroversial yang disebut mendistorsi sejarah, seperti saat pelantikan Raja Lee Wan di episode 11 menuai kritik tajam

4. Meski tokoh-tokoh villain yang tak tobat berhasil dikalahkan dan dihukum, karma untuk mereka dinilai masih jauh dari kata memuaskan

5. Terbatasnya episode juga membuat masih banyak misteri yang belum terungkap, semisal bagaimana bisa dekret raja ada di tangan Lee Wan

6. Di ending, Lee Wan yang sudah naik takhta memilih menghapus monarki. Namun, proses ini terlalu cepat mengingat masalahnya rumit

7. Bikin penggemar kecewa, hingga akhir Lee Wan dan Seong Hui Ju belum punya momongan meski mereka sudah tiga tahun menikah

Episode yang hanya sedikit dengan cerita yang aslinya kompleks sehingga banyak detail terlewat menjadi kekurangan utama dari ending drakor Perfect Crown. Selain itu, kontroversi soal adegan yang dinilai mendistori sejarah dan menuai kritik juga mencoreng dua episode terakhir dari drakor ini.
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.



















