5 Ironi yang Digambarkan dalam Drakor The Art of Sarah

Drakor The Art of Sarah sukses mencuri perhatian dan menduduki posisi peringkat atas serial di Netflix Indonesia sejak minggu pertama dirilis. Kisah drakor ini dimulai dengan penemuan mayat anonim. Detektif Park Mu Gyeong (Lee Joon Hyuk) menduga korban adalah Sarah Kim (Shin Hae Sun).
The Art of Sarah tidak hanya menyajikan kisah seru dan penuh plot twist. Drakor ini juga menggambarkan berbagai ironi dalam kisahnya. Khususnya, mengenai situasi dan konflik yang dialami oleh para karakternya. Berikut ini lima di antaranya. Apa saja?
Peringatan, artikel ini mengandung spoiler.
1. Staf di butik barang mewah tidak diperlakukan manusiawi

Backstory Mok Ga Hui menunjukkan ironi nyata antara pekerja butik barang mewah dengan pembeli yang datang. Para pembeli diberikan layanan VIP dan dimanjakan. Namun, ironisnya, di balik kemewahan butik-butik ini, para pegawainya justru tidak diperlakukan dengan baik.
Misalnya, mereka dilarang naik lift yang dekat dan pergi ke toilet pengunjung mall yang lebih dekat. Para staf ini harus pergi ke toilet yang jaraknya jauh dan memutar jalan. Selain itu, mereka bahkan sering kali diharuskan menahan diri untuk pergi ke toilet hingga butik selesai ditutup.
2. Sarah Kim hancur karena bertemu peniru

Sarah Kim adalah penipu ulung yang berbohong soal nama hingga latar belakangnya. Ia juga bohong mengenai tas Boudoir yang dibilang dipakai keluarga kerajaan dan bangsawan Inggris. Padahal merek miliknya ini adalah buatan lokal. Bahkan desain tasnya pun hasil mencuri, meniru, dan memodifikasi dari berbagai brand lain.
Ironisnya, kehidupannya yang sempurna sebagai Sarah Kim hancur karena ulah peniru. Kim Mi Jeong (Lee E Dam) terobsesi untuk mencuri identitas Sarah Kim. Perempuan itu bahkan meniru cara bicara dan intonasi Sarah Kim. Peniru ini membuat Sarah Kim kerepotan. Rencana yang disusun Sarah Kim berakhir hancur dan gagal karena ulah Kim Mi Jeong.
3. Kim Mi Jeong menjadi Sarah Kim setelah tewas

Kim Mi Jeong yang selama ini hidup dalam pelarian berambisi menjadi Sarah Kim. Bukan hanya meniru, Kim Mi Jeong memakai kartu kredit Sarah Kim tanpa izin untuk belanja. Kim Mi Jeong juga merencanakan pembunuhan agar bisa sepenuhnya menjadi Sarah Kim. Mirisnya, Kim Mi Jeong memang pada akhirnya bisa menjadi Sarah Kim, tapi saat sudah tewas.
4. Rentenir yang murah hati

Sebelum mendirikan Boudoir, Sarah Kim dikenal dengan nama Kim Eun Jae. Ia menikah kontrak dengan rentenir bernama Hong Seong Sin (Jung Jin Young). Orang-orang yang menjadi debitur dan berhutang di tempat Hong Seong Sin kerap mengalami kekerasan fisik serta emosional saat ditagih. Namun, ternyata kepribadian Hong Seong Sin berbeda dengan image sebagai rentenir. Pria itu justru soft spoken, lembut, dan sering berbuat baik.
5. Kang Ji Hwon berniat menipu, tapi berakhir ditipu

Sarah Kim bertemu Kang Ji Hwon (Kim Jae Won) saat masih menikah dengan Hong Seong Sin. Kang Ji Hwon adalah pria penghibur yang mendekati Sarah Kim demi uang. Namun, Kang Ji Hwon justru menjadi korban manipulasi Sarah Kim. Kang Ji Hwon dimanfaatkan oleh Sarah Kim untuk membuat Choi Chae U (Bae Jong Ok) membuka peluang bagi merek Boudoir masuk Mal Samwol yang elit.
Berbagai ironi digambarkan dalam cerita drakor The Art of Sarah. Mulai dari niat jahat berujung kemalangan diri sendiri hingga berbagai situasi ironis yang mungkin saja terjadi dalam kehidupan nyata. Ironi yang dibahas di sini menunjukkan kompleksitas alur dan plot dalam drakor ini. Bagaimana menurutmu?


















