5 Isu Sosial yang Diangkat dalam Drakor Dead-End Job

- Dead-End Job menyoroti kemiskinan struktural melalui karakter yang terjebak kesulitan ekonomi hingga mengambil pekerjaan paruh waktu berbahaya.
- Drama ini menggambarkan eksploitasi buruh, intimidasi pekerja konveksi yang menuntut hak, serta kekerasan fisik dan verbal di tempat kerja.
- Tekanan ekonomi memicu tema bunuh diri, sementara pekerjaan informal dan konstruksi memperlihatkan risiko keselamatan kerja yang diabaikan demi kepentingan proyek.
Cerita drakor Dead-End Job membahas tentang Byeon Hyeok Jun (Lee Jae Wook) yang melakukan serangkaian pekerjaan paruh waktu. Jobdesc tiap pekerjaan tampak mudah, tapi kenyataannya menyimpan bahaya.
Drakor ini mengusung genre utama berupa horor dan fantasi. Meski begitu, ada berbagai isu sosial yang diangkat ke dalam konflik kisahnya. Berikut ini lima di antaranya. Simak, yuk.
1. Kemiskinan struktural

Lee Jae Wook dan Kim Min Ha di Dead-End Job (dok. Netflix/Dead-End Job) Isu sosial utama yang dibahas dalam drakor ini adalah kemiskinan struktural. Di sini jelas terlihat bagaimana banyak karakternya dikisahkan untuk kesulitan keluar dari situasi ekonomi yang sulit sampai harus melakukan pekerjaan paruh waktu aneh meski tahu itu berbahaya dan mengancam nyawa.
2. Eksploitasi terhadap pekerja

Go Min Si di Dead-End Job (dok. Netflix/Dead-End Job) Eksploitasi terhadap pekerja atau buruh jadi isu sosial selanjutnya dalam drakor Dead-End Job. Secara tersirat, hal ini tampak dari bagaimana para pekerja paruh waktu dikorbankan untuk melawan makhluk gaib.
Selain itu, kisah masa lalu Eum Yeon Joo (Go Min Si) dan teman-temannya juga menunjukkan hal ini. Sebagai buruh pabrik konveksi, mereka mendapatkan situasi kerja yang eksploitatif. Saat menuntut diperlakukan lebih baik, mereka justru diintimidasi dan berusaha dibungkam.
3. Bunuh diri

Lee Jae Wook di Dead-End Job (x.com/NetflixKR) Beberapa kali drakor ini juga membahas isu sosial mengenai bunuh diri. Di awal cerita, Byeon Hyeok Jun sempat putus asa hingga mau melompat ke Sungai Han. Untungnya, ia berhasil selamat dan mengurungkan niatnya.
Situasi yang sama dialami oleh seorang gadis muda di episode 8. Gadis itu hendak mengakhiri hidup di jembatan. Namun, Byeon Hyeok Jun berhasil menyelamatkannya. Alasan kenapa dua orang ini berniat bunuh diri karena putus asa akibat tekanan ekonomi.
4. Kekerasan dan bullying di tempat kerja

Lee Sung Hyung, Yoon Kyung Ho, dan Lee Jae Wook di Dead-End Job (x.com/NetflixKR) Kekerasan di tempat kerja juga jadi isu sosial yang dibahas. Hal ini khususnya terlihat di episode 2 di mana Jo Jun Seop (Yoon Kyung Ho) melakukan kekerasan fisik dan verbal kepada Jolly Pierrot (Lee Sung Hyung). Tindakannya kemudian dibalas dengan si badut membunuhnya dan semua rekannya yang problematik di akhir episode.
5. Risiko keselamatan kerja di sektor informal

cuplikan drama Dead-End Job (dok. Netflix/Dead-End Job) Kemunculan entitas gaib dalam drakor ini bisa dilihat sebagai simbolisme akan risiko tersembunyi dari berbagai pekerjaan paruh waktu di sentor informal. Pekerjaan yang tampak mudah dan menjanjikan upah besar ternyata menyimpan bahaya.
Salah satu contohnya yang dialami Byeon Hyeok Jun di episode 6 saat ia bekerja sebagai pekerja konstruksi. Mandor mengabaikan pedoman kesehatan dan keselamatan kerja (K3) hingga ada pekerja yang terluka. Lebih mengejutkan lagi, ia sengaja membiarkan para pekerja ini tewas dan menjadikan mereka tumbal proyek.
Ada berbagai isu sosial yang dibahas dalam drakor Dead-End Job. Drama Korea ini tak hanya menyajikan hiburan yang seru, tapi juga berisi renungan mendalam sebab banyak isu realistis di dalamnya yang sesuai dengan kenyataan.











![[QUIZ] Siapakah Member Hearts2Hearts yang Satu Jadwal Piket Denganmu?](https://image.idntimes.com/post/20261003/htsjggibsaadwh0_90eead00-fb5a-454d-a824-c24a701b1f9c.jpeg)








